pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Korban Gempa Lahirkan Anak Kembar Tiga

MAKASSAR, BKM — Ada banyak kisah mengalir dari korban gempa bumi dan tsunami Palu. Mereka yang dievakuasi ke Makassar menjadi pelakonnya.
Terbaru adalah seorang ibu melahirkan anak kembar tiga di Rumah Sakit Umum (RSU) Daya. Namanya Atina. Berusia 31 tahun. Berasal dari Sigi. Tiga anaknya lahir melalui operasi cesar, Senin petang (1/10) pukul 19.11 Wita.
Anak yang lahir pertama berjenis kelamin laki-laki. Beratnya 2 kg. Anak kedua perempuan, dengan berat 2 kg. Yang ketiga juga perempuan. Beratnya 1,8 kg.
Atina yang kelahiran Sigi, 28 Desember 1987 tiba di RS Daya, Senin (1/10) pukul 14.00 Wita. Ia menumpang pesawat Hercules TNI AU.
Wakil Direktur (Wadir) I RS Daya Juliani Jafar, mengatakan operasi dilakukan setelah kondisi kesehatan Atina dinyatakan pulih dan sehat. Tidak ditemukan adanya luka-luka dan penyakit lain yang dideritanya.
“Kalau dokternya sudah datang dan menyatakan bisa dioperasi, maka ibu ini sudah dapat melahirkan. Anaknya kembar tiga,” kata Juliani.
Hingga kemarin, pasien korban gempa bumi dan tsunami yang menjalani perawatan di RS Daya berjumlah 25 orang. Dari jumlah itu, sudah ada 11 pasien dipulangkan karena kondisinya sudah membaik. Sementara lainnya masih mendapat perawatan medis.
“Selain Atina, ada satu pasien korban gempa lain yang juga hamil. Umur kehamilannya empat bulan. Kita memberikan pelayanan yang baik agar kondisinya tetap sehat. Hari kedua, ada tambahan lima pasien korban dari Palu dan mendapatkan perawatan,” terangnya.

Terpisah Orang Tua

Korban gempa lainnya yang kini ditampung di Asrama Haji Sudiang, Makassar ada di antaranya yang harus terpisah dari orang-orang yang dicintainya.
Seperti yang dialami Raffi (4,5) dan Raffa (1). Dua bocah bersaudara ini mesti menjalani hidup dari ayahnya. Sang ayah tak bisa ikut serta mengungsi dengan penerbangan pesawat Hercules dari Palu ke Makassar.
”Anak pertama saya ini (Raffi) terus tanya di mana papanya. Setiap hari selalu tanya itu. Saya biasa jawab, tinggal dulu perbaiki rumah,” ungkap Irma (27), ibunda Raffi dan Raffa yang ditemui di tempat pengungsian Asrama Haji Sudiang, Senin (1/10).
Rasa trauma atas tragedi gempa masih dialami anak-anak Irma. Ketika naik pesawat, mereka meminta agar pesawatnya tidak bergetar. ”Dia ketakutan,” ujarnya.
Sembari bermain bersama adiknya, tidak jarang Raffi menangis menanyakan papanya yang masih tinggal untuk menyelamatkan sanak saudaranya yang lain di Palu. Irma mengakui suaminya tidak dapat dihubungi sampai kemarin. Ia hanya mendapatkan kabar suaminya sekali melalui pesan singkat melalui gawai.
“Tidak bisa menelepon di Sigi, mba. Ini saja kirim pesan susah sekali. Hanya satu kali saja. Papanya Raffi masih tinggal disana (Sigi) karena ada keluarga di sana belum bisa dievakuasi. Hanya yang bawa anak kecil yang cepat dievakuasi,” terangnya.
Irma juga melihat kondisi rumahnya di Palu telah rata dengan tanah. Tak ada yang bisa diselamatkan. Apalagi, kebakaran terjadi di daerahnya saat gempa. Hingga tetangga harus tertimbun reruntuhan akibat menolong anaknya yang masih terjebak di dalam rumah.
“Sebenarnya, kalau gempa di Palu sudah biasa, mba. Sudah sering. Tapi yang parah memang yang ini. Untung anak-anak (Raffi) bermain di luar dan pegangan di tiang tetangga. Kalau yang ini (Raffa) sedang rewel memang. Mau digendong terus. Baru hari itu (firasatnya). Biasa anaknya aktif jalan,” bebernya.
Ceita yang hampir sama disampaikan Imrotun Hasana (22). Ia melarikan anaknya yang berusia lima bulan saat terjadi gempa. Pada saat itu anaknya yang masih tidur, sempat mengalami gemetaran hebat akibat dipaksa ikut berlari dari rumah.
Seorang ponakan Imrotun bernama Fauzan (8) juga ia bawa mengungsi ke Asrama Haji Sudiang. Karena saat gempa, dia terkena batu dan terjatuh. ”Ini lecet-lecet badan dan kepalanya. Ada juga keluarga yang belum dievakuasi dan tidak diketahui keberadaannya,” tuturnya.
Hingga kemarin, jumlah pengungsi yang ditampung di Asrama Haji Sudiang sebanyak 34. Sebelumnya ada 76 orang yang datang. Namun sebagian telah diambil sanak keluarganya.
”Yang masih tinggal ini rencana akan pulang ke kampung halamannya masing-masing. Seperti Jawa dan Kalimantan,” kata Yogi, Koordinator Relawan Posko Asrama Haji Sudiang. (arf-ita/rus)




×


Korban Gempa Lahirkan Anak Kembar Tiga

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar