pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

RPG: Ada Dua Solusi Atasi Kisruh Pasar Sentral

ANGGOTA Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan, Rudi Pieter Goni hadir dalam sesi diskusi Mempoki ri BKM (Membedah Permasalahan Kota Kita di BKM), Jumat (11/5). Ada banyak persoalan yang terungkap dan coba dicarikan solusinya. Salah satunya tentang New Makassar Mal.
Wakil rakyat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang akrab disapa RPG ini, menegaskan seharusnya pedagang sudah bisa beraktivitas dengan baik di dalam lokasi baru yang telah selesai dibangun. Namun karena masih ada persoalan terkait harga lods dan kios, membuat hal itu tertunda.
Menurut Rudi, ada dua solusi yang bisa diambil dalam memecahkan kebuntuan dalam persoalan Pasar Sentral. Yakni duduk bersama memecahkan persoalan tersebut, atau solusi ekstrem, yakni menghentikan kerja sama antara Pemerintah Kota Makassar dan pengembang PT MTIR (Melati Tunggal Inti Raya) dengan cara ganti rugi.
Bahkan, ia meminta koleganya Ketua DPRD Makassar Farouk M Betta dan Plt Wali Kota Makassar Syamsu Rizal untuk bersama-sama menjadi mediator dalam menyelesaikan persoalan Pasar Sentral, yang sudah bertahun-tahun belum juga bisa dituntaslan.
“Pak Aru dan Deng Ical bisa menjadi penengah dalam menuntaskan polemik Pasar Sentral. Keduanya bisa duduk bersama dengan John Tidore, asosiasi pedagang, DPRD, Pemkot Makassar untuk mencari solusi terbaik,” tegas Rudi di depan Pimpred BKM Muh Arsan Fitri, Wapimred Andi Rustan serta para redaktur.
Jika persoalan tersebut belum bisa selesai dengan duduk bersama, lanjut RPG, Pemkot Makassar bisa menggunakan cara ekstrem, yakni menghentikan kerja sama dengan pihak pengembang dan mengganti seluruh kerugian yang yang dialami pengembang saat membangun New Makassar Mal.
“Pemkot bisa mengajukan gugatan ke PTUN untuk menghentikan kerja sama dengan pihak pengembang. Tapi ini cara ekstrem. Saya masih berharap ada solusi tepat agar pedagang sudah bisa menempati Pasar Sentral di saat bulan ramadan ini,” ujar Rudi yang didampingi moderator Arif Situju.
Ia mencontohkan, Pasar Solo yang sempat terbakar, tidak lama kemudian dibangun dan telah selesai. Pedagang di sana juga sudah masuk dan langsung berjualan.
Rudi juga menyarankan agar kawasan Pasar Sentral lebih ditata dengan baik. Seperti membangun ruang terbuka hijau dan melengkapinya dengan penerangan. Dengan begitu masyarakat bisa menggunakan kawasan itu sebagai tempat bersantai usai berbelanja di Makassar Mal.
Selain itu, di dalam pasar juga hendaknya ditata dengan baik. Tidak seperti sekarang, yang masih belum seragam pada tiap lantainya.
“Saya harap pedagang bisa ditata dengan baik di setiap lantainya, sehingga pembeli bisa lebih mudah mencari barang yang hendak dibeli di setiap lantainya,” tambahnya.
Ia mencontohkan, dulunya ibu-ibunya yang berbelanja di Makassar Mal bisa menawar satu jenis barang yang hendak dibelinya dari satu tempat berjualan ke tempat lainnya. Itu bisa dilakukan karena letaknya yang saling berdekatan.
”Misalnya mau beli sepatu. Penjualnya saling berdekatan di satu lantai. Sekarang mereka saling berjauhan. Bahkan berbeda lantai. Ini menjadi salah satu penyebab pembeli malas untuk masuk dan memilih tempat lain untuk berbelanja,” terang Rudi.
Selain persoalan di New Makassar Mal, Sekretaris DPD PDIP Sulsel ini juga menekankan pentingnya pembangunan sosial seiring dengan proyek infrastruktur. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang tengah digenjot saat ini tidak boleh mengabaikan aspek sosial.
Di bagian lain penjelasannya, anggota dewan yang berulang tahun emas hari ini, Sabtu (12/5) ini juga mendukung BKM yang mengawal pelaksanaan proyek infrastruktur di Sulsel. Ia menyinggung kebiasaan yang selama ini terjadi, berganti gubernur berubah pula kebijakan. Akibatnya, proyek fisik yang dilaksanakan oleh gubernur sebelumnya tidak lagi dilanjutkan alias terbengkalai.
RPG mencontohkan proyek kawasan Puca’ yang dilaksanakan di era pemerintahan Gubernur HZB Palaguna. Disusul kemudian proyek GOR Sudiang ketika HM Amin Syam menjabat gubernur. Terakhir, proyek Centerpoint of Indonesia (COI) dan Stadion Barombong.
”Anggaran yang dialokasikan untuk proyek ini cukup besar. Sangat disayangkan jika akhirnya terbengkalai dan tidak memiliki manfaat bagi masyarakat,” tandasnya. (*/rus)



×


RPG: Ada Dua Solusi Atasi Kisruh Pasar Sentral

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar