MAKASSAR, BKM — Suasana masih ramai di Jalan Urip Sumoharjo. Arus lalulintas tiba-tiba macet. Pemicunya di depan kantor eks Dinas Perhubungan Kota Makassar.
Minggu malam (2/9) pukul 19.30 Wita. Seorang lelaki dengan rajah di tubuhnya tengah dikepung sekelompok pemuda. Mereka terlibat adu mulut.
Suasana itu tak berlangsung lama. Salah seorang dari kelompok pemuda tersebut yang memegang gunting seng, langsung naik pitam. Ia menyerang lelaki yang ada di depannya, lalu menghujamkan gunting yang di genggamannya itu ke tubuh pria lawannya.
Yang diserang terus berusaha menghindar. Namun, beberapa anggota kelompok penyerangnya tetap berusaha melukainya. Bahkan ada yang menggunakan parang serta senjata tajam lainnya.
Karena terdesak, pria bertato itu kemudian memilih kabur dan menyelamatkan diri. Ia terlihat memegang dadanya yang bersimbah darah. Seorang pengendara motor lalu membonceng dan membawanya ke Rumah Sakit Ibnu Sina.
Laporan peristiwa itu sampai ke Panit 2 Reksrim Ipda Robert Hariyanto Siga yang sementara patroli wilayah. Piket Sentra Pelayanan Terpadu (SPKT) Polsek Panakkukang menyampaikan adanya peristiwa penikaman di depan Mal Nipah.
Personel Resmob langsung bergerak ke lokasi. Keterangan saksi-saksi dikumpulkan. Juga mendatangi korban yang mendapat perawatan intensif di RS Sakit Ibnu Sina.
Informasi yang diperoleh petugas kepolisian, menyebutkan bahwa insiden perkelahian terjadi saat korban yang diketahui bernama Syahrir (35), warga Jalan Urip Sumoharjo km 5 nomor 40 bertanya ke pelaku bernama Muslimin alias Mimin (33). Ia menanyakan adanya parkiran pengendara daring di depan eks Dishub Makassar.
“Kenapa di lokasi ini dijadikan parkir kendaraan online?” tanya korban. Pelaku pun menjawabnya dengan nada tinggi. ”Kenapaikah gondrong. Ini kan bukan lahanmu?”
Korban menyampaikan jika dirinya yang telah memagar area lahan eks kantor Dishub Makassar. ”Kenapa kamu bilang ini bukan lahanku. Sementara saya yang pagari,” cetusnya.
Mendengar klaim dari korban, pelaku emosi. Dia pun langsung menyerang lawannya menggunakan gunting. Tak hanya seorang diri Mimin melakukan penyerangan. Usai mengeroyok, kawanan pelaku langsung kabur.
Tim Resmob Polsek Panakkukang yang telah mengumpulkan keterangan, sekitar pukul 23.00 Wita langsung menyebar melakukan penyelidikan. Hasilnya, diperoleh informasi bahwa pelaku sedang berada di Jalan Urip Sumoharjo bersama istrinya.
Tanpa menunggu lama, petugas langsung bergerak ke lokasi. Pelaku berhasil diamankan. Turut disita sebuah gunting seng yang digunakan pelaku menikam korbannya. Selanjutnya pelaku bersama barang bukti miliknya digelandang ke Mapolsek Panakkukang guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kapolsek Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap yang dikonfirmasi mengatakan, pelaku menikam korban berulang kali dengan menggunakan gunting seng.
“Korban menderita luka tikaman pada bagian kepala satu kali. Kemudian dua kali di punggung belakang. Lengan kirinya dua kali. Pergelangan tangan kanan satu kali, serta bagian dada satu,” ungkap Ananda, Senin (3/9).
Menurut pengakuan pelaku, lanjutnya, ia melakukan penganiayaan karena korban mengklaim bahwa lahan parkir yang dimanfaatkan oleh pengemudi daring untuk menunggu orderan, tepatnya di eks Kantor Dishub depan Mal Nipah, adalah milik korban.
”Pemicunya soal perebutan lahan. Korban dan pelaku sempat adu mulut hingga berujung penikaman. Kasusnya masih kami dalam. Pelaku lainnya masih dalam pengejaran,” kata Kapolsek. (ish/rus)
Rebutan Lahan Eks Kantor Dishub Berujung Penikaman
×

