MAKASSAR, BKM — Minggu dinihari (27/5) di Jalan Manuruki. Sekelompok petugas yang terdiri dari gabungan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar diback up personel Polsek Tamalate tengah bergerak.
Mereka merazia rumah kos yang ada di tempat ini. Satu persatu kamar diperiksa. Hasilnya, praktik mesum tetap marak meski di bulan ramada.
Di dalam kamar-kamar itu, ada yang ditemukan pasangan bukan muhrim tengah berduaan. Alasannya yang disampaikan pun berbeda, sekadar untuk menghindari agar petugas tidak membawanya guna diproses.
Di sebuah kamar, ada sepasang muda mudi yang berduaan dengan menutup diri menggunakan selimut. Saat diminta untuk membuka selimut yang dikenakannya, mereka sempat menolak. Bahkan salah satunya berpura-pura pingsan.
Ada pula yang berdalih singgah di kamar kos sekadar untuk nonton bareng final Liga Champion. Ada yang mengaku keluarga, hingga berkilah sebagai pasangan suami istri. Hanya saja, ketika diminta memperlihatkan bukti surat nikahnya, mereka tak bisa menunjukkannya. Sedikitnya ada 16 orang atau delapan pasangan kumpul kebo yang diamankan.
Kanit Intel Polsek Tamalate Iptu Muhammad Yusran, mengatakan razia yang digelar bersama Satpol PP Kota Makassar dalam rangka mewujudkan kamtibmas yang aman dan nyaman di bulan suci ramadan.
”Dari razia yang kita laksanakan di Jalan Manuruki, ada delapan pasangan yang terjaring di beberapa rumah kos. Saat diperiksa, ada yang mengaku pelajar dan mahasiswa. Ada juga karyawan perusahaan,” terang Iptu Muh Yusran, kemarin.
”Beragam alasan mereka sampaikan ketika dimintai keterangannya. Ada yang mengaku sepupu, tapi mereka satu selimut. Ada mengaku hanya singgah sementara, tapi berpelukan. Ada juga alasan nonton bareng, tapi televisinya mati lalu mereka bercumbu. Semuanya kita bawa ke ruang Binmas,” tambah Yusran.
Sebagai tindak lanjut dari razia ini, polisi kemudian memanggil keluarga masing-masing pasangan yang terjaring.
Beberapa jam sebelumnya, pada Sabtu malam (26/5), Dinas Sosial Kota Makassar bersama Satpol PP juga melakukan operasi penyakit masyarakat (pekat). Sasaran razia adalah hotel kelas melati dan wisma. Di antaranya yang ada di Jalan Topaz, Panakkukang serta Jalan Sungai Limboto.
Razia berlangsung dramatis. Tiga orang yang diketahui berprofesi sebagai pekerja seks komersil (PKS) dan berada di Jalan Sungai Limboto, mencoba berontak dan melakukan perlawanan saat hendak diamankan. Aksi kejar-kejaran pun berlangsung, meski pada akhirnya berhasil ditangkap.
Ada pula pasangan remaja yang berstatus pelajar SMA ikut terjaring. Keduanya yang diduga hendak berbuat mesum, langsung memasang pakaiannya sebelum digiring ke mobil petugas.
Dari razia ini, sebanyak 10 pasangan diamankan. Terdiri dari sepasang pelajar SMA, dan selebihnya adalah PSK.
Kepala Dinas Sosial Kota Makassar Muchtar Tahir, mengaku miris setelah mendapati para pelaku maksiat di bulan ramadan. Seharusnya, bulan penuh berkas ini lebih memper banyak amal ibadah. Namun mereka mengisinya dengan perbuatan maksiat.
”Untuk pasangan pelajar SMA yang terjaring, kita panggil orang tuanya. Kepada orang tua yang lain, kami imbau untuk tidak membiarkan anak remajanya begitu saja keluar bergaul dan keluyuran,” kata Utta, sapaan akrab Muchtar Tahir.
Mengenai PSK yang diamankan, menurut Utta, akan dibawa ke Panti Mattirodeceng. Di sana mereka diberi pembinaan, sekaligus keterampilan kerajinan tangan. Agar ke depannya, setelah keluar dari panti, sudah punya bekal dan bisa berusaha. Tidak kembali lagi pada profesinya yang dulu. (ish/rus)
Praktik Mesum Marak di Kos dan Wisma
×

