pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Bunyi Lonceng dari Ibu Pertanda Waktu Makan

MENGENAKAN seragam serba putih, Andi Bakti Haruni secara resmi dilantik sebagai Penjabat (Pj) Bupati Bone, Kamis (19/4). Pelantikannya dilakukan Penjabat Gubernur Sulsel yang juga Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daeah (Otda) Kementerian Dalam Negeri Sumarsono.

Laporan: Rahmawati Amri

ANDI Bakti, demikian sapaan akrabnya, menggantikan Andi Fahsar Padjalangi yang sudah berakhir masa jabatannya. Sebelum dilantik sebagai penjabat, bapak dua anak ini berstatus sebagai pejabat sementara (pjs) Bupati Bone untuk mengisi kekosongan di sana, karena Andi Fahsar cuti untuk ikut bertarung di pilkada Bone.
Ia merupakan salah satu pejabat eselon II lingkup Pemprov Sulsel. Saat ini, lelaki kelahiran Makassar, 31 Mei 1965 itu juga menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan.
Sosok pejabat satu ini dikenal cukup familiar. Namun, jika menyangkut tugas dan tanggung jawab, dia merupakan sosok pemimpin tegas dan disiplin.
Pria Bone ini mengawali karir ASN (Aparatur Sipil Negara) sebagai staf biasa. Dia pernah tercatat sebagai ASN di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda Sulsel). Karirnya lumayan bagus sebagai seorang birokrat.
Dia pernah menduduki jabatan sebagai Kepala Biro Pemerintah Umum, sebelum dipercaya sebagai Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan hingga sekarang.
Selain menikmati pendidikan dalam negeri, dia juga pernah mengenyam pendidikan di luar negeri, tepatnya di Perancis. Waktu itu, dia mendapat beasiswa untuk tugas belajar. Karena dedikasi dan keinginan kuat untuk mengembangkan diri maupun karirnya, Andi Bakti harus meninggalkan istri dan anaknya yang waktu itu masih bersekolah TK.
Dia lahir dan dibesarkan di kalangan militer. Ayahnya seorang perwira TNI dan petinggi Partai Golkar yang cukup berpengaruh di Kabupaten Bone.
Kendati berasal dari keluarga terpandang dan berkecukupan, Andi Bakti bersama saudara-saudaranya tidak pernah mendapat perlakuan istimewa dari orang tuanya. Malah, dia harus belajar hidup seadanya. Sejak kecil digembleng untuk disiplin serta bisa berbagi. Pasalnya, di rumahnya yang cukup besar, cukup banyak sepupunya yang tinggal.
“Jadi rumah saya itu seperti sebuah asrama. Semua harus disiplin untuk mengikuti aturan yang diterapkan bapak,” ungkap Andi Bakti beberapa waktu lalu saat bincang-bincang santai dengan BKM.
Dia menuturkan, kalau tiba waktu makan, ibunya akan membunyikan lonceng sebagai tanda pemberitahuan. Tidak boleh terlambat. Tidurpun, dia harus rela berbagi tempat dengan saudara dan sepupu-sepupunya.
Andi Bakti juga kerap membantu ibunya membuat dan membungkus air ke dalam plastik untuk dibuat es batu. Semua dinikmatinya tanpa merasa terbebani.
“Jadi masa kecil saya penuh dinamika. Banyak pengalaman berharga yang terkenang,” ungkapnya.
Karena tempaan yang keras dari kedua orang tuanya, Andi Bakti belajar menjadi anak muda yang mandiri. Sehingga ketika dirinya dilepas untuk bersekolah di kota, tak ada kesulitan yang dirasakannnya. (*/rus)



×


Bunyi Lonceng dari Ibu Pertanda Waktu Makan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar