pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

100 Jamaah Abu Tours Terlunta-lunta di Bandara Malaysia

MAKASSAR, BKM — Cerita kelam dari biro perjalanan umrah Abu Tours terus berlanjut. Di tengah dugaan penipuan yang membelitnya, penelantaran jamaah kembali menghampiri.
Sedikitnya ada 100 jamaah yang usai menunaikan ibadah umrah, terlunta-lunta di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia. Mereka yang tiba pada Selasa dinihari (20/3) pukul 01.00 (waktu di Malaysia sama dengan Makassar) dari Medinah, terpaksa tidur di bandara. Ada yang lelap sambil duduk di kursi besi. Sebagian lainnya telentang di lantai, meski tanpa alas.
Pemandangan miris ini berlangsung hingga pukul 16.00, berdasarkan konfirmasi yang BKM terima dari jamaah yang telantar. Hingga berita ini dibuat, mereka masih menunggu untuk dipulangkan ke tanah air.
Dari 100 orang tersebut, terdapat delapan orang yang merupakan satu keluarga dari pejabat di Pemkot Makassar. Ada pula diantaranya pengacara.
Informasi dari jamaah, sesampai di bandara Kuala Lumpur, mereka disuruh menunggu di ruang tunggu tanpa ada kepastian pemulangan.
”Kami telantar di Malaysia dan belum bisa kembali ke Makassar, karena belum ada tiket. Kita tidur di bandara. Tidak ada fasilitas penginapan. Kita tidak mengerti kenapa harus transit di Malaysia. Ini tidak normal,” ujar salah seorang jamaah melalui sambungan telepon selular, kemarin. Ia mewanti-wanti agar namanya tidak disebut.
Pengakuan jamaah lainnya, mereka diberangkatkan umrah setelah membayar biaya tambahan Rp15 juta. Dari Makassar mereka diterbangkan ke Jakarta. Selanjutnya diinapkan di penginapan yang dinilai sangat tidak memuaskan.
Hal yang tak jauh berbeda kondisinya di Medinah. Mereka ditempatkan di penginapan yang sangat jauh dari tempat ibadah.
Jamaah yang telantar ini berasal dari beberapa kabupaten/kota di Sulsel. Diantaranya Kabupaten Bulukumba, Selayar, Bone, Gowa dan Kota Makassar.
Awal selaku ketua tim dari Abu Tours yang mendampingi para jamaah, mengaku tengah mengupayakan proses pemulangan ke tanah air. ”Kami tiba semalam dan hingga saat ini masih ada di bandara Kuala Lumpur. Tapi tidak usah bikin cemas jamaah. Tidak usah diberitakan, nanti jamaah resah. Doakan saja kami. Jangan menambah rumit. Kami tetap fasilitasi pemulangan. Sabar saja,” ujar Awal yang juga berbicara melalui gawai, kemarin.

Kesalahan Koordinasi

Dihubungi terpisah di Makassar, Direktur Operasional Abu Tours, Agus Camma menegaskan bahwa tidak ada jamaah Abu Tours yang terlantar di Malaysia. Semua hanya kesalahan koordinasi.
Agus tak tahu pastinya kapan jamaah tersebut tiba di Malaysia. Namun, ia mengatakan jika mereka hanya connecting flight saja. Jamaah akan dipulangkan ke Makassar pada pukul 16.00 waktu Malaysia dengan charter flight KLM Malaysia.
Connecting flight sendiri adalah kondisi yang mengharuskan penumpang untuk mengubah pesawat atau maskapai penerbangan ke yang lain di lokasi tertentu, sebelum sampai di lokasi tujuan.
“Tidak ada yang telantar. Bukan telantar itu. Hanya connecting flight. Jam 4 (pukul 16.00) nanti (kemarin) mereka ke Makassarmi pakai KLM,” jelasnya.
Agus menambahkan, sebenarnya jamaah tak perlu menunggu di bandara. Karena pihak Abu Tours telah menyediakan penginapan khusus buat mereka. Namun telatnya koordinasi dari pihak handling bandara kepada jamaah membuat mereka harus beristirahat di bandara untuk sementara.
“Kami menyiapkan penginapan buat mereka. Ada itu. Tapi pihak handling di bandara sana telat koordinasinya, jadinya begini,” terang Agus.

Dipertanyakan Transit di Malaysia

Kepala Bidang Perjalanan Haji dan Umrah Kemenag Sulsel Kaswad Urais, mengakui bahwa sejauh ini pihaknya belum menerima laporan soal adanya jamaah Abu Tour yang terlunta-lunta di bandara Malaysia.
Namun dia menekankan, jika memang ada persoalan seperti itu, pihak penyelenggara harus bertanggung jawab penuh untuk kepulangan para jamaahnya ke tanah air.
“Kami belum terima laporan apa-apa. Nanti kami cari tahu apakah memang ada pemberangkatan Abu Tours ke Tanah Suci yang kepulangannya bermasalah,” ujar Kaswad, Selasa (20/3).
Dia mempertanyakan keberadaan jamaah Abu Tour yang ‘terdampar’ di Malaysia. Menurutnya, selama ini, jamaah Abu Tours selalu menggunakan penerbangan langsung dari Makassar ke Tanah Suci menggunakan pesawat Lion Air. Kalaupun ada transit, biasanya singgah di Kolombo.
“Jadi kalau ada transit di Malaysia, yah dipertanyakan. Kenapa lewat Malaysia? Tidak pernah ada Abu Tours transit di Malaysia. Kami akan konfirmasi persoalan ini ke Abu Tours,” ungkapnya.
Dia melanjutkan, kalau memang informasi valid jika ada jamaah Abu Tours yang ditelantarkan di Malaysia, Kemenag akan memberikan teguran sekaligus sanksi adminintratif.
“Hanya sebatas itu yang bisa dilakukan Kementerian Agama, ” jelasnya.
Kalaupun ada jamaah yang merasa dirugikan karena kejadian ini, dipersilahkan untuk melapor ke aparat kepolisian untuk diproses.
Dia enggan berkomentar jauh terkait langkah yang bisa dilakukan untuk memulangkan para jamaah tersebut ke tanah air. Menurutnya, pemerintah tidak punya tugas untuk memulangkan jamaah. Sepenuhnya menjadi tanggung jawab penyelenggara.
“Pemerintah tidak pernah punya tugas untuk memulangkan jamaah. Itu sepenuhnya tanggung jawab penyelenggara,” pungkasnya. (mat-jun-rhm/rus)




×


100 Jamaah Abu Tours Terlunta-lunta di Bandara Malaysia

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar