TIM Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polrestabes berhasil mengungkap kasus pembunuhan, yang korbannya ditemukan tergeletak di halaman kantor Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air
Cipta Karya dan Tata Ruang Sulsel di Jalan AP Petta Rani, Jumat (12/10). Siapa dan apa motifnya?
Laporan: Juldam Husain
MEDIA Centre dan Public Complaint Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Makassar, Senin (15/10). Kasat Reskrim Kompol Wirdhanto Hadicaksono hadir di dalam ruangan.
Sejumlah barang bukti yang tersimpan dalam kemasan kantong plastik berada di atas meja. Di belakang Wirdhanto ada seorang remaja belasan tahun yang berdiri sambil menundukkan kepala. Mengenakan baju tahanan dan penutup muka berwarna hitam. Dua orang polisi bersenjata lengkap yang menutup sebagian wajahnya, tampak mengapit di kiri kanan.
Wirdhanto menyebut, remaja pria di belakangnya itu berinisial FK. Berusia 16 tahun. Warga Jalan Abubakar Lambogo.
FK telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan terhadap Sunardi Suna (16), warga Kabupaten Gowa. Mayatnya ditemukan di halaman kantor Dinas PSDA Sulsel, Jumat pagi (12/10). Terdapat empat luka tusukan di tubuhnya.
Tubuh Sunardi terbujur kaku dengan posisi tengkurap di atas paving block. Mengenakan sweater warna merah. Berlengan panjang berwarna biru dan abu-abu. Memakai celana jins hitam selutut. Di dekat kepalanya ada darah yang telah mengering.
Menyusul peristiwa itu, Jatanras Polrestabes Makassar bersama Polda Sulsel dan Polsek Panakkukang membentuk tim gabungan guna mengungkap kasus ini. Perburuan terhadap pelaku bebruah hasil.
Pada Minggu sore (14/10), FK berhasil diringkus. Ia diamankan di wilayah Biringkanaya.
“Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku menikam korban hingga tewas. Motifnya karena balas dendam. Tersangka pernah dipukul oleh korban,” terang Kompol Wirdhanto, kemarin.
Keduanya kembali bertemu saat menonton balapan liar di Jalan AP Petta Rani. Melihat korban ada di lokasi tersebut, pelaku langsung mendatanginya.
Sunardi berusaha untuk menghindar. Namun terus dikejar oleh FK. Begitu berhasil terkejar, FK langsung menyerangnya dengan menggunakan senjata tajam. Beberapa kali tusukan mendarat di bagian belakang badannya.
Pengakuan tersangka diperkuat keterangan beberapa saksi yang diperiksa penyidik. Mereka yang juga teman pelaku, di antaranya Fikrin, Ibrahim, M Hikmal, Rezki, Rifal dan Andrian. (*/rus)

