NAMA Janwar kini tengah perbincangan. Penyebabnya, ia berhasil membawa nama Sinjai di kancah nasional. Masuk dalam empat besar Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2018.
REPORTER: MUH SYAHIDIN
PADA Senin (3/9) lalu, Janwar tampil meyakinkan di konser lima besar. Bahkan meraih poin tinggi saat pengumuman klasemen akhir untuk lolos empat besar. Putra pasangan Alim Bahri dan Rohani ini mendadak jadi buah bibir warga di kampung halamannya.
Pada setiap penampilannya di KDI, ada puluhan ribu warga Sinjai yang menonton langsung penampilan pria kelahiran 22 Januari 1993 itu. Bahkan ada yang sengaja menyiapkan waktu dan acara khusus buat Janwar. Seperti menggelar nonton bareng di warung kopi, halaman rumah, hingga di Kawasan Kuliner Lappa.
Janwar memiliki tiga saudara laki-laki dan seorang perempuan. Ia pernah menjadi vokalis elektron milik bapaknya. Namanya Elekton Wulandari.
Namun, perjalanan usaha hiburan mereka menemui musibah. Peralatan milik bapaknya tenggelam di Perairan Bira, saat berlayar dari Kabupaten Kepulauan Selayar ke Bulukumba beberapa tahun lalu.
Peristiwa itu tak membuat Janwar patah arang. Semangatnya untuk menjadi seorang penyanyi dangdut tidak surut. Ia mengikuti pemilik elekton lainnya di Sinjai.
“Jadi dia hanya dibayar Rp150 ribu sehari, karena dia ikut ke pemilik elekton. Kadang jika tidak mendapat panggilan dari pemilik elekton di Sinjai, Janwar memilih datang sendiri dan menyumbangkan lagu tanpa dibayar,” ujar Alim Bahri, bapak Janwar yang ditemui, kemarin.
Dikatakan Alim Bahri, Janwar menggeluti dunia nyanyi karena enggan melanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi. Sadar akan bakat yang dimiliki sang anak, Alim kemudian membeli alat musik elekton. Dari sinilah Janwar banyak melatih olah vokalnya.
”Alat musik sengaja saya belikan, dengan harapan agar Janwar nantinya mampu menjadi artis dan membawa nama baik kedua orang tuanya. Terlebih lagi nama baik Sinjai,” tutur Alim Bahri.
Diakui Rohani, ibunda Janwar, putranya itu punya bakat menyanyi sudah nampak ketika masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak. “Memang dia punya bakat saat masih TK. Dia suka marah-marah kalau ada pesta lalu tidak dikasi kesempatan nyanyi. Hingga akhirnya ikut sebagai penyanyi elekton sampai sekarang,” kata Rohani.
Ketika ditanya perjalanan Janwar meraih tiket masuk KDI 2018, Rohani menguraikannya. Kata dia, pada bulan puasa lalu Janwar sempat mengikuti audisi pencarian bakat serupa yang dilaksanakan di Makassar. Namun saat baru melantunkan empat baris syairnya dia disuruh berhenti oleh juri, dan gagal melanjutkan ke babak berikut.
“Di situ saya lihat Janwar merenung dan manyampaikan tidak puas saat tiba di rumah. Tapi saya bilang, sabar nak dan berusaha lagi di waktu yang lain,” kata Rohani.
Berangkat dari pengalaman ikut audisi, Janwar kembali mencoba keberuntungannya. Pada 6 Mei lalu, tante Janwar di Makassar memintanya ikut mendaftar pada audisi KDI 2018.
Janwar pun bangkit. Ia menyampaikan kesiapannya untuk kembali mengikuti audisi. Kali ini yang digelar MNCTV.
Ia pun serius mengikuti audisi itu, dan berhasil melampaui ribuan kontestan yang ikut audisi di Makassar. Hasilnya tidak mengecewakan. Babak demi babak ia lalui. Hingga akhirnya sampai pada empat besar kini.
Supriadi, kakak kandung Janwar juga berkisah tentang adiknya. Kala itu ia mendorong dan memotivasi sang adik untuk mencari kerja. Namun, kata Supriadi, Janwar hanya memberikan jawaban kalau dirinya ingin menjadi seorang penyanyi.
“Biasa saya tanya agar cari kerja. Tapi dia tidak mau. Katanay mau jadi penyanyi. Mungkin karena cita-citanya seperti itu, terkadang di kamar itu sendirian terus dengar musik. Jadi kalau di rumah itu biasanya di kamar terus putar dan mempelajari musik,” ungkapnya.
Menyusul keberhasilan Janwar masuk dan berkompetisi di ajang KDI 2018, sebuah penggalangan dana dilakukan oleh komunitas seniman Sinjai beberapa waktu lalu. Supriadi menyebut hal itu merupakan inisiatif teman-teman komunitas serta masyarakat. Karena mereka mengingat Janwar yang terkadang hadir menyumbang lagu tanpa dipanggil.
“Makanya, inisiatif penggalangan dana itu kemarin, merupakan inisiatif teman-teman. Karena itu naingat semua kalau ini adek (Janwar) biar tidak dipanggil datang juga,” kata Supriadi.
Rekan Janwar bernama Amran menuturkan, temannya itu memiliki jiwa sosial dan tidak mau melihat sahabatnya menderita. “Janwar adalah sosok sosial. Jika ada teman tertimpa masalah, dia tidak tinggal diam. Bahkan kalau harus mengeluarkan isi kantongnya, dia tidak segan-segan untuk membiayai teman yang tertimpa masalah,” tutur Amran.
Hal senada disampaikan Syamsul Ahmad. Dia menguraikan bahwa keseharian Janwar itu adalah dipenuhi dengan musik.
“Setiap kumpul dengan teman-teman, Janwar tidak pernah absen untuk memutar lagu dangdut dan pop. Bahkan sesekali kami meminta dia untuk menyanyikan lagu andalan kami. Intinya, intinya bahwa Janwar tidak mau melihat teman-temannya susah,” kuncinya. (*/rus/b)

