MAKASSAR, BKM — Sudah 15 tahun Makassar tidak pernah mendapatkan kesempatan mengirim tenaga kerja magangnya ke Negeri Sakura Jepang. Kini, peluang itu datang lagi. Kuota sebanyak 150 orang dialokasikan untuk Makassar melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker).
Sebagai persiapan menjelang rekruitmen, Disnaker mengagendakan menggelar sosialisasi dan mengumpulkan para pemangku kepentingan di Balai Kota Makassar. Sosialisasi ini penting dilakukan guna memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat Makassar, untuk dapat memanfaatkan kesempatan magang ke Jepang.
”Bagi warga Makassar yang ingin bekerja magang di Jepang, sekawangah waktunya. Sebanyak 150 orang kuota yang diberikan untuk kita tahun ini,” ungkap Kepala Disnaker Makassar Andi Irwan Bangsawan dalam diskusi Mempoki (Membahas Problematika Kota Kita) ri BKM, Selasa (20/3).
Kegiatan berlangsung di ruang rapat redaksi Harian Berita Kota Makassar Lantai III Gedung Graha Pena. Hadir Direktur BKM Fachruddin Palapa, Pimpred Muh Arsan Fitri serta para redaktur. Mereka mengupas tentang agenda program Disnaker, yang kemudian ditanggapi kadis bersama pejabatnya.
Kriteria bagi calon pekerja magang yang dibutuhkan, yakni pemuda dengan usia minimal 20 tahun dengan jenjang pendidikan mulai SMA sampai S1. Merupakan warga asli dengan identitas berdomisili di Makassar.
“Untuk proses pendaftarannya sementara kita persiapkan. Minggu disosialisasikan kepada semua stakeholder di balai kota. Bulan Apri sudah bisa dilaksanakan tes,” terang Irwan Bangsawan.
Bagi mereka yang lulus dan terpilih untuk mengikuti program magang ini, selanjutnya diberikan pembinaan serta pelatihan sebelum diberangkatkan ke Jakarta. Selain tes kesehatan, mereka juga mendapatkan kursus bahasa Jepang selama empat bulan.
”Pendaftar betul-betul kita seleksi ketat. Ini berkaca pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana cukup tinggi animo masyarakat untuk menjadi pekerja magang ke Jepang. Sampai-sampai ada yang mengubah ijazahnya. Ini yang tidak kami harapkan,” tandas Irwan.
Disnaker menginginkan mereka yang mendaftar merupakan penduduk asli Makassar yang dibuktikan dengan KTP. Nantinya, pihak Disnaker akan turun mengecek rumah pendaftar guna memastikan apakah mereka benar-benar warga Makassar atau bukan.
Selama kurun waktu lima tahun terakhir, Disnaker menargetkan 600.000 kesempatan kerja bagi warga Makassar. Angka tersebut wajib dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab Disnaker dalam rangka mengentaskan pengangguran di kota ini.
Menurut Irwan Bangsawan, tugas OPD yang dipimpinnya adalah bagaimana menciptakan peluang dan kesempatan kerja. “Jadi bukan menghilangkan pengangguran, tapi bagaimana menciptakan peluang dan kesempatan kerja. Hingga tahun ini sudah 361.247 peluang dan kesempatan kerja yang dihadirkan Disnaker. Insyaallah hingga masa periode wali kota dan wali kota berakhir tahun depan, peluang dan kesempatan kerja bisa melebihi target mencapai 600.000,” ujarnya optimistis.
Irwan menambahkan, ada lima tugas dan kewenangan Disnaker. Diantaranya bagaimana membangun hubungan komunikasi dengan karyawan dan buruh, serta bagaimana menjalin hubungan dengan perusahaan. “Kadang-kadang antara perusahaan dan buruh kurang harmonis. Olehnya itu, Disnaker hadir bagaimana membela hak-hak karyawan dan membina hubungan industrial diantara internal mereka. Ini tugas paripurna saya selama enam kali mendapatkan jabatan eselon II,” terangnya.
Terkait angka pengangguran, Irwan menjelaskan, tahun 2015 lalu jumlahnya mencapai 71.406 jiwa. Tahun ini turun menjadi 64.964 jiwa. Ada selisih atau pengurangan hingga 6.000.
”Mengapa kecil penurunannya? Karena saat pendataan tahun 2015 lalu, jumlah penduduk masih di angka 1,5 juta jiwa. Sekarang ini angka itu bertambah hingga 1,8 juta jiwa,” jelasnay.
Ada sejumlah program yang telah dilakukan dalam menurunkan angka pengangguran. Sebut saja Manja Rong, yang merupakan singkatan dari maeki a’jama rong. Melalui program ini ada dua kegiatan yang dilaksanakan, yakni pendidikan pelatihan, dan job fair. Kalau job fair sudah tiga kali dilaksanakan selama tahun 2017 lalu. Para pencari kerja sangat antusias dalam menghadiri job fair ribuan orang.
“Selain job fair, tahun ini kami mengaktifkan program job fair arena. Program ini mengupdate seluruh informasi tentang lowongan kerja setiap hari dalam portal Disnaker Kota Makassar. Ada group HRD di seluruh perusahaan di Kota Makassar. Mereka kirim lowongan kerjanya di portal. Meski begitu, job fair tetap dilaksanakan bekerja sama dengan perusahaan dan perguruan tinggi,” ujarnya. (arf-war)
Mau Bekerja di Jepang? Disnaker Cari 150 Orang
×

