MAKASSAR, BKM — Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-XXV tahun ini diperingati Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Sulawesi Selatan. Sedikitnya ada 1.943 pengelola program Kependudukan dan Keluarga Berencana dan Pembangunan Kependudukan (KKBPK) ambil bagian dalam even ini.
Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Hj Rini Riatika Djohari didampingi Ketua Panitia Harganas Faisal Fahmi, menyebutkan bahwa rangkaian peringatan Harganas berlangsung 4-6 Juni 2018. Berbagai kegiatan menyemarakkan acara ini.
Pembukaannya berlangsung hari ini, Sabtu (4/8) di kantor BKKBN Perwakilan Sulsel Jalan AP Petta Rani. Usai acara pembukaan, utusan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) KB kabupaten/kota akan mengikuti sejumlah perlombaan. Di antaranya bola voli, tenis meja serta yel-yel. Inspektur Utama (Irtama) BKKBN Pusat direncanakan hadir.
Selanjutnya, pada hari Minggu (5/8) dilaksanakan Senam Sehat Indonesia Keluarga di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Boulevard.
”Puncaknya, pada hari Senin (6/8). Peringatan Harganas ke-XXV tingkat Sulsel dipusatkan di Taman Pakui Jalan AP Petta Rani. Berdasarkan tentatif acara, kepala BKKBN Pusat direncanakan hadir. Bila berhalangan, digantikan oleh Deputi KB-KR. Karena beliau ini juga pembina BKKBN wilayah Sulsel,” terang Rini dalam keterangan persnya, kemarin.
Harganas sendiri jatuh pada tanggal 29 Juni 2018. Tema yang diusung tahun ini, adalah Hari Keluarga Hari Kita Semua. Dengan sub tema; Cinta Keluarga, Cinta Terencana, Cinta Indonesia.
Pada puncak Harganas tingkat Sulsel, Penjabat Gubernur Sulsel Sumarsono dijadwalkan hadir. Turut diundang Pangdam XIV Hasanuddin, Kapolda Sulsel serta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) lainnya.
Salah satu rangkaian puncak Harganas, yakni pencanangan bakti KB-Kesehatan, serta Bhayangkara KB-Kesehatan. Juga diserahkan penghargaan kepada pengelola KKBPK tingkat provinsi dan nasional. Termasuk para penyuluh berprestasi.
Untuk tahun ini, tiga daerah di Sulsel berhasil mengukir prestasi tingkat nasional. Luwu Timur berhasil keluar sebagai juara I Bina Keluarga Balita (BKB). Enrekang juara II PPKS tingkat pusat. Sementara Bulukumba juara III PIK remaja.
Di bagian lain penjelasannya, Rini memaparkan tentang pencapaian program KKBPK yang terealisasi selama Januari hingga Juni 2018. Untuk peserta KB baru, pengguna IUD tercatat sebanyak 5.977 orang. Medis Operasi Wanita (MOW) 2.553 orang. Dan Medis Operasi Pria (MOP) berjumlah 114 orang.
”Untuk MOP, terbanyak di Kabupaten Soppeng, yakni 59 orang. Disusul Bone 35 orang, dan Wajo 13 orang,” terang Rini.
Faisal Fahmi yang mendampingi Rini, menjelaskan bahwa tahun ini BKKBN Sulsel terus menggenjot peningkatan kompetensi penyuluh KB. Saat ini, tercatat sebanyak 1.400 tenaga penyuluh yang telah beralih status kepegawaian dari daerah ke BKKBN Pusat. Dari jumlah itu, ditargetkan mengikuti pelatihan bagi penyuluh.
”Tahun ini ada penyegaran pengetahuan bagi 623 penyuluh se-Sulsel. Untuk sementara baru jumlah itu, karena belum bisa diakomodir seluruhnya. Tapi tahun-tahun berikutnya tetap kita programkan,” kata Faisal yang juga menjabat Pelaksana Tugas Kepala Bidang Pelatihan, Penelitian dan Pengembangan BKKBN Sulsel. (*/rus)
1.943 Pengelola KKBPK Semarakkan Harganas
×

