MAKASSAR, BKM — Rencana penutupan kampus Universitas Indonesia Timur (UIT) kini tengah berproses di Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Mahasiswanya pun bersiap untuk dipindahkan ke kampus lain yang menjadi pilihan dan siap menampung mereka.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi Prof Dr H Jasruddin, menegaskan bahwa pihaknya tidak mengurus UIT secara lembaga. Sebab hal itu menjadi kewenangan Kemenristek Dikti.
Saat ini LLDikti IX berfokus mengumpulkan data mahasiswa UIT yang valid agar bisa dipindahkan di kampus swasta yang siap menampung.
“Sudah ada kesepakatan antara mahasiswa UIT dengan dan Direktur Kelembagaan Pengembangan Kemenristek Dikti bahwa akan diurus pindah ke perguruan tinggi yang lain. Nah, untuk bisa pindah harus punya data yang akurat. Itulah tugas kami sekarang. Karena perguruan tinggi swasta tidak akan menerima kalau nama mahasiswa itu tidak ada di pangkalan data,” ungkap Prof Jasruddin di sela-sela kegiatan kampus, Selasa (16/10).
LLDikti khawatir, jika ada beberapa mahasiswa belum masuk pangkalan data, mengakibatkan mahasiswa tersebut tidak bisa dipindahkan di PTS lain.
“Jangan sampai dipindahkan tapi tidak ada namanya di Kemenristek Dikti. Karena itu sekarang kami membentuk tim untuk melakukan verifikasi data. Nanti kami punya data, baru akan dipertanggungjawabkan kevalidannya. Kemudian kita tawarkan ke perguruan tinggi swasta di Makassar,” terang Prof Jasruddin lagi.
LLDikti IX juga telah diberi amanah oleh Dirjen Pengembangan Kelembagaan Kemenristek Dikti, agar segala administrasi untuk perpindahan mahasiwa UIT Makassar siap ditanggung. Kecuali biaya biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) ditanggung mahasiswa bersangkutan.
“Kalau soal menutup itu bukan urusan kita. Kita punya tugas memverikasi data mahasiswa untuk dicarikan perguruan tinggi. Untuk biaya pemindahannya tidak bayar apa-apa alias gratis. Kecuali SPP,” tuturnya.
Dihubungi terpisah, kemarin, Humas UIT Makassar Zulkarnaen mengaku telah berangka ke Jakarta. Membawa 40 orang unsur akademik, mereka rencananya menghadap Menristek Dikti guna mencari solusi agar verifikasi kampus bisa dikeluarkan.
“Kita belum bertemu, karena tadi penerbangan kita hampir 40 orang. Rencananya kita menghadap sore ini (kemarin). Nanti diinfokan hasilnya,” ujarnya singkat melalui sambungan telepon selular.
Arini, seorang mahasiswi UIT yang ditemui, kemarin mengaku sangat kecewa dengan kondisi kampusnya saat ini. Namun, ia mendukung langkah Kemenristek Dikti, jika kampus tempatnya menuntut ilmu selama ini ditutup. Dia pun setuju jika mahasiswa UIT dipindahkan ke kampus lain.
“Kita sudah capek. Kita sudah memperjuangkan nasib sendiri tanpa bantuan kampus. Bayangkan, kita sampai terbang ke Jakarta sebanyak 50 orang menghadap Kemenristek Dikti. Sampai bermalam di pelatarannya demi memperjuangkan nasib kami. Pertanyaanya, kenapa pihak kampus baru ke sana. Kenapa tidak kemarin-kemarin,” ketusnya. (ita/rus)
Biaya Pindah Mahasiswa UIT Gratis, SPP Bayar
×

