pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sosialisasi PAUD Holistik dan Pemberdayaan Pos BKB

MAKASSAR, BKM — Upaya meningkatkan pengetahuan dan pemahaman orang tua di lingkungan keluarga TNI terkait pola asuh dalam mendukung tumbuh kembang anak, terus dilakukan. Salah satunya melalui Sosialisasi PAUD Holistik Terintegratif dan Pemberdayaan Pos Bina Keluarga Balita (BKB).
Kegiatan ini dilaksanakan Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Selatan bekerjasama Dharma Pertiwi Daerah G di Gedung Manunggal Mini, Kodam XI Hasanuddin, Selasa (28/8).
Sosialisasi diikuti 250 anggota Dharma Pertiwi Daerah G. Terdiri dari unsur Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri, PIA Ardhya Garini dan Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI (IKKT). Pembukaannya dilakukan oleh Ketua Dharma Pertiwi Daerah G Endang Surawahadi.
Endang menuturkan, kegiatan ini bertujuan memberikan pembekalan kepada para peserta mengenai PAUD Holistik Terintegratif dan BKB sebagai upaya mengoptimalkan pengasuhan anak di usia dini.
“Kita berharap, melalui program ini, pengembangan anak usia dini bisa berjalan dengan maksimal. Sehingga dapat terbentuk putra dan putri penerus bangsa yang berkarakter kuat, berkepribadian baik, berkualitas serta berakhlak mulia,” tutur Endang.
Endang menyebutkan, 80 persen perkembangan otak manusia terjadi di usia dini. Karenanya, periode ini adalah waktu yang tepat untuk menanamkan nilai dan pendidikan pada anak. Termasuk asupan gizi yang baik guna mendukung kecerdasan mental dan intelektual hingga dewasa.
“PAUD dan BKB menjadi sarana yang tepat untuk memberikan stimulasi pada anak sesuai tahap pertumbuhan mereka” ungkap Endang.
Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel Rini Riatika Djohari, mengatakan BKKBN memiliki peran yang sangat besar dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Khususnya melalui program pembangunan keluarga, yang di dalamnya terdapat kegiatan BKB. Ini menjadi sarana bagi orang tua dalam berbagi informasi dan pengalaman pada pengasuhan tumbuh kembang anak.
“Karakter anak terbentuk saat berusia 1-10 tahun. Oleh karena itu tugas kita sebagai orang tua adalah menyiapkan anak sejak dini dengan memberikan pendidikan dan stimulus yang baik. Perlindungan dan gizi yang cukup. Dukungan kesehatan untuk membentuk anak yang sehat, berkarakter dan berkualitas” tutur Rini
Di bagian lain penjelasannya, Rini menegaskan, saat ini Indonesia dihadapkan pada masalah stunting. Di mana sekitar 8,8 juta anak di Indonesia menderita stunting, menjadikan Indonesia masuk dalam 5 besar negara di dunia dengan masalah stunting
Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi pada anak. Hal ini terjadi dimulai sejak anak dalam kandungan hingga anak tersebut lahir. Kondisi ini berdampak pada tidak optimalnya tumbuh kembang anak dan menjadikan anak tersebut lemah terhadap serangan penyakit.
Untuk mengatasi masalah stunting, tutur Rini, pengasuhan anak perlu dioptimalkan. Utamanya di 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak. Yaitu 270 hari selama masa kehamilan, dan 730 hari setelah lahir. Dilanjutkan hingga anak berusi 5 tahun. Sebab ini merupakan periode emas anak, dimana pada periode ini merupakan masa perkembangan terbaik untuk fisik dan otak anak.
“Stimulus atau rangsangan yang tepat mampu membentuk anak menjadi pribadi yang mandiri. Dapat bersosialisasi dengan baik. Rasa percaya diri yang besar. Memiliki keingintahuan yang besar. Cepat beradaptasi dengan lingkungannya. Dapat mengembangkan ide, sekaligus bersemangat untuk mempelajari hal-hal baru” tutur Rini
Di akhir sambutannya, Rini mengungkapkan BKB dan PAUD dapat menjadi sarana bagi orang tua berbagi pengalaman dan informasi tentang pengasuhan anak. Utamanya bagaimana memberikan stimulus dan rangsangan untuk mengoptimalkan perkembangan otak anak. (rls)



×


Sosialisasi PAUD Holistik dan Pemberdayaan Pos BKB

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar