MAKASSAR, BKM — Kepala SD Negeri Panaikang 2 A Mayurin menyampaikan klarifikasi terkait peristiwa memalukan yang terjadi di dalam lingkungan sekolahnya. Ia menyayangkan video kejadian tersebut tersebar luas melalui media sosial.
”Sebenarnya tidak ada yang melapor dengan kejadian ini. Saya juga tidak pernah mengancam. Kalau menendang, itu sebenarnya tidak keras. Hanya bertujuan untuk mendidik,” ujar Mayurin melalui telepon selular, Jumat (6/4).
Menurutnya, bukan orang tua murid Ad yang keberatan. Melainkan dipanas-panasi oleh orang tua murid lainnya. Dan setelah mereka bertemu, ternyata masih ada punya hubungan keluarga.
”Jadi sudah tidak ada masalah lagi,” imbuhnya. Ia juga sudah datang ke kantor Dinas Pendidikan Makassar untuk memberikan klarifikasi terkait kejadian ini, kemarin.
Dikonfirmasi terpisah, Anchy selaku orang tua Ad mengatakan, Mayurin telah datang ke rumahnya dan meminta maaf atas kesalahan yang diperbuatnya.
”Kepsek datang ke rumah ditemani Babinsa dan Bimmas. Di depan mereka, kepsek sudah minta maaf. Katanya khilaf. Saya juga klarifikasi, kami tidak ada hubungan keluarga. Tapi ipar saya kenal baik dengan kepsek,” jelasnya.
Dia juga menegaskan, tidak benar kalau terjadi perkelahian. ”Yang terjadi sebenarnya pemukulan. Justru kepsek yang mencoba memukul saya. Tapi saya menghindari pukulannya. Pas saya mau balas, saya dipegang oleh dua orang guru. Jadi bagaimana mau memukul,” ungkap Anchy.
Anci menambahkan, bila memang ada balasan pukulan, atau dirinya yang memulai, tentu kepsek akan melakukan pelaporan ke pihak berwajib.
“Kalau kepsek yang saya pukul, tentu dia melapor ke polisi. Bukannya datang ke rumah dan menyesali kejadian yang terjadi. Saya bukan orang gila yang langsung mau pukul kepsek. Saya cuma katakan, seharusnya kepsek membina anak-anak dengan baik. Bukan menendang,” tandasnya. (jun/rus)
Kepsek: Tujuan Saya untuk Mendidik
×

