pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pengusaha Mau Bongkar Tugu, Soni Bilang Jangan

MAKASSAR, BKM — Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya. Ada banyak cara yang bisa dilakukan. Salah satunya melestarikan peninggalan para pejuang.
Di Kota Makassar, tepatnya depan Benteng Fort Rotterdam Jalan Ujung Pandang, terdapat sebuah tugu yang memiliki nilai sejarah. Catnya berwarna putih. Yang masih jelas terlihat di bagian depan tugu adalah tulisan Pahlawan Indonesia.
Sebenarnya, ada prasasti yang dilekatkan pada bagian bawah tugu. Namun tulisannya sudah banyak yang tak bisa terbaca. Warna catnya sudah hilang. Tinggal bekas pahatan huruf-huruf yang tersisa. Tugu dan prasasti ini seolah tak mendapat perhatian.
Dari huruf yang masih nampak ada catnya berwarna kuning keemasan, diketahui jika ini adalah Monumen Pendaratan TNI di Makassar. Sementara rangkaian tulisan di bawahnya tak lagi terbaca.
Pada Rabu pagi (22/8), keberadaan tugu ini mencuat ke publik. Tapi bukan dalam rangka membenahi atau melestarikan eksistensinya. Melainkan keinginan untuk membongkar dan memindahkannya. Bahkan negosiasinya kini tengah berlangsung.
Seorang tokoh masyarakat yang tinggal tak jauh dari tugu, mengaku telah mendengar rencana pembongkaran tersebut. Seorang pengusaha ternama di kota ini disebut-sebut akan melakukan hal itu degan tujuan penguasaan lahan.
”Sebelumnya saya dengar cuma mauji dipagar di sekeliling tugu. Tapi sekarang ini muncul informasi mau dibongkar. Sangat disayangkan kalau itu benar terjadi. Semua peninggalan sejarah, termasuk tugu seperti ini harus dijaga. Bukan malah dibongkar,” ujar tokoh masyarakat yang meminta namanya diinisialkan dengan AB.
Pria berusia 43 tahun itu menuturkan, di lokasi monumen pahlawan ini dulunya menjadi tempat pendaratan pasukan TNI Angkatan Darat (AD) dan tank-tank. Selain tugu, dulunya juga terdapat menara mercusuar dengan kilat lampu untuk memberi tanda kepada kapal laut yang tengah berlayar.
“Sekarang mercusuar sudah hilang. Tinggal tugu yang bertahan. Karena itu harus dijaga dan dilestarikan,” imbuhnya.
AB menambahkan, setiap tahun rutin ada tamu dari luar negeri asal Belanda datang berkunjung dan berziarah di tugu Pahlawan Indonesia ini. Semasa hidupnya, almarhum Mayjen TNI (Purn) Andi Mattalatta juga aktif melaksanakan upacara di lokasi tugu.
Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel Soni Sumarsono secara tegas melarang pembongkaran tugu tersebut. Dia mewanti-wanti agar tugu peninggalan sejarah itu dijaga baik-baik.
Dia menjelaskan, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto pernah memamerkan tugu tersebut sebagai bagian dari Smart City.
“Saya lihat bagus. Saya juga diperlihatkan gambarnya. Pernah juga saya melihatnya sewaktu lewat. Ternyata ada sebuah tugu pahlawan zaman dulu,” ungkapnya, Rabu (22/8).
Dia menekankan, tugu pahlawan tersebut merupakan bagian dari sejarah. Menjadi lokasi tempat berkumpulnya para pandu (pramuka), dan masyarakat kalau ada peringatan atau kegiatan.
Namun sayang, saat ini nasibnya kurang terurus dan terlantar. “Karena itulah menarik perhatian, saya kumpulkan seluruh OPD di provinsi untuk cari tahu background tugu pahlawan itu. Ternyata, umurnya sudah sekitar 60 tahun lebih. Tugu itu dulu tempat kumpul generasi muda pandu. Saya kira siapapun juga, jangan itu dibongkar,” tegasnya.
Dia mengatakan, wali kota Makassar harus bisa melestarikan tugu itu sebagai cagar budaya untuk memupuk rasa dan spirit kepahlawanan.
“Saya akan berkunjung ke sana juga untuk melihat kondisi di lapangan. Jangan sampai dibongkar. Kalau perlu dipagari. Itu harus diamankan,” pungkasnya. (arf-rhm/rus)




×


Pengusaha Mau Bongkar Tugu, Soni Bilang Jangan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar