pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pemkot Desak Kios Kosong Segera Ditempati

MAKASSAR, BKM– Pemerintah Kota Makassar mendesak ke pedagang yang memiliki kios yang masih kosong di Makassar Mal atau Pasar Sentral segera ditempati.

Hal tersebut diharapkan Pemkot Makassar agar aktivitas pedagang di dalam Makassar Mal bisa lebih ramai di Bulan Suci Ramadan.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Makassar, Syamsu Rizal mengaku, telah melakukan pertemuan membahas terkait relokasi pedagang masuk ke Makassar Mal. Pertemuan dihadiri pihak MTIR, BPK dan pedagang Pasar Sentral sekaligus membahas masalah harga yang telah ditetapkan BPK kisaran Rp42 juta per meter.
Dengan adanya pertemuan bersama yang dilakukan oleh pemerintah kota, MTIR, BPK dan pedagang diharapkan bisa menghasilkan solusi pada hasil nantinya. Dan pedagang sudah dapat mengisi kios dan lapak sebelum ramadan.
“Saya sudah pertemukan semua pihak dan target nanti sebelum ramadan kios dan lapak sudah diisi pedagang. Yang menjadi masalah sekarang ini ada di harga. Padahal berdasar keputusan BPK harga berkisar Rp42 juta per meter. Inilah tugas pemerintah bagaimana menyatukan perspektif harga berdasarkan keinginan BPK dan MTIR,” sebut Ical.
Adapun solusi ditawarkan kepada pedagang sebut Ical dengan memberikan sistem cicil kios dan lapak dengan angsuran bervariatif bagi pedagang yang tidak mampu dengan kios dan lapak yang telah ditetapkan. Dengan begitu pedagang semua dapat masuk dan memiliki kios serta lapak.
Direktur Operasional PD Pasar Makassar Raya Japri Y Timbo juga mengatakan, relokasi pedagang di Pasar Sentral tetap terus dilakukan secara bertahap. Penertiban yang dilakukan PD Pasar Makassar Raya di lokasi lapak sementara di Jalan KH Agus Salim sebagai upaya dalam merelokasi pedagang masuk ke dalam Makassar Mal.
“Tetap relokasi dilakukan dan harganya juga sudah ditetapkan berdasarkan putusan BPK. Namun sementara ini relokasi belum dilakukan, hanya penertiban di Jalan KH Agus Salim dulu. Lokasi pengungsian yang masih berdiri di sekitar Makassar Mal juga pasti dilakukan tinggal menjadwalkan saja,” kata Japri, akhir pekan lalu.
Ditanya kapan penertiban kembali, Japri tidak dapat menjawab. Alasannya, pihaknya akan melihat kesadaran pedagang untuk memasuki dan mengisi kios dan lapak di Makassar Mal.
“Sudah adami masuk pedagang tapi tidak semua. Pasti penertiban dan pembongkaran kita lakukan kalau jadwal belum ditahu kapan,” tandasnya.
Terpisah, Wakil Ketua Komisi A Bidang Hukum dan Pemerintahan DPRD Makassar, Wahab Tahir, mengatakan, persoalan pedagang terkait harga kios dan lapak harus diselesaikan. “Kita tidak tahu apakah bulan ramadan ini akan masuk atau tidak. Karena terakhir itu masih persoalkan harga kiosnya,” ungkapnya.
Selain itu legislator Fraksi Golkar ini juga menyebut, pedagang masih ditahan oleh pihak MTIR diakibatkan pedagang belum membayar uang muka atau angsuran pertama untuk beraktivitas di dalam kios.
“Memang di sana itu penetapan harga tersebut berdasarkan hasil audit atau perhitungan yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP),” ucapnya.
Ia juga berharap pedagang segera masuk ke dalam Makassar Mal, agar saat bulan ramadan tidak adalagi penampakan pedagang menjajaki jualannya di luar Makassar Mal. “Kita berharap mereka masuk mi saja dulu, persoalan harga itu bisa dibicarakan belakangan,” katanya.(arf-ita)



×


Pemkot Desak Kios Kosong Segera Ditempati

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar