pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Guru yang Sabar Itu Akhirnya Berpulang

MAKASSAR, BKM — Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Usai menjalani perawatan intensif di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Dr Wahidin Sudirohusodo, Tamalanrea, Sakaruddin akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya.
Guru mata pelajaran olahraga di SMA Negeri I itu meninggal dunia, Selasa pagi (31/7) pukul 08.00 Wita. Ia sebelumnya dirawat selama tiga hari di RS akibat penganiayaan berat yang dilakukan oleh kakak iparnya Abdul Nasir.
Rumah duka di Jalan Sermani I, Kecamatan Panakkukang, siang kemarin tampak penuh sesak. Sebagian besar adalah remaja dengan seragam putih abu-abu. Mereka yang memenuhi pekarangan dan bagian depan rumah itu adalah anak didik Sakaruddin semasa hidupnya.
Ada pula handai taulan, sanak keluarga, tetangga dan rekannya sesama guru. Semuanya larut dalam suasana belasungkawa atas berpulangnya sang pendidik.
Di dalam rumah batu bersemayam jenazah Sakaruddin. Ia baru saja tiba dengan menggunakan mobil ambulans. Kira-kira pukul 16.50 Wita. Kedatangannya langsung disambut isak tangis mereka yang hadir. Korban menemui ajal akibat dipukul menggunakan potongan besi. Ia mengalami luka pada bagian kepala, gigi rontok dan kedua kakinya terluka.
Seorang siswa bernama Rusdi yang datang melayat, menyebut almarhum sebagai sosok yang baik. Termasuk ketika ia menjadi kepala SMA Negeri 5 Makassar.
”Bapak ini orangnya sabar, disiplin dan tegas saat di sekolah. Juga ramah terhadap siswa. Jarang berlaku kasar,” ujar Rusdi mengenang.
Duka mendalam begitu dirasakan oleh istri almarhum bernama Jumriah. Wajah wanita yang biasa dipanggil Cenda itu tampak sembab. Matanya masih merah, pertanda usai menangis.
”Tidak usahmi dek saya ceritakan, karena ini persoalan keluarga. Pelakunya juga kakakkuji,” ujar Jumriah lemah, lalu kemudian larut dalam dzikirnya.
BKM mencoba menggali informasi tentang motif penganiayaan terhadap almarhum oleh kakak iparnya. Tetangga yang ditemui, menuturkan bahwa sebelum hari nahas itu, tepatnya Jumat (27/7), kakak ipar almarhum yang diduga sebagai pelaku terlihat datang.
Ia berkeliling di sekitar rumah korban. Sempat bertanya-tanya soal lahan yang berada tak jauh dari rumah almarhum. Juga menunjuk-nunjuk beberapa lokasi.
Namun, tetangga tidak mengetahui apa maksudnya. Hingga akhirnya, pada Sabtu pagi (28/7), sang kakak ipar muncul lagi dengan mengendarai sepeda motor. Kemudian menganiaya korban menggunakan besi setelah menabrak kakinya menggunakan sepeda motor.
Pelaku yang menggunakan helm dengan muka tertutup, juga disebutkan menyeret korban ke sela tembok pembatas rumah tetangganya. Hingga akhirnya Sakaruddin tak sadarkan diri.
Dari pantauan BKM di lokasi kemarin, tiap kerabat korban yang datang dan bertanya, warga sekitar menjelaskan jika batu bata yang berada di depan rumah korban dipergunakan menghantam tubuh almarhum. Bekas percikan darah yang sudah mengering di tembok teras rumah korban, juga menjadi perhatian pelayat.

Pelaku Masih Dikejar

Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap yang ditemui di kantornya, kemarin mengatakan bahwa hingga saat ini terduga pelaku belum tertangkap. Ia masih dalam pengejaran tim kepolisian.
”Sudah tiga malam kita mencari dan melacak keberadaan kakak ipar korban yang diduga sebagai pelaku. Kemungkinannya dia sudah kabur ke luar kota,” ujar Kompol Ananda, Selasa (31/7). (mat-ish/rus)




×


Guru yang Sabar Itu Akhirnya Berpulang

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar