MAKASSAR, BKM — Taruna taruni Politeknik Maritim (Polimarim) AMI Makassar didorong untuk menguasai teknologi informasi (IT). Hal itu tak bisa dihindari di tengah persaingan global kekinian.
”Tantangan yang harus dihadapi saat ini adalah perkembangan ilmu dan teknologi. Kemampuan soft skill taruna taruni menjadi sangat penting di zaman now. Semua itu tidak bisa dihindari, jika ingin memenangkan persaingan,” kata Sekretaris Pelaksana Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (Sespel L2 Dikti) Wilayah IX Sulawesi Dr Hawingyo.
Hawingyo menyampaikan hal itu usai mengukuhkan 324 taruna taruni baru Polimarim AMI Makassar, Sabtu (22/9). Serta kenaikan tingkat bagi 562 taruna taruni, dari tingkat I ke tingkat II. Dan dari tingkat II ke tingkat III, yang jumlahnya 643 orang.
Di depan para taruna taruni serta keluarganya yang menghadiri pengukuhan. Hawignyo meminya mereka untuk belajar menyesuaikan diri dengan segala taat aturan yang ada di Polimarim. Baik dalam kelas, ruang praktik maupun lingkungan kampus.
”Untuk taruna tingkat II dan II, selain belajar teori dan praktik, juga harus memiliki kemampuan soft skill. Salah satunya kemampuan berkomunikasi. Kuasai bahasa asing. Boleh lebih dari satu. Itu untuk memudahkan setelah lulus nanti,” ujar Hawignyo.
Selain itu, mereka juga diminta untuk belajar bekerja sama. Baik sesama teman, dosen, serta instruktur guna mempermudah memasuki dunia kerja.
Diakui Hawignyo, saat ini Polimarim AMI merupakan satu-satunya politeknik maritim di bawah naungan L2 Dikti Wilayah IX yang memiliki peralatan luar biasa. Termasuk gedung dan kegiatan akademiknya, menjadi pembeda dengan yang lainnya. Tidak heran jika lulusannya mampu terserap di dunia kerja.
Direktur Polimarim AMI Makassar Amrin Rani, menegaskan bahwa selama ini pihaknya intens menambah peralatan untuk mendukung praktik para taruna taruni. Selain itu, sistem pembelajaran juga dibenahi. Tujuannya guna mempersiapkan lulusan yang bisa bersaing secara global, baik di dalam maupun luar negeri.
”Baru-baru ini saya berkunjung ke tiga negara di Eropa, yaitu Jerman, Spanyol, dan Swedia. Di Hamburg, Jerman ada sebuah pameran internasional yang kita hadiri. Memamerkan alat praktik kemaritiman. Saya bandingkan dengan apa yang sudah kita miliki sekarang, ternyata hampir sama. Kita tidak ketinggalan,” ujar Amrin.
Dalam waktu dekat, lanjut Amrin, akan dilaksanakan peresmian cargo handling yang telah dimiliki Polimarim AMI. Menteri Perhubungan (Menhub) atau Menko Perekonomian diagendakan meresmikannya.
Sebagai bagian dari rencana tersebut, telah dilaksanakan pelatihan bagi staf Polimarim yang berkaitan dengan cargo handling. Instrukturnya bahkan didatangkan langsung dari Rusia. (*/rus)
Taruna Polimarim AMI Didorong Kuasai IT
×

