TAK dipungkiri jika keuntungan yang didapat oleh Yusri dalam merentalkan mobil begitu menjanjikan. Namun semua pasti memiliki resiko. Banyak suka maupun duka yang juga dialami.
Laporan: NUGROHO
Tidak semua mobil yang ada di rental miliknya adalah mobilnya sendiri. Karena sebagian adalah mobil milik orang lain yang menitipkannya di rental ini untuk juga direntalkan.
Yusri mengatakan, beberapa orang memiliki mobil yang jarang dipakai. Karena itulah, orang-orang ini biasa turut merentalkan pula mobilnya di Afhar Rental. Makanya tidak semua hasil rental juga dinikmati oleh Yusri, namun harus pula dibagi hasil oleh beberapa orang.
Hasil yang diperoleh Yusri saat menjelang lebaran seperti ini memiliki kenaikan yang signifikan dari hari-hari normal. Kenaikannya bisa mencapai 80 persen lebih. Kini, keuntungan sekitar Rp 20 juta perhari bisa didapatkannya.
“Alhamdulillah banyak keuntungan bisa saya dapat disini, ini berkah Ramadhan tentunya,” kata Yusri.
Namun dengan keuntungan seperti itu, tidak juga membuat dirinya senantiasa nyaman. Karena seyogyanya, resiko rental benar-benar besar. Wajar saja, karena mobil yang notabene seharga ratusan juta rupiah, kini berada di tangan orang lain yang kita tak tahu apakah dia memiiki niat jelek.
Hal seperti itu sudah sangat kerap dialami oleh Yusri. Beberapa konsumennya biasa “nakal”. Dengan seenaknya merental, dengan seenaknya pula membawa lari mobil dan tak dikembalikan.
Hari-hari menjelang lebaran seperti ini yang justru meningkatkan keaspadaannya. Ia harus mengontrol ke 20 mobilnya bersamaan. Apalagi kesemuanya rata-rata berada diluar daerah.
“Sering sekali mi orang bawa lari mobil disini. Pernah sampai ke Toraja, pernah bahkan sampai ke Palu. Tapi Alhamdulillah selama ini rata-rata kami selalu berhasil selamatkan itu mobil,” jelasnya.
Selama puluhan tahun telah mengelola rental mobil, Yusri pun selalu sigap jika ada keadian seperti itu. Dimanapun mobil itu hendak dicuri, ia selalu langsung menuju kejadian perkara untuk menyelesaikan kasus mobilnya tersebut.
“Beruntungnya saya karena selalu k dapat info soal mobilku dari orang-orang, jadi biar erapa lama dia bawa lari mobil, biasanya akan saya dapat ji. Nah kalau didapat begitu mi, saya selalu utamakan dulu denga kekeluargaan, bukan secara hukum. Yang penting mobil kembali dulu,” tambahnya menjelaskan.
Makanya sekarang ia begitu ketat mengatur mobil yang bisa direntalkan di tempatnya. Salah satunya mobil harus memiliki GPS sendiri sehingga pengontrolannya mudah. Jadi dimanapun letak pengemudi yang menggunakan mobilnya, bisa selalu diketahui.
Selain itu, Yusri ternyata juga telah bekerjasama dengan berbagai pihak keamanan di beberapa daerah. Tujuannya supaya ia bisa bergerak cepat dalam menyelesaikan kasus mobilnya jika terjadi lagi hal yang tak dinginkan.(nug/war/b)

