MAKASSAR, BKM — Gelanggang Olah Raga (GOR) Sudiang kondisinya kini memprihatinkan. Bangunan yang berlokasi di Jalan Pajjaiyyang nomor 111, Kelurahan Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar ini seolah tak terurus, jorok serta kumuh.
Dibangun pada tahun 2004 silam, GOR Sudiang menghabiskan dana APBD Sulsel sebesar Rp60 miliar. Gedung ini untuk berbagai kegiatan olah raga, seperti tenis, bulutangkis, karate, bola voli dan sepak takraw. Didesain dengan bentuk bundar, GOR Sudiang memiliki kapasitas 5.000 penonton.
Setiap tahun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel mengucurkan biaya pemeliharaan yang jumlahnya tidak sedikit. Di akhir tahun 2017 lalu, dialokasikan anggaran sebesar Rp839.980.000 untuk pengecatan GOR Sudiang. Duitnya diambil dari APBD Sulsel 2017.
Proyek dikerjakan CV Karya Muhcvi Persada, dengan nomor kontrak: 02/Kontak-GOR Sudiang/Dispora/IX/2017 tanggal 25 September 2017. Pelaksanaan kegiatan berlangsung 28 September 2017, dan selesai 28 Desember 2017.
Namun, fakta di lapangan begitu memiriskan. Dari pantauan BKM, Sabtu dan Minggu (24-25/3), tidak semua bangunan gedung dicat dengan biaya yang hampir menyentuh Rp1 miliar tersebut. Selain itu, bambu yang usai dipakai untuk pengecatan masih teronggok di lantai dua gedung. Menutupi salah satu pintu GOR.
Tumpahan cat juga dibiarkan menempel di dinding. Tempat bekas cat juga terlihat bertumpuk di closet berdiri dalam WC. Kaca jendela dipenuhi goresan cat yang tak dibersihkan. Pemandangan kumuh ini tersaji di bagian luar lantai dua.
Di bagian lain lantai dua tergeletak selembar papan bicara proyek pengecatan. Wujudnya masih utuh dan tergolong baru. Tumpukan sampah juga berserakan di mana-mana.
Selain pengecatan yang terkesan asal jadi, fasilitas pendukung di GOR Sudiang juga banyak yang mengalami kerusakan dan tidak ada upaya untuk memperbaikinya. Lagi-lagi BKM mendapatinya di lantai dua gedung bagian luar.
Di salah satu WC, air tampak menggenang. Tak ada satupun tempat buang air kecil yang berfungsi di dalamnya. Hampir semua WC di lantai dua tak bisa digunakan.
Belum lagi tegel lantai yang pecah dan tak diganti. Aksi vandalisme (corat coret di dinding) juga banyak terlihat.
Seorang warga Makassar yang datang ke GOR Sudiang, kemarin sangat prihatin melihat kondisi bangunan ini. Apalagi setelah ia mengetahui jika baru saja digelontorkan dana sebesar Rp800 juta lebih untuk pengecatan.
”Ini saja tidak dicat. Kalau Rp800 juta itu memang dipakai untuk pengecatan, satu gedung ini bisa selesai. Apa sajakah yang dicat ini?”
cetus pria yang juga seorang pengusaha konstruksi ini.
Yang terlihat masih baru warna catnya adalah tiang pilar gedung di lantai dua. Termasuk dindingnya. Sementara di lantai satu, masih banyak yang tampak kusam dan dipenuhi coretan.
Tahun Ini Dianggarkan Lagi
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel Sri Endang Sukarsih, membenarkan jika tahun lalu GOR Sudiang mendapat alokasi anggaran melalui APBD 2017 untuk melakukan pengecatan. Ada pula perbaikan kamar mandi. Itu menjadi bagian dari pemeliharaan GOR.
”Tapi saya tidak ingat detailnya berapa. Sekarang sudah adami kelihatan warna hijau GOR,” katanya ketika dihubungi BKM, Minggu (25/3).
Dia menegaskan, yang namanya bangunan sudah jadi, ada anggaran yang dialokasikan untuk biaya pemeliharaan. Apalagi gedungnya selalu digunakan, seperti GOR Sudiang.
Tahun ini, lanjut dia, tetap ada alokasi anggaran untuk pemeliharaan GOR Sudiang. Rencananya, akan diperuntukkan bagi perbaikan atap yang bocor. Selain itu, untuk mempercantik tangga dengan efek tiga dimensi agar bisa dipakai untuk berswafoto.
Dia melanjutkan, GOR Sudiang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan dari olah raga, pendidikan, dan lainnya. Tentu saja, pemakaiannya tidak gratis alias disewakan karena menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) Sulsel.
Menurutnya, tahun lalu, kontribusi PAD GOR Sudiang sebesar Rp325 juta atau mencapai target 100 persen dari yang diharapkan. Sementara tahun ini, kontribusi PAD yang diharapkan bisa dicapai dari pemasukan GOR Sudiang sekitar Rp600 juta.
Selain sewa GOR, penyewaan lahan yang masuk di kawasan tersebut serta retribusi parkir juga masuk dalam item penyumbang PAD. Besarannya, kata Sri Endang, mengacu pada Peraturan Gubernur (Pergub) dan Peraturan Daerah (Perda) yang ada.
Khusus untuk sewa gedung olah raga, menurut Sri Endang, selama ini ada tarif yang ditetapkan. Namun tahun ini targetnya dinaikkan 100 persen. Untuk umum yang sebelumnya Rp2,5 juta per hari, menjadi Rp5 juta. Mahasiswa dari Rp2 juta menjadi Rp4 juta, dan pelajar Rp1,5 juta menjadi Rp3 juta.
Mengenai kebersihan GOR, diakui jika pihaknya terkendala pada terbatasnya tenaga. Itu disebabkan karena anggarannya terbatas.
“Pada prinsipnya tidak adaji yang dikamuflase disini,” pungkas Sri Endang.
Anggota Dewan akan Cek
Dihubungi terpisah, Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Kadir Halid membenarkan jika tahun lalu memang ada alokasi anggaran yang disiapkan untuk pengecatan GOR Sudiang.
“Iya, tahun lalu ada kami setujui anggaran dari APBD untuk pengecatan GOR Sudiang,” ujarnya, kemarin.
Dia berjanji dalam waktu dekat akan melakukan pengecekan di sana. Pihaknya akan mengatur jadwal terlebih dahulu.
“Saya memang rencana akan melakukan pengecekan di sana. Mau diatur jadwalnya dulu, ” pungkas Kadir.
Hal yang sama dikemukakan anggota Komisi E DPRD Irfan AB. Menurutnya, dengan anggaran yang dialokasikan, seharusnya GOR Sudiang semakin kelihatan baik. Namun untuk memastikan seperti apa kondisinya di lapangan, direncanakan untuk melakukan kunjungan ke sana dalam waktu dekat. “Akan kita agendakan berkunjung ke sana,” pungkasnya. (rhm/rus)

