MAKASSAR, BKM — Gurauan bom berujung pada gagal terbangnya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Peristiwa itu berlangsung di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kamis (3/5) pukul 10.15 Wita.
Adalah Zadrak Rumbino yang mengalami kejadian tersebut. Ia menumpang pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6265 dengan tujuan Jakarta, dan transit di bandara Sultan Hasanuddin. Candaannya yang menyebut ada bom, telah memicu kepanikan penumpang yang berada di pemeriksaan SCP Transit Bandara.
Warga Jalan Jawa Palapa Permai, Kelurahan Karang Indah, Kecamatan Merauke, Papua inipun harus menjalani pemeriksaan dan gagal diterbangkan oleh pihak maskapai Batik Air.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, mengaku telah menerima informasi adanya seorang penumpang Batik Air yang diamankan oleh petugas Bandara Internasional Sultan Hasanuddin. Kata dia, penumpang tersebut diamankan karena bergurau dengan mengeluarkan kata bom yang memicu kepanikan.
”Karena gurauannya, dia terpaksa gagal terbang. Karena harus menjalani pemeriksaan petugas kepolisian bandara,” terang Kombes Dicky, kemarin.
Dijelaskan Dicky, kata bom meluncur dari mulut ASN tersebut ketika tas miliknya hendak diperiksa oleh petugas x-ray. ”Dia bilang di dalam tasnya ada bom. Ini kesalahannya sehingga dia diamankan,” beber Dicky.
Sebelumnya, lanjut Dicky, petugas operator x-ray bernama Azmir Zainuddin menaruh curiga pada sebuah benda bundar di dalam koper yang dibawa oleh Zadrak Rumbino. Azmir selanjutnya memerintahkan St Marwah untuk melakukan pemeriksaan manual terhadap benda yg dicurigai tersebut.
“Ketika barang bawaan milik penumpang akan diperiksa petugas bernama St Marwah, terlebih dahulu meminta izin kepada pemiliknya. Kemudian dilakukan pemeriksaan manual. Saat penumpang ini diperiksa, dia bilang; hati-hati di dalam koper saya ada bom. Petugas langsung melaporkan penumpang ini ke Squad Leader hingga akhirnya diamankan,” jelas Dicky lagi.
Di depan petugas, Zadrak mengaku dirinya hanya bergurau. Dia melakukannya secara spontan. Tidak ada maksud apa-apa.
”Meski mengaku bergurau, tetap dilakukan pemeriksaan. Hasilnya, tidak ditemukan barang berbahaya di dalam tas miliknya,” terang perwira tiga melati di pundaknya ini.
Usai menjalani pemeriksaan, Zadrak lalu dibuatkan surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. (ish/rus)
Bergurau Ada Bom di Tas, ASN Gagal Terbang
×

