pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Raja-raja Kumpul di FKN 2018

SUMENEP, BKM — Para raja se-nusantara bakal berkumpul di Pulau Madura. Mereka menyatu dalam Festival Keraton Nusantara (FKN) 2018. Event ini berlangsung 23-30 Oktober di Sumenep, Madura, Jawa Timur.
FKN 2018 merupakan ajang tahunan. Setidaknya 50 istana dari berbagai kesultanan di seluruh Indonesia terlibat di dalamnya. Mereka bakal memamerkan banyak benda suci, kesenian khas hingga seminar budaya dari daerahnya masing-masing.
FKN 2018 akan berisikan pagelaran seni dan budaya bernuansa keraton. Seperti Kirab Agung Prajurit Keraton, Pagelaran Kesenian Keraton, Pagelaran Upacara Adat Keraton, Pagelaran Busana Keraton, Pameran Benda-Benda Pusaka Keraton, Pertemuan Raja atau Sultan Nusantara.
“Penguatan cultural value dari Festival Keraton Nusantara akan memberikan dampak terhadap commercial value. Semua harus menghasilkan kombinasi yang serasi,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya, Rabu (24/10).
Acara pertemuan para raja dan kesultanan nusantara ini, bakal diawali dengan Kirab Prajurit Keraton.
Dengan masuknya event ini dalam 100 Wonderful Event Kementerian Pariwisata, Menpar berharap bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Sekaligus mempromosikan banyak kebudayaan yang beragam.
“Memang, pelestarian budaya ini dirasa sangat perlu. Misinya, apalagi kalau bukan untuk mengenalkan adat tradisi dan budaya keraton yang bernilai luhur. Ini juga sekaligus melestarikan benda-benda peninggalan sejarah dan purbakala sebagai aset, serta sebagai daya tarik pariwisata,” ujar Menpar Arief Yahya.
Nantinya, ratusan keluarga kesultanan dan kerajaan bakal melakukan pawai di jalan kota Sumenep. Tentu saja sambil memperkenalkan kebudayaan dan tradisinya masing-masing.
Festival ini dilaksanakan untuk menjaga tali silaturahmi antarkeraton. Selain itu, meningkatkan peran sebagai warisan budaya bangsa.
Menpar menambahkan, FKN bukan hanya memamerkan pada bangunan saja. Pengembangan dan pemanfaatan budaya juga ikut disentuh, sehingga ada nilai-nilai yang bermanfaat.
“Peninggalan bangunan kesultanan atau keraton menjadi bagian dari atraksi dan menjadi tarik bagi wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Indonesia. Ini untuk dikenalkan kembali sejarah dan budaya kita. Silakan datang ke Sumenep sebagai satu-satunya kabupaten di Jawa Timur yang masih memiliki peninggalan sejarah keraton. Apalagi keratonnya masih original sesuai dengan aslinya,” paparnya.
Bupati Sumenep A Busyro Karim mengatakan, penyelenggaraan FKN 2018 bakal berbeda dengan tahun sebelumnya. Unsur pariwisata akan lebih menonjol.
“Kami sangat bersyukur dengan ditetapkannya Sumenep menjadi tuan rumah di event tahunan ini. Kami sudah menyiapkan dengan maksimal. Para tamu dan delegasi juga dipersilakan untuk coba menginap di Pulau Gili Yang. Pulau dengan kadar oksigen terbaik kedua di dunia,” kata Busyro Karim.
Selain itu, lanjutnya, festival ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam menyongsong Visit Sumenep Tahun 2018. Sehingga diharapkan berdampak baik bagi perekonomian dan mendongkrak kunjungan wisatawan ke Kabupaten Sumenep.
Selain itu, para seniman, budayawan, sejarahwan dan seluruh warga Sumenep bisa memanfaatkannya untuk ajang silaturahmi dan berbagi ilmu.
“Termasuk bagi mahasiswa, dan siswa dari mulai SD sampai SMA juga bisa ikut belajar, sejarah, budaya dan seni dari seluruh Indonesia,” tambahnya.
Sebagai tuan rumah, Sumenep akan menjamu para tamu peserta keraton dan masyarakat luas. Pihaknya akan menyajikan kesenian, benda keraton, situs, kuliner dan objek wisata yang menarik untuk dikunjungi. Sedangkan para undangan keraton/kesultanan akan menyajikan budaya dan kesenian masing-masing.
FKN 2018 diawali dengan road show di lima keraton; yaitu Solo, Medan, Mempawah, Ternate, dan Denpasar. Lalu ditutup dengan acara puncak yang digelar di Sumenep, Pulau Madura.
Plt Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani menambahkan, Indonesia pemilik keraton terbanyak di Asean maupun dunia. Keraton sudah saatnya kembali diangkat menjadi satu potensi besar memajukan pariwisata Indonesia.
“Keraton Indonesia merupakan yang terbanyak di dunia saat ini. Harusnya bisa jadi sumber ilmu, sumber dan pusat budaya, sumber ekonomi, juga destinasi wisata budaya yang datang ke keraton,” ujar Giri didampingi Kepala Bidang Pemasaran I Regional II (Jawa) Wawan Gunawan.
Wawan Gunawan menjelaskan, Kemenpar mengapresiasi penyelenggaraan FKN 2018 di Sumenep. Event ini untuk meningkatkan peran dan fungsi keraton sebagai warisan budaya bangsa serta meningkatkan perekonomian daerah dari sisi pariwisata.
“Keraton sebagai warisan budaya bangsa menjadi aset pariwisata. Sehingga kegiatan FKN 2018 tidak lepas dari kegiatan kepariwisataan. Sumenep sebagai tuan rumah mempunyai kesempatan untuk mempromosikan potensi pariwisatanya. Termasuk 36 event yang dimilikinya,” papar Wawan yang juga Ki Dalang Wayang Ajen ini. (*)



×


Raja-raja Kumpul di FKN 2018

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar