pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Nasib pelajar asal pulaSiswa Asal Pulau Dibebani Biaya Transpor-Akomodasiu

MAKASSAR, BKM — Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP berlangsung 23-26 April mendatang. Tahun ini, peserta ujian di Kota Makassar mencapai 23.609 siswa. Mereka berasal dari 253 sekolah. Terdiri dari 58 SMP negeri dan 195 SMP swasta.
Dari keseluruhan sekolah tersebut, terdapat lima SMP yang terletak di wilayah kepulauan. Karena keterbatasan akses internet, sebanyak 178 siswa dari lima sekolah itu tidak melaksanakan UNBK di pulau. Mereka akan dimobilisasi ke Makassar untuk mengikuti ujian, yang rencananya berlangsung di gedung SMK 4 Makassar.
Jauhnya jarak dari pulau ke Makassar membuat mereka tidak bisa bolak balik dalam sehari. Karenanya, siswa tersebut diinapkan di hotel terdekat dari lokasi ujian.
Di tahun-tahun sebelumnya, biaya transportasi dan akomodasi bagi pelajar asal pulau ini ditanggung oleh Pemkot Makassar melalui Dinas Pendidikan. Namun hal tersebut tidak berlaku tahun ini. Semuanya dibebankan kepada orang tua masing-masing siswa.
Kepala Seksi Pembelajaran Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Makassar Syarifuddin, mengatakan biaya transportasi dan akomodasi siswa peserta UNBK ditanggung oleh orang tua melalui musyawarah sekolah. “Tergantung kesepakatan orang tua, berapa dana yang disepakati nantinya. Termasuk hotel yang dipilih untuk menginap,” ujarnya.
Jika ada siswa asal pulau yang ingin ikut ujian di kota namun memiliki biaya, Syarifuddin menegaskan hal itu menjadi tanggung jawab pihak sekolah. Mereka diminta untuk proaktif membantu, dengan cara sharing partisipasi orang tua yang mampu untuk membantu yang tidak mampu.
“Dari tahun lalu sudah tidak ada alokasi anggaran untuk siswa yang ada di pulau untuk ikut ujian di kota. Mereka menginap di penginapan berkat pastisipasi sekolah-sekolah dan orang tua. Jadi tahun ini kita meminta seperti itu kembali. Orang tua yang tidak mampu harus dibantu. Jika ada anak yang tidak ikut ujian hanya kerena masalah biaya, maka pihak sekolah yang kami akan tegur,” tegasnya.
Sontak saja beleid Disdik Makassar ini mengundang reaksi. Khususnya dari kalangan anggota dewan. Mereka sangat menyayangkan kebijakan tersebut.
”Sepengetahuan kita, untuk biaya transportasi dan akomodasi siswa yang melaksanakan UNBK, khususnya yang dari pulau ditanggung melalui dana BOS. Kalau tidak, ada dalam anggaran Disdik. Pokoknya ada itu. Ini mungkin ada miskomunikasi lagi di Disdik. Nanti saya konfirmasi ke sana,” ungkap Ketua Komisi D DPRD Makassar Sampara Sarif, Minggu (1/4).
Terkait pengakuan Syarifuddin, legislator Fraksi PPP ini mengakui hal tersebut belum pernah disampaikan oleh pihak sekolah ataupun dari Disdik. ”Saya juga kan anggota komite sekolah di pulau. Tapi sampai saat ini belum pernah dengar kalau biaya transportasi dan akomodasi siswa yang akan ikut UNBK ditanggung orang tua melalui musyawarah sekolah. Tidak ada edaran seperti itu,” cetusnya.
Anggota Komisi D Basdir, menilai bahwa beban biaya ujian sangat memberatkan orang tua siswa dari pulau. Karenanya, Disdik mesti memberikan perhatian lebih terhadap pelajar dari sana.
”Disdik mestinya memberi perhatian lebih bagi anak-anak kita yang ada bersekolah di pulau. Ini tanggung jawab pemerintah kota, khususnya Dinas Pendidikan. Jangan karena orang tua terbebani biaya macam-macam, anak-anaknya juga terpengaruh sehingga banyak yang tidak lulus ujian,” terang Basdir.
Baik Sampara Sarif maupun Basdir bersepakat, bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan memanggil Disdik untuk memberikan penjelasan terkait kebijakan barunya ini. (ita/rus)




×


Nasib pelajar asal pulaSiswa Asal Pulau Dibebani Biaya Transpor-Akomodasiu

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar