PINRANG, BKM — Rekor baru terus tercatat dalam perhelatan Pekan Olahraga Daerah (Porda) XVI Sulsel 2018 di Pinrang. Salah satunya ditorehkan Muh Fadly Akbar, atlet renang asal Toraja Utara. Ia berlaga pada gaya bebas putra dengan jarak 1.500 meter di kolam renang Permandian Sulilie.
Fadly berhasil menyisihkan 11 lawannya. Masing-masing dari Selayar, Makassar, Bantaeng, Tana Toraja, Soppeng, Sinjai, Luwu Timur, Barru dan Bulukumba.
Medali emas untuk Fadly ini, sekaligus memecahkan rekor capaian waktu Porda sebelumnya di Kabupaten Bantaeng. Atlet yang menempati lintasan lima mencatat waktu tempuh 18 menit 30,10 detik.
Sementara di urutan kedua Muh Sammy Aditya asal Makassar, dengan catatan waktu 19 menit 32,69 detik. Disusul oleh Abu Rizal Bakri asal Selayar, dengan catatan waktu 19 menit 57,96 detik.
Nadwi Syam selaku Technical Official Renang Nasional, menyebut catatan waktu yang diraih Muh Fadly ini merupakan rekor baru. Sebab dalam porda sebelumnya, rekor catatan waktu 19 menit 25,46 detik.
“Rekor sebelumnya dipegang Bantaeng La Darpin,” ujar Nadwi Syam, kemarin.
Dia menambahkan, untuk cabang olahraga renang di Porda ini, sebanyak enam gaya yang dilombakan. Masing-masing gaya bebas 1.500 meter, kupu-kupu 200 meter, gaya punggung 100 meter, gaya bebas 50 meter, gaya dada 200 meter dan 4 x 50 meter estafet.
Dengan raihan emas dari cabor renang, kontingen Kabupaten Toraja Utara kini sudah mengantongi empat medali.
Sekertaris KONI Toraja Utara Brikken Linde Botting, mengatakan hingga hari ketiga, atletnya sudah meraih masing-masing dua medali emas dan dua perak.
Medali perak pertama diraih atlet taekwondo putri bernama Aprilia Ramba. Ia berlaga pada pertandingan pertama di kelas Poomse, yang disaksikan langsung oleh Bupati Kalatiku Paembonan dan Wabup Yosia Rinto Kadang.
Medali kedua perak diraih atlet taekwondo Sulistiawati di kelas Kyorigi. Sementara di hari ketiga Porda XIV, dua medali emas sekaligus diraih oleh atlet renang putra Fadly Akbar di kelas 1500 meter gaya bebas.
Sementara medali emas kedua diraih atlet renang kategori individual putri, yakni Siti pada kelas 200 gaya kupu-kupu. Muh Fadly dan Siti sama-sama perenang asal Toraja Utara.
“Puji syukur kami persembahkan dua medali emas sekaligus hari ini. Saya gaya bebas renang putra, dan Siti Icha medali emas kedua gaya kupu-kupu,” ungkap Fadly usai dikalungkan medali di lehernya, kemarin.
Fadli mengaku tak menyangka medali emas bisa diraih. Sebab ada pesaing beratnya dari Bantaeng dan Makassar.
“Saya berusaha fokus, konsentrasi dan semangat. Apalagi belum ada emas didapat kontingen saya sebelumnya. Makanya, saya termotivasi juara,” tandas pelajar kelas 3 SMA Negeri 1 Rantepao Torut ini.
Di tempat terpisah, salah seorang atlet karate Inkanas Makassar Zesar Idrus, kembali menambah pundi-pundi emas untuk kontingennya.
Atlet binaan Tunas Pengayoman Lapas Kelas I Makassar ini meraih emas putra.
Zesar yang juga pegawai Lapas Kelas 1 Makassar ini sebelumnya pernah menyumbang medali emas kala mengikuti kejuaraaan di tingkat nasional dan internasional. Seperti Piala Mendagri di Lampung, Pomnas di Makassar, SEAKF Asia Tenggara di Semarang, dan Jepang Karate Shoto di Bandung yang diikuti 15 negara.
“Bekerja keras dan berdoa kuncinya. Walaupun sempat gagal, namun kegagalan selalu saya jadikan motivasi ke depan. Satu hal, dukungan keluarga dan teman-teman dari lapas juga membantu hingga mendapatkan medali ini,” kata Zesar membagi kunci keberhasilannya meraih emas. (ady/rus/b)
Atlet Renang Torut Catat Rekor Baru
×

