ABI RAFDI SUARDI baru saja dinobatkan sebagai jawara Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2018. Namanya pun kini makin dikenal di seantero nusantara. From zero to hero.
Laporan: H Purmadi
PUNCAK Gerbang Utama KDI 2018 dipentaskan di layar televisi MNC, Selasa malam (2/10). Abi mendapatkan jumlah dukungan SMS dan akumulasi voter Instagram sebanyak 57 persen. Ia menyisihkan finalis asal Tanjungbalai, Sumatera Utara dengan total raihan 43 persen.
Anak kedua dari tiga bersaudara ini tidak menyangka dirinya berhasil mengalahkan puluhan ribu peserta KDI dari delapan provinsi tempat audisi, yang berlangsung tiga bulan lalu.
Di kampung kelahirannya di Ponrangngae, Lancirang, Kecamatan Pitu Riawa Sidrap ini, Abi dikenal sebagai muadzin dan guru mengaji. Bahkan sesekali menjadi imam Masjid Mina Ponrangngae manakala iman utama sedang berhalangan.
Dengan suara khasnya yang sangat merdu, masyarakat sekitar rumahnya senang kalau dia memimpin salat lima waktu.
Apa yang diperolehnya kini tidak didapat begitu saja. Ada orang-orang di belakangnya yang sangat berjasa dalam memoles Abi hingga memiliki suara khas.
Dia adalah Najamuddin, seorang guru Bahasa Indonesia sekaligus pembina seni dan olah vokal di SMA Negeri 7 Sidrap (dulu SMA 1 Pitu Riawa). Di mata Najamuddin, Abi memang punya talenta di bidang seni. Apapun teknik dan metode menyanyi maupun gerak seni, Abi langsung menangkap pelajaran itu.
“Abi tidak pernah menyusahkan jika diajarkan sesuatu ilmu seni. Makanya, saya asah bakatnya terus hingga tamat. Karena potensiseninya sangat besar,” tutur Najamuddin memulai ceritanya mengajari Abi hingga jadi penyanyi seperti saat ini.
BKM datang ke sekolah Abi di Ponrangnage usai dinobatkan juara KDI 2018. Amiruddin, wali kelas Abi menuturkan, siswanya itu dikenal rajin belajar, salat dan suka menolong teman-temannya. Bahkan, sejak kelas VII SMA hingga tamat, Abi selalu masuk lima besar ranking di kelasnya.
“Memang pantas anak Abi juaranya. Ekspresi wajah artis sudah saya lihat sewaktu dia pulang kampung baru-baru. Saya bangga punya anak didik jadi terkenal dan artis di ibu kota,” ucap Amiruddin haru.
Selama tiga tahun dididik di SMAN 7 Sidrap, Abi banyak menorehkan prestasi di bidang tarik suara dan seni. Baik pada tingkat sekolah, kecamatan dan kabupaten hingga provinsi.
Sederet prestasi dengan memboyong piala dan juara satu hingga tiga lomba olah vokal dan teater, serta film dokumenter berhasil ditorehkannya. “Setiap ada perlombaan, Abi dan teman-temannya diutus mewakili sekolah. Tingkat kabupaten selalu juara 1 sampai 3 kali berturut-turut. Kalau di sekolah sudah puluhan kali selalu juara satu dan dua,” terang Najamuddin, yang diamini Amiruddin, Rabu (3/10).
Masih menurut Najamuddin, Abi ulet dalam berlatih. Bahkan karena inginnya mendalami ilmu seni, dirinya rela pulang larut malam dari privat rumah pribadi Najamuddin.
“Biasa kalau saya tidak ke rumahnya, Abi yang ke rumah hingga larut malam hanya ingin dalami latihan teknik menyanyinya. Kalau saya nilai karakter Abi kuat diekspresi seni teater,” papar Najamuddin.
Di SMAN 7 Sidrap ini, sudah dua siswa hasil tempaan Najamuddin telah menjadi artis. Selain Abi, ada pula Tiara Liga Dangdut mewakili Sidrap dan Sulsel.
Tiara saat ini masih duduk di bangku kelas VII SMAN 7. Sementara Abi lulus sekolah pada April 2018 lalu. Abi dulunya duduk di bangku kelas XII jurusan IPA.
“Abi pernah saya latih bersama-sama dengan Tiara, adik kelasnya yang pernah menjadi peserta Liga Dangdut Indoensia. Alhamdulillah, saya benar-benar bangga bisa mengajar di sekolah ini. Karena sudah dua siswa berprestasi di kancah nasional, yakni Abi dan Tiara,” terang Najamuddin lagi.
Secara otodidak, Abi belajar seni di sekolah. Dia juga mendalami paduan suara. Termasuk fashion show serta teater.
“Kalau bidang olahraga anak ini tidak diragukan lagi. Dia juga pernah juara lomba Porseni di sepak takraw, vola voli, dan futsal. Pokoknya anak ini multi talenta,” kata Amiruddin menambahkan.
Meski berprestasi, Abi tetaplah anak yang baik. Jika diajak komunikasi, tuturt katanya lemah lembut.
”Saya biasa pancing dengan didikan karatkter keras, tapi Abi tetap sopan. Jiwa seninya 80 persen dibanding yang lainnya,” imbuh Amiruddin.
Di bidang lain, Abi juga ternyata jago memainkan sejumlah alat musik. Ia cekatan bermain gitar, suling, dan piano. ”Apapun alat musik yang diajarkan, langsung dibaca dan dimainkan. Itu hanya sekali ajar,” sebut Najamuddin, yang sudah 16 tahun menjadi guru seni dan BP.
Sementara di mata teman dan adik sekelasnya, Abi dikenal pendiam tapi humoris. Bahkan mereka pernah membentuk grup lawak sewaktu Abi masih sekolah.
”Abi selalu dapat pemeran utama jika ada pentas seni. Apapun itu,” ungkap Risna, teman sekelas Abi dulu.
“Selain tampan, dia orangnya ramah dan suka lucu-lucuan. Kalau bertemu sapa kita-kita sebagai adik kelasnya,” sambung Tiara. (*/rus/b)

