MAKASSAR, BKM– Keberadaan alat proteksi api aktif berupa pompa hydrant yang telah terpasang di tepi jalan raya di Makassar ternyata tidak berfungsi dengan baik. Buktinya ketika terjadi peristiwa kebakaran petugas di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Makassar abaikan dan tidak menggunakan pompa hydrant tersebut.
Kepala Bidang Operasional Damkar Makassar Hasanuddin mengatakan, keberadaan pompa hydrant pilar tepi jalan raya serta di area bangunan bertingkat sangat penting khususnya membantu dan memudahkan petugas Damkar mengakses pasokan air ketika terjadi kebakaran. Namun cenderung keberadaan pompa hydrant di tepi jalan raya yang telah terpasang pasokan airnya tidak cukup untuk digunakan memadamkan api.
“Kita tidak gunakan pompa hydrant tepi jalan raya kalau ada terjadi kebakaran. Kita tidak mau ambil risiko dan membuang-buang waktu apalagi persoalan menjinakkan api. Pernah sekali pengalaman kita gunakan hydrant, tapi tidak ada airnya tidak ada jalur air di dalamnya. Inilah yang kami tidak inginkan,” sebut Hasanuddin, Rabu (25/4).
Dalam ruangan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Damkar Makassar Muh Takdir Hasan Saleh mengatakan pengadaan dan pemeliharaan pompa hydrant tepi jalan raya tidak melekat pada dinasnya. Semua itu diadakan oleh PDAM Kota Makassar termasuk dalam menyalurkan air di hydrant.
“Pemeliharaan dan pengadaan pompa hydrant dari PDAM Makassar. Kami juga tidak tahu berapa banyak dan titik titik pompa hydrant di mana saja,” tandasnya. (arf)
Kurangi Sosialisasi, Dewan Minta Utamakan Pompa Hydrant
MAKASSAR, BKM– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Makassar menegaskan pemerintah kota dalam hal ini Dinas pemadam kebakaran kota makassar untuk mengurangi kegiatan sosialisasi dan mengutamakan perbaikan pompa Hydrant yang rusak untuk mengantisipasi musim kemarau.
Ketua Komisi D DPRD Makassar, Sampara Sarip mengatakan melihat tidak lama lagi musim kemarau akan tiba, dewan menginstruksikan agar dinas terkait sudah mempersiapkan langkah yang tepat untuk mempersiapkan pompa hydrant di masing-masing titik yang dipasang. Apalagi menurut Sampara, sudah ada anggaran untuk pemeliharaan pompa hydrant yang dipersiapkan di APBD.
“Kondisi hydrant saat ini memang banyak tergantung pada PDAM Makassar, kan seperti itu. Saya lihat ini juga hydrant kita ini ada pemeliharaanya di damkar, inilah yang menjadi perhatian lebih damkar untuk lebih mengutamakan perbaikan pompa hydrant yang ada di beberapa titik di kota makassar,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu (25/4).
Lanjut Legislator Fraksi PPP ini bahwa perhatian pemkot memang harus lebih besar saat masuknya musim kemarau, sebab kebutuhan air akan melonjak terlebih lagi jika ada masalah kebakaran yang menimpa salah satu masyarakat kota makassar. Apalagi dewan tidak ingin belakangan pihak Damkar baru akan mengeluh jika sudah masuk musim kemarau untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Musim kemarau ini perlu diantisipasi memang. Ini anggarannya kan ada untuk mencover pompa hydrant di APBD, Musim kemarau itu untuk mengantisipasi memang harus di cek ulang dan dipelihara dengan baik kalau memang masih ada yang rusam,” katanya.
Senada dengan Sampara Sarip, Sekertaris Komisi D DPRD Makassar, Supratman menuturkan sudah sejak awal dewan menginstruksikan agar pihak damkar memperhatikan pompa hydrant yang bermasalah dan melakukan pemeliharaan pompa yang masih bagus.
“Itulah kemarin kita di DPRD sudah disetujui anggaran untuk perbaikan dan mengadakan ulang untuk beberapa titik pompa, itu sudah jelas di APBD makanya tidak ada alasan untuk tidak memperhatikan kalau bukan di pokok, nanti kita usulkan di perubahan,” ucapnya.
Apalagi kebutuhan air tentu akan meningkat saat musim kemarau dan musibah kebakaran sering kali terjadi di makassar jika musim kemarau. “Kita tidak mendoakan ada seperti itu, tapi ini untuk antisipasi jika ada terjadi di musim kemarau. Kita ingin hydrant ini berfungsi jika sudah diperlukan nantinya, jangan saat dipergunakan nanti, hydrant tidak berfungsi apalagi inikan banyak tergantung suplei airnya di PDAM,” tambahnya.
Selain itu baik Sampara dan Supratman mengusulkan agar damkar berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk membuatkan alternatif lain jika hydrant mengalami masalah saat musim kemarau. Solusi ini dalam bentuk perjanjian kerjasama, untuk memasang di tiap kecamatan membangun ground tank untuk menampung air dimusim kemarau, sebab diakui jika selama ini belum ada pengadaan dan perjanjian seperti tersebut.
“Perjanjian kerjasama ini harus sinergi, kita juga ingin ditiap kecamatan makassar utara dan makassar selatan ini harus memang ada titik-titik yang siap seperti ground Tank yang siap, kalau hydrant bermasalah maka itu bisa menjadi solusi untuk masing-masing kecamatan,” tuturnya.
“Jangan ada lagi alasan untuk damkar, dari pada dipakai anggaran APBD untuk sosialisasi mending digunakan untuk pengadaan iyu demi kesejahteraan masyarakat kedepannyadan sarana prasarana di damkar juga lebih baiknya di perbaiki jangan ada lagi kelauhan selama ini,”tutupnya.

