MAKASSAR, BKM — Seorang konsumen bernama Ishak Azis diduga telah menjadi korban penipuan. Pelakunya, oknum karyawan diler mobil Daihatsu yang terletak di Jalan Urip Sumohardjo.
Ia mengaku, uangnya yang dipakai untuk membeli mobil ditilep hingga ratusan juta. Yang sangat disesalkan Ishak Azis, karena pihak diler terkesan lepas tangan dengan kejadian yang menimpanya. Padahal, praktik tersebut berlangsung di kantor perusahaan.
Kepada BKM, kemarin, Ishak menjelaskan kronologis kejadian yang dialaminya. Kala itu ia hendak membeli satu unit mobil Daihatsu Terios. Pembayaran lalu dilakukan di diler.
”Saya disuruh bayar setengah dari harga mobil. Alasannya supaya pembelian mobil cepat direalisasikan,” tutur Ishak.
Ketika melakukan penyerahan uang panjar Rp100 juta, Ishak ditemani oleh istrinya. Uang sebesar itu ia berikan kepada marketing Daihatsu.
Ironisnya, usai melakukan pembayaran panjar kendaraan yang diidam-idamkannya, Ishak mengaku tak pernah diberikan bukti kuitansi pembayaran resmi dari diler. Oknum karyawan yang melayaninya saat itu berdalih bahwa kuitansi akan diberikan saat pelunasan pembayaran nanti. Korban pun hanya mendapatkan catatan kertas pembayaran dari karyawan tersebut.
“Saya tidak diarahkan ke kasir untuk melakukan pembayaran. Tapi hanya dikasih catatan kertas biasa setelah dia menerima uang dari saya,” bebernya.
Setelah menyerahkan uang itu, kata Ishak, ia dusuruh oleh sang marketing untuk menunggu selama tiga bulan. Di saat itulah kendaraan baru bisa didapatkan.
Empat bulan pun berlalu. Ishak tak kunjung menerima mobil dari diler.
“Saya datang ke diler Daihatsu mempertanyakan kenapa mobilnya belum saya dapat sampai sekarang. Alasannya, katanya saya mesti melunasi sisa pembayaran,” terangnya lagi.
Persyaratan itu pun dipenuhi Ishak. Uang sisa pembelian mobil ia bayarkan dan lunas. Namun, mobil yang ditunggu-tunggunya tak kunjung datang.
”Sampai sekarang mobil tidak pernah saya dapatkan. Dilernya tidak mau bertanggungjawab, karena alasannya uang pembayaran mobil saya tidak pernah terinput masuk ke kasir,” pungkasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Cabang Daihatsu dealer Jalan Urip Sumoharjo Dodi Priambodo, sangat menyesalkan kejadian tersebut. Namun, ia berkilah bahwa itu bukan kesalahan perusahaan.
”Itu ulah oknum karyawan yang bertugas di bagian marketing. Uang pembayaran yang diterima dari konsumen tidak pernah terinput di bagian kasir dan keuangan kantor,” terangnya, Rabu (19/9).
Dia masih menunggu hasil dari proses kasus ini. Sebab proses hukumnya masih berjalan. (mat/rus)
Oknum Karyawan Daihatsu Tilep Ratusan Juta Rupiah Uang Konsumen
×

