pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Sebelum Kejadian, Tangan Ibunya Dijatuhi Cicak

MAKASSAR, BKM — Gempa bumi 7,7 skala richter disusul tsunami yang melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9) telah menelan ratusan korban jiwa. Nyawa warga asal Kota Makassar juga terenggut dalam peristiwa ini.
Salah satunya adalah Anthonius Gunawan Agung. Jenazahnya masih disemayamkan di rumah duka Jalan Onta Baru, Makassar. Rencananya akan dikebumikan hari ini, Senin (1/10)
Puluhan karangan bunga terlihat terpajang di sekitaran rumah duka. Orang tuanya tak henti meratapi jenazah Anthonius yang telah terbujur kaku di dalam peti mati. Jika ada sanak saudara, keluarga dan sahabat yang datang, tangis ibunya kembali pecah.
Jenazah Anthonius rencana akan dikebumikan di Pekuburan Pannara, Makassar. Sebelumnya akan dilakukan misa pelepasan jenazah di Gereja Mamajang, Jalan Onta Baru pada 11.00 Wita.
Ayah almarhum Anthonius, Yohannes Tolla mengatakan jika anaknya selama ini merupakan anak yang sabar dan penurut, apalagi dengan orang tuanya. Apalagi Anthonius selama ini intens melakukan komunikasi dengan orang tuanya hampir tiap minggu.
Yohannes mengatakan, terakhir dihubungi anaknya pada 21 September lalu. Saat itu kondisinya masih seperti biasa. Anthonius hanya menanyakan kabar dan keadaan orang tuanya.
Saat gempa Palu terjadi, Yohannes tengah berada di Papua. Di mana dirinya bekerja sebagai guru SMK disana. Ia dan keluarga memang telah menetap di Papua. Sama seperti almarhum Anthonius yang memang lahir dan besar di Papua.
Yohannes pun mengetahui anaknya meninggal dari kabar yang disampaikan teman-teman Anthonius. Setelah kabar itu tiba, Yohannes pun langsung terbang ke Makassar untuk melihat jasad anaknya.
Beberapa firasat memang telah dirasakan orang tua Anthonius. Seperti ibunya yang tangannya pernah dijatuhi cicak. Sampai pintu rumahnya tertutup sendiri.
“Ibunya yang dekat sama dia. Sebelum kejadian, tangan ibunya itu pernah dijatuhi cicak. Terus pintu yang tertutup sendiri. Tadinya kita abaikan. Kita baru sadar setelah kejadian ini,” tutur Yohannes sambil sesekali terisak.
Rekan seprofesi Anthonius yang merupakan Ketua Indonesia Air Traffic Controllers Association (IATCA) Makassar, Taufik Alexander mengatakan jika Anthonius adalah sosok yang baik. Anthonius dinilainya adalah orang yang sedikit pendiam, namun cerdas.
Taufik bangga atas Anthonius yang berani mengerjakan tanggungjawabnya terlebih dahulu. Ia mengatakan, Anthonius sangat pentas mendapat penghargaan atas hal tersebut.
“Kami merasa bangga atas almarhum. Tanggung jawab yang diembannya begitu luar biasa. Saya rasa dia pantas mendapat penghargaan atas hal itu,” kata Taufik.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto yang melayat di rumah duka Anthonius, kemarin mengaku kagum dengan aksi heroik Anthonius Gunawan Agung yang menyelamatkan nyawa satu pesawat meski dirinya menjadi korban.
Anthonius Gunawan Agung sendiri adalah petugas Air Traffic Controller (ATC) Air Nav Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu. Ia mengembuskan nafas terakhir usai memastikan pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6231 bisa terbang saat gempa berkekuatan 7,4 SR mengguncang Palu.
Meski gempa, Anthonius tetap duduk di kursi tugasnya di menara kontrol. Bagaimana tidak, penerbangan pada pukul 17.55 Wita tersebut sudah bersiap untuk lepas landas.
“Pada saat yang sama, gempa disusul tsunami terjadi. Ia memastikan tugas dan tanggung jawabnya tuntas, tapi sudah tak lagi punya waktu untuk menyelamatkan diri. Anak muda Makassar ini gugur dalam tugas, persis setelah pesawat Batik Air lepas landas terbang ke udara,” ungkap Danny.
Anthonius merupakan bungsu dari tiga bersaudara. Ia adalah lulusan Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar. Ia baru dilantik pada September 2017 lalu setelah lulus di Airnav dan ditempatkan di Palu. (nug/rus/b)




×


Sebelum Kejadian, Tangan Ibunya Dijatuhi Cicak

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar