pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

I Nade Pernah Tolak Lamaran Lima Orang Duda

SEHARI sudah Muh Idris dan Nadrah (I Nade) menjalani biduk rumah tangga sebagai pasangan suami istri. Mereka yang beda usia 45 tahun ini mulai menata masa depan.

Laporan: Purmadi

SIAPA sangka, I Nade punya kisah lain yang belum terungkap selama ini. Ternyata, ia pernah menolak lamaran lima orang duda.
Usai pesta pernikahan, sanak keluarga keduanya sudah kembali ke kampungnya masing-masing. Keluarga Idris ada yang ke Enrekang. Sebagian ke Suli, Kabupaten Luwu. Demikian pula keluarga I Nade, sudah pulang ke rumahnya.
Tidak ada lagi aktifitas menonjol di rumah yang berada di Panca Lautang, jalan poros Soppeng-Pangkajene, Sidrap.
BKM kembali bertandang ke rumah ini, Jumat (26/10). I Nade kembali bertutur tentang kisahnya yang belum pernah diungkapkan selama ini.
Sebelum dinikahi brondong kelahiran 20 Oktober 1998 silam, I Nade yang sudah menjanda 30 tahun, ia sering didatangi pria berstatus duda. Namun, karena belum ada keinginan bersuami kembali, ia pun pernah menolak lamaran lima orang duda.
Tapi karena Tuhan berkehendak lain, ia tak kuasa menolak lamaran Muh Idris yang baru berusia 20 tahun. ”Inimi jodohku. Padahal lima orang duda pernah melamar, namun saya tolak. Karena tidak adapi keinginanku bersuami dulu. Tabbukkani parukkusekku (sudah terbuka pintu jodohku),” ujarnya.
I Nade mengaku bersyukur atas jodoh yang diberikan Sang Pencipta. Doanya sejak ditinggal pergi almarhum suaminya, kini dikabulkan.
Ia selalu berdoa seusai salat lima waktu agar dibukakan pintu rezeki yang baik. Termasuk yang mau menerima dirinya apa adanya.
“Memang ada ada harta peninggalan almarhum suami saya kebun cengkeh 3 hektare. Dengan adanya suamiku sekarang, sudah ada yang bantu saya menjaga dan merawatnya. Selama ini, suami saya kerja dan menggarap kebun ini. Dia rajin orangnya,” ucap I Nade tak henti-hentinya berucap syukur.
Mengenai anggapan miring orang-orang tentang statusnya yang beda usia, itu tak digubrisnya. “Saya tidak peduli. Yang penting suamiku mau terima saya apa adanya. Alhamdulillah, suami saya juga mau hidup sederhana dan tidak macingkang (sombong),” ucapnya.
Idris mengamini apa yang disampaikan istrinya. Ia ikhlas menikahi I Nade, selain karena balas jasa telah membesarkannya, juga sudah dianggap cocok sebagai pendamping hidupnya. Dirinya tak pernah memandang materi ataupun usia yang terpaut jauh.
“Saya ikhlas dan saling suka sama suka, biar dia lebih tua dari saya,” cetusnya.
Keponakan I Nade, Hj Asma membenarkan adanya lima orang yang sebelumnya hendak menikahi tantenya itu. “Memang ada lima orang yang mau melamar tante saya, tetapi ditolak. Karena dia maunya menikah dengan pemuda, bukan duda,” ujarnya.
Saat tantenya tersebut menyampaikan rencana Idris datang melamar dengan mahar Rp10 juta, Hj Asma beserta keluarga lainnya pun sepakat, dan menyetujui rencana pernikahan tersebut.
“Namanya juga saling mencintai.Ya kami selaku keluarga tentu turut bahagia atas pernikahan ini. Semoga keduanya berbahagia dan punya anak,” tuturnya. (*/rus/b)



×


I Nade Pernah Tolak Lamaran Lima Orang Duda

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar