MAKASSAR, BKM — Di Lorong 2 Jalan Pampang 1, Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang, Selasa malam (17/7). Warga tiba-tiba geger.
Sesosok mayat perempuan ditemukan tak bernyawa di dalam rumah nomor 31. Kondisinya mengenaskan. Ia tergeletak di lantai tegel dengan berlumur darah. Korban diketahui bernama Dempa Dg Bolo. Usianya 55 tahun.
Keberadaan jenazah korban diketahui pertama kali oleh ponakannya Sanneng Dg Liwang. Malam itu, ia sengaja datang ke rumah tantenya. Sebab biasanya, korban bertandang ke kediaman Sanneng antara pukul 19.00 Wita sampai 21.00 Wita.
”Sudah dua hari tanteku tidak pernah datang ke rumah. Padahal biasanya, setiap hari dia datang ke rumah. Biasanya sampai dua jam,” tutur Sanneng yang ditemui di lokasi kejadian.
Untuk memastikan kondisi tantenya, Sanneng lalu berinisiatif mendatangi rumah Dg Bollo. Setiba di sana pada malam hari, pagar rumah korban tergembok.
Sanneng kemudian memanjat pagar. Selanjutnya memeriksa pintu rumah. Ternyata tidak terkunci. Situasi di dalam rumah gelap. Sambil memanggil nama korban, Sanneng berusaha masuk.
Baru satu dua langkah dari pintu, ia merasa menginjak benda seperti kaki. Sanneng lalu memanggil Dg Serang, pamannya yang merupakan saudara laki-laki korban. Dia diberitahu bahwa kemungkinan Dg Bollo telah meninggal dunia. Dg Serang tinggal tak jauh dari kediaman almarhumah.
Mereka berdua lalu datang ke rumah Dg Bollo. Sanneng bersama pamannya kemudian menyalakan lampu. Tepat di belakang pintu utama rumah pada ruang tamu, tergeletak tubuh korban berlumuran darah.
Saat itulah situasi menjadi riuh. Saksi berteriak meminta tolong. Tidak lama berselang datang aparat dari Polsek Panakkukang. Menyusul tim Reskrim Polrestabes Makassar yang dipimpin Kasat AKBP Diari Estetika, serta tim Inafis.
Petugas kepolisian lalu melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Juga memasang garis polisi. Disamping itu mengumpulkan keterangan saksi-saksi.
Setelah mengecek kondisi korban, petugas mendapati adanya kejanggalan dalam peristiwa ini. Anjing pelacak pun segera diturunkan. Kawasan lorong tempat tinggal korban juga disisir hingga pukul 22.30 Wita.
Anjing pintar yang didatangkan, mengendus bukti-bukti yang tertinggal di lokasi kejadian. Kuat dugaan Dg Bollo menjadi korban pembunuhan.
Dari hasil olah TKP, di tubuh korban ditemukan dua luka pada bagian belakang kepala. Diduga terkena benda tajam. Ada pula didapati puntung rokok.
“Ada dua luka pada bagian kepala korban yang diduga terkena benda tajam. Korban diperkirakan meninggal 15 jam sebelumnya. Setelah dilakukan oleh TKP, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk divisum,” terang Diari.
Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban diketahui tinggal sendirian. Pelaku diperkirakan masuk lewat jendela kaca rumah bagian samping sebelah kiri.
Mantan Wakapolres Wajo ini mengungkapkan, dari keterangan saksi-saksi di lokasi, diperoleh informasi jika rumah korban sudah tiga kali jadi sasaran pencurian.
”Untuk saat ini kami belum bisa menyimpulkan penyebab kemtian korban. Kasusnya masih dalam penyelidikan. Diduga pembunuhan dipicu masalah ekonomi,” jelas Diari.
Wakapolrestabes Makassar AKBP Hotaman Sirait yang dihubungi terpisah, kemarin sore mengaku masih penyelidikan atas tewasnya seorang perempuan di Jalan Pampang 1. Dikatakan, sejak informasi diterima, pihaknya telah turun ke lokasi melakukan upaya dalam rangka mengungkap penyebab kematian korban
“Kami masih melakukan penyelidikan.Tim penyidik sejak malam kejadian telah mengambil keterangan saksi-saksi. Dari proses oleh TKP, juga dilakukan penyisiran dan melibatkan anjing pelacak mengendus bukti yang tertinggal di lokasi. Belum bisa kami simpulkan pelakunya. Namun, kasus ini nantinya akan terungkap setelah bukti-bukti terkuak dari yang ditemukan di lokasi,” terang Hotman.
Hanya saja, perwira dua bunga melati di pundaknya ini masih enggan menyebutkan barang bukti dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh tim penyidik. Tim DVI Resmob juga dilibatkan dalam pengusutan kasus ini. (ish/rus)
Tinggal Sendirian, Wanita Tewas Dibunuh
×

