pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

NA Sebut Jabatan tidak Nikmat

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah melantik dan mengambil sumpah jabatan empat bupati/wali kota dengan para wakilnya, Rabu (26/9) di Baruga AP Petta Rani kampus Unhas.
Mereka adalah Ilham Syah Azikin-Sahabuddin (Bantaeng), Andi Seto Ghadista Asapa-Andi Kartini Ottong (Sinjai), Andi Fashar M Padjalangi-Ambo Dalle (Bone) dan Judas Amir- Rahmat Masri (Palopo).
Pelantikan tersebut dihadiri seribuan tamu dan undangan. Adanya kekhawatiran jika Baruga AP Petta Rani Unhas tak mampu menampung seluruh tamu yang hadir, ternyata tidak terbukti. Saat prosesi pelantikan berlangsung, masih banyak bangku yang kosong.
Hadir seluruh Forkopimda Sulsel, Forkopimda se-Sulsel, mantan kepala daerah serta ribuan undangan. Tampak pula Rektor Unhas Prof Dr Dwia Ariestina Pulubuhu sebagai tuan rumah.
Pelantikan berlangsung khidmat dan penuh sorakan serta tepuk tangan tamu undangan, ketika nama bupati/wakil bupati, wali kota serta wakilnya disebutkan namanya.
“Saya mengucapkan selamat atas terpilihnya bupati dan wali kota. Saya yakin masyarakat sangat bangga menyambut kedatangan saudara-saudara sebagai bupati dan wakil bupati. Rakyat telah memilih dan memberikan kepercayaan,” kata Prof Nurdin.
Saat membacakan sambutan, gubernur menekankan pentingnya peran kepala daerah untuk mensejahterakan rakyat, mandiri secara ekonomi, dan mengedepankan budaya, adat istiadat, dan kearifan lokal.
“Merealisasikan kemandirian ekonomi dengan selalu berlandaskan budaya, adat istiadat, kearifan lokal,” ujarnya.
Gubernur NA menyampaikan, persoalan yang dihadapi saat ini bukan hanya masalah ekonomi. Tapi kemajemukan yang ada di masyarakat yang harus dikelola dengan baik. Sehingga menjadi kekuatan dalam masyarakat. Dalam mewujudkan hal tersebut, pemerintah provinsi dan kabupaten kota harus bersinergi.
Selain itu, pilkada serentak juga disebutnya sebagai modal awal untuk menyambut pemilu presiden dan pemilu legislatif di tahun 2019 mendatang. Hal ini hadir karena kerja sama semua pihak dalam mengawal pilkada.
Bupati dan wali kota serta wakilnya, kata Prof Nurdin, mempunyai tugas untuk memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat. Menerapkan tata pemerintahan yang bersih dan baik. Menjaga norma dalam urusan pemerintahan. Menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat, termasuk dengan Forkopimda.
“Jabatan saat ini bukanlah jabatan yang nikmat, tetapi jabatan yang penuh tantangan. Namun, berbekal latar belakang yang dimiliki, saya yakin amanah ini dapat dilaksanakan dengan baik,” harapnya.
Ia menegaskan, kepala daerah harus mampu menjaga kerukunan antarumat beragama, akses layanan pendidikan, kesehatan dan infrastruktur, daya saing daerah dan kepastian hukum.
“Di pundak saudara-saudara, saya titipkan amanah rakyat untuk dilaksanakan sebaik-baiknya,” pesannya.
Tidak lupa pula, karena berbagai persoalan dan masalah di Sulsel dapat diselesaikan dengan baik, untuk itu Prof Nurdin menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para pejabat yang telah mengabdikan diri dan berkontribusi.
Seremoni pelantikan dimulai dengan menyanyikan Indonesia Raya, penyematan pangkat, sambutan oleh gubernur, doa, dan pemberian selamat kepada bupati-wali kota.
Pada malam sebelum dilantik, para bupati dan wali kota beserta wakilnya dijamu makan malam oleh gubernur di rumah jabatan sebagai bentuk rasa syukur. (rhm/rus)



×


NA Sebut Jabatan tidak Nikmat

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar