pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kolom Kosong Perhadapkan RT/RW dan Kader Parpol

MAKASSAR, BKM — Pada kontestasi pemilihan wali kota (Pilwali) Makassar 27 Juni nanti, pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) hampir pasti menjadi pasangan tunggal. Mereka akan berhadapan dengan kolom kosong alias koko.
Untuk memenangkan pertarungan, pasangan Appi-Cicu harus bekerja ekstra guna membendung gencarnya aksi sosialisasi koko. Termasuk yang telah banyak dilakukan sebagian ketua Rukun Tetangga dan Ketua Rukun Warga (RT/RW) pada sejumlah kecamatan di Makassar.
Seperti yang dilakukan Asikin Umar, Ketua RW 06, Kelurahan Pa’baeng-baeng, Kecamatan Tamalate. Ia menegaskan komitmennya untuk tidak memilih pasangan Appi-Cicu, dan berjanji memenangkan kolom kosong.
“Untuk beralih mendukung Appi-Cicu tidaklah. Justru kami para RW akan siap memenangkan kolom kosong. Karena itu bukan paksaan dari siapapun juga. Justru karena kami ingin pemimpin yang selalu mengedepankan kepentingan rakyat. Bukan pemimpin yang ingin menguasai tanah rakyat,” ujar Asikin Umar, Minggu (27/5).
Menurut Asikin, meski Danny Pomanto didiskualifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Makassar, namun warganya tetap akan solid memenangkan kolom kosong. “Meski kecewaki dengan putusan KPU, sejauh ini wargaku tetap mendukung Pak Danny. Karena mereka (warga) bilang, kalau kolom kosong menang, pemilihan diulang kembali. Jadi Pak Danny bisami ikut kembali,” begitu alasannya.
Meskipun KPU Makassar belum melakukan sosialisasi, rupanya antusias para ketua RW/RT dan warga Kecamatan Manggala untuk memenangkan kolom kosong tidak terbendung. Seperti yang dilakukan jaringan Bombardir dan Komunitas Pro DP beserta warga dari beberapa kelurahan di Kecamatan Manggala, Sabtu malam (26/5) di salah satu warkop Kecamatan Manggala.
Ketua Bombardir Kecamatan Manggala Arwan, mengatakan belum adanya kejelasan KPU melakukan sosialisasi paslon dan kolom kosong membuat pihaknya harus segera mensosialisasikan kolom kosong kepada masyarakat.
“Belum adanya kejelasan dari KPU melakukan sosialisasi, sehingga kami terpaksa turun langsung menjelaskan kepada warga bagaimana memilih kolom kosong. Alhamdulillah, antusias warga yang ingin kolom kosong menang cukup besar,’ jelas Arwan.
Sementara Ketua LPM Kelurahan Bangkala H Haris yang turut hadir, turut mempertegas komitmennya dalam memenangkan kolom kosong. “Bagi saya kolom kosong itu adalah DIAmi. Jadi apapun yang terjadi, saya tetap berkomitmen untuk memenangkan kolom kosong di Kelurahan Bangkala,” tegas H Haris.
Dalam sosialisasinya, ada beberapa hal ayng disampaikan. Di antaranya ketika kolom kosong menang, Danny-Indira kembali akan beratarung di pilwali berikutnya.
Tak hanya RT dan RW yang banyak mengkampanyekan kolom kosong, namun organisasi Laskar Merah Putuh (LMP) Makassar juga membentuk Laskar Kolom Kosong pada semua kelurahan di Makassar.

Appi-Cicu Siap Melawan

Pasangan Appi Cicu juga menyatakan siap melawan kolom kosong. Bahkan relawan Temanna Appi-Cicu semakin kuat usai KPU menetapkan hanya satu pasangan calon saja yang akan bertarung.
Itu tercermin dengan rapinya kerja-kerja relawan dan tim pemenangan di lapangan. Tidak hanya penggalangan suara pemilh, para relawan dan komunitas Appi-Cicu juga kian massif mensosialisasikan program unggulan pasangan yang dikenal merakyat, santun dan religius itu.
Salah satu bukti mereka bekerja untuk Appi-Cicu dengan mengkampanyekan untuk tidak memilih kolom kosong di pilwali. “Kami terus melakukan sosialisasi, meski kita tahu Pilwali kali ini hanya ada satu pasangan calon. Namun kami harap masyarakat tidak salah dalam memilih pemimpin. apalagi kolom kosong yang tak memberikan harapan,” ujar Arif Bonsu, relawan Appi-Cicu.
Menurutnya, selain bersosialisasi, kegiatan semacam buka puasa bersama yang digelar #TemannaAppi juga menjadi wadah untuk menyolidkan relawan dan tim pemenangan.
Relawan TemannaAppi, diakui Arif Bonsu, menjadi garda terdepan atau sebagai ujung tombak di tingkat grassroot untuk memenangkan Appi-Cicu.
“Seluruh tim dan relawan kami terus bergerak. Kami terus menyolidkan tim. Kami optimis program yang ditawarkan Appi-Cicu akan mensejahterahkan masyarakat ke depannya,” ucapnya.
Sejak ditetapkan sebagai pasangan calon tunggal di pilwali Makassar, dukungan ke pasangan Appi-Cicu, diakui Arif terus mengalir. Terbukti, di beberapa agenda kegiatan, pasangan ini disambut dukungan dari sejumlah tokoh masyarakat, komunitas hingga masyarakat bawah.
Tak hanya relawan, namun pengurus dan kader partai politik pengusung juga sudah massif mengingatkan kadernya untuk menolak kolom kosong. Seperti Ketua Golkar Makassar Farouk M Betta, bersama sejumlah ketua parpol lainnya, seperti Busranuddin Baso Tika dari PPP, Erik Horas (Gerindra), ketua Partai Hanura, PKS, PDIP, PAN, PBB dan PKPI.
“Seluruh pengurus parpol, utamanya anggota dewan telah bergerak menemui konstituennya untuk menolak kolom kosong,” ujar Farouk yang juga ketua DPRD Makassar.
Langkah RT/RW yang akan pasang badan untuk salah satu pasangan calon, mendapat tanggapan dari dosen politik UIN Alauddin Dr Firdaus Muhammad. “Sebenarnya RT/RW tidak dibenarkan berpolitik, karena posisinya sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah dan digaji dari uang negara. Tapi soal dukungan kolom kosong belum diatur, sehingga hal itu masih dianggap wajar. Tapi secara etis, mestinya fokus dengan tugasnya,” jelas Firdaus. (arf-jun-ita)



×


Kolom Kosong Perhadapkan RT/RW dan Kader Parpol

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar