pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Lampu Mati di SMKN 4, Prof Dwia Kecewa

MAKASSAR, BKM — Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Prof Dwia Ariestina Pulubuhu memantau sejumlah lokasi pelaksanaan ujian Seleksi Bersama  Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) di Kota Makassar, Selasa (8/5).
Tempat yang didatangi adalah SD Sudirman Makassar, SMKN 4 Makassar, Fakultas Teknik Non Reguler Baraya, dan SMAN 17 Makassar. Dari empat lokasi tersebut, Prof Dwia mengaku kecewa dengan fasilitas ruangan di SMKN 4 Makassar.
Bagaimana tidak, lampu di salah satu ruangan di SMKN 4 Makassar tidak menyala. Padahal, peserta ujian harus mendapatkan suasana nyaman agar, mereka dapat mengerjakan soal dengan maksimal.
“Misalnya SMK 4 tadi, Saya agak sedikit anu (kecewa), kenapa gelap begitu. Ternyata lampunya mati. Begitu diganti, baru nyala,” cetus Prof Dwia usai meninjau ujian SBMPTN di SMAN 17 Makassar di Jalan Sunu.
Atas kejadian itu, ia rektor Unhas dua periode ini mempertimbangkan kembali menggunakan SMKN 4 Makassar sebagai tempat pelaksanaan ujian SBMPTN tahun depan.
“Nda boleh itu, kasihan anak-anak. Ganti lampunya,” kata Dwia kepada stafnya dan pihak sekolah.
Dia menegaskan, sebelum masuk sesi kedua tesnya, lampu di ruangan tersebut sudah harus diganti. Diketahui, ada dua ruangan kelas yang lampunya tidak menyala di lokasi ini.
Prof Dwia juga menegaskan rencananya untuk mengevaluasi semua lokasi yang dijadikan sebagai tempat ujian SBMPTN tahun ini. 
“Kita juga melihat kondisi ruangan kan. Nanti evaluasi kita tahun depan, apakah lokasi itu dipakai lagi atau tidak,” jelas Prof Dwia. 
Ia mengatakan, peninjauan pelaksaanaan ujian SBMPTN ini juga untuk melihat proses pengawalan dari para pengawas.
Di bagian lain penjelasannya, Prof Dwia menyatakan bahwa Unhas akan mencoba mengusulkan ujian SBMPTN menggunakan gawai.
“Ya kita siap. Tahun ini kan sudah di Unpad. Tahun depan kita coba mendaftar untuk android juga,” kata Prof Dwia.
Ia mengatakan, uji kelayakan penggunaan gawai dalam ujian SBMPTN akan ditinjau oleh Kemenristek Dikti. Pihak Unhas hanya menyediakan fasilitas seperti server, serta UPS sebagai penunjang dalam pelaksaan ujian SBMPTN berbasis android. 
Saat ini, di Unhas sudah diterapkan ujian berbasis komputer. Hanya saja, masih terbatas. Jumlah komputer yang disediakan baru 500 unit. Rencananya akan terus dilakukan penambahan komputer sampai 200 unit. 
Prof Dwia mengklaim, pelaksanaan ujian SBMPTN secara keseluruhan berlangsung lancar. Untuk tahun ajaran 2018/2019, Unhas menetapkan daya tampung mahasiswa baru sebanyak 7.076 orang.
Ishaq Rahman selaku Kepala Unit Humas dan Protokoler menjelaskan, komposisi presentasi penerimaan melalui jalur SNMPTN, SBMPTN, dan jalur mandiri diubah. 
Untuk SNMPTN sebesar 35 persen atau 2.466 kursi, SBMPTN 45 persen atau 3.168 kursi, dan jalur Mandiri 20 persen atau 1.442 kursi.
Mengantisipasi kasus perjokian, Ishaq menyatakan intinya pengamanan dan pengawas. Termasuk masalah distribusi soal dalam pengamanan ketat. Aspek hukum, yakni konsekuensi jika ada pengawas yang terlibat, apalagi ada jabatan yang akan menjadi pertaruhan, selain ancaman pidana umum juga tipikor sesuai rekomendasi Lembaga Bantuan Hukum Unhas.
Ia menegaskan, bila pihaknya menemukan peserta SBMPTN yang diwakilkan calo, maka digugurkan. Termasuk tindakan diskorsing hingga dikeluarkan dari kampus.
Ujian tertulis SBMPTN hanya berlangsung satu hari. Sementara untuk tes keterampilan akan dilakukan hari ini, Rabu (9/5).
Dalam pelaksanaan SBMPTN 2018 ini, panitia lokal (Panlok) 82 melibatkan 5.084 pengawas untuk memantau. Berasal dari Unhas, UNM, dan Unsulbar.

Peserta
Difabel di UNM

PELAKSANAAN ujian SBMPTN di Universitas Negeri Makassar yang tergabung di panlok 82 (UNM, Unhas, UIN, dan Unsulbar), kemarin berjalan lancar. Hal ini sesuai pantauan BKM. Juga seperti yang dikatakan Ketua Panlok 82 sekaligus Rektor UNM Prof Husain Syam.
“Seperti yang kita lihat bersama tadi, pelaksanaan SBMPTN berjalan dengan baik,” kata Husain usai pemantauan, kemarin.
Pengawasan yang dilakukan oleh panitia kepada para peserta begitu ketat. Hal ini supaya tak ada praktik kecurangan yang dilakukan selama SBMPTN berlangsung.
Para peserta yang melakukan ujian di UNM tak diperbolehkan membawa telepon genggam sejak dimulainya ujian. Bahkan saat izin untuk buang air kecil, peserta harus diawasi oleh pengawas.
Penjagaan memang benar-benar dilakukan secara maksimal. Bahkan untuk polisi yang bertugas melakukan penjagaan, hanya diperbolehkan berada diluar area ujian. Tak diperbolehkan masuk ke area tertentu di lokasi ujian.
Dari seluruh peserta SBMPTN, ada tiga orang peserta difabel yang mengikuti ujian di UNM. Salah satunya mengikuti ujian di MTsN Model Makassar. Ia bernama Nurul Ramadhani Mappa, penderita tuna rungu.
Nurul mengikuti ujian bersama dengan peserta normal lainnya. Ruangannya tak dipisahkan, namun Nurul tampak tak kesulitan mengikuti aturan yang ada dan mampu mengerjakan soal dengan baik. Di ruangan itu ada tiga orang pengawas. Salah satunya adalah dosen pendidikan luar biasa UNM, Muf’adi. Muf’adi sendiri bertugas membimbing Nurul dalam pengerjaannya.
Muf’adi mengatakan jika Nurul masih masuk dalam kategori tuna rungu sedang. Pendengarannya agak terganggu, namun jika diajak bicara dengan suara keras, ia masih bisa mengerti.
Bahkan Muf’adi sendiri mengatakan jika seharusnya tak perlu ada pengawasan khusus kepada penderita tuna rungu. Karena para penderita tuna rungu ini masih bisa mengerti apa yang diinstruksikan.
“Yang harus ditangani secara khusus itu yang low. Yang tuna netra, atau yang betul-betul buta, karena mereka betul-betul tak bisa melihat apa yang kita perlihatkan,” kata Muf’adi.
Walaupun begitu, Muf’adi tetap menginstruksikan Nurul memakai gerakan. Tujuannya supaya lebih memahami.
Pembantu Rektor I UNM Prof Muharram, mengatakan tak ada prioritas khusus kepada para penyandang difabel ini. Menurutnya, mereka akan dinilai sama dengan para peserta lain.
“Tidak ada prioritas bagi penyandang difabel. Mereka tetap akan dinilai berdasarkan hasil kerja mereka,” kata Prof Muharram.
Tes keterampilan SBMPTN sendiri akan dilaksanakan hari ini, Rabu (9/5) dan Jumat (11/5). Tes dilaksanakan bagi para peserta yang mendaftar di beberapa jurusan khusus, seperti seni dan olahraga. Berlangsung Falultas Seni dan Desain (FSD), serta Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK).
Pengumuman SBMPTN sendiri akan diumkan pada 3 Juli 2018 mendatang.
Di UNM, menurut Prof Husain Syam, jumlah pelamar pada SBMPTN tahun ini mengalami kenaikan sebanyak 7.960 orang. Jumlah pelamar pada tahun ini sendiri mencapai 51800 orang.
Ada 60 program studi yang bisa didaftar oleh para pelamar di SBMPTN di UNM. Lima program studi diantaranya menjadi favorit bagi pera pelamar. Namun para pelamar harus berjuang keras supaya bisa lolos, karena jumlah kouta yang disediakan tak sebanding dengan jumlah pelamar.
Kouta yang tersedia inipun bukan hanya berasal dari SBMPTN. Namun juga berasal dari SNMPTN dan jalur mandiri.
Untuk SBMPTN sendiri hanya minimal 30 persen dari kouta yang tersedia. “Jumlah itu bisa bertambah jika pendaftar di SNMPTN ada yang tidak mendaftar ulang,” kata Prof Husain. (nug/rus/b)



×


Lampu Mati di SMKN 4, Prof Dwia Kecewa

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar