pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pengadaan Barang dan Jasa Titik Rawan Korupsi

MAMUJU, BKM — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata, melakukan kunjungan ke Provinsi Sulbar, Selasa (10/4). Kedatangannya di provinsi ke 33 tersebut merupakan wujud dari Koordinasi Supervisi Bidang Pencegahan Korupsi (Korsupka).
Tujuannya, membangun kerjasama dengan aparat penegak hukum dan inspektorat serta semua kepala daerah, baik wali kota, bupati, maupun gubernur ditiap daerah. Hal itu dikemukakan Alexander saat melakukan audience pimpinan KPK dengan gubernur, Kajati Sulselbar, Kapolda Sulbar, BPKP, BPK dan inspektorat Provinsi Sulbar yang berlangsung di aula kantor BPKP Sulbar, Selasa (10/4).
Lanjut dikatakan, ada empat agenda yang akan didorong dalam rangka mengkoordinasikan pencegahan, baik masalah penganggaran, pengadaan barang dan jasa, penguatan APIP serta masalah perizinan. Begitu pun tentang masalah pemberantasan korupsi
”Empat hal ini tidak hanya terdapat di Sulbar. Tapi di seluruh provinsi yang menjadi agenda KPK untuk melakukan pendampingan pada Pemda-Pemda di seluruh Indonesia. Semuanya ada 500 lebih, baik ditingkat kota/kabupaten maupun tingkat provinsi,” beber Alexander
Adapun yang menjadi kendala dan keprihatinan bersama ditiap pemerintahan daerah, yaitu pengelolaan tata kelola yang kurang baik. Sehingga diharapkan penyimpangan-penyimpangan prosedur dan pemanfaatan sistem yang kurang maksimal dapat dicegah sejak awal demi mencapai target tata kelola pemerintahan yang berjalan maksimal.
”Terkait laporan-laporan, sudah pasti tiap daerah ada. Dan tiap daerah umumnya terkait pengadaan barang dan jasa. Itu menjadi titik paling rawan,” tandasnya.
Kunjungan kerja Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata tersebut disambut positif Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar. Ali Baal mengemukakan, kunjungan wakil ketua KPK tersebut sangat sejalan dengan visi dan misi pemerintahan gubernur-wakil gubernur Sulbar, yaitu zero korupsi, zero narkoba, dan zero teroris.
”Membangun pemberantasan korupsi harus diawali dari kebiasaan. Sehingga akan menjadi budaya dan kebiasaan kita sehari-hari,” sebut Ali Baal. (ala/mir/c)



×


Pengadaan Barang dan Jasa Titik Rawan Korupsi

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar