SIDRAP, BKM — Terungkap sudah teka teki siapa yang datang melakukan penggerebekan berjumlah lebih dari enam orang di Desa Allakuang, Selasa malam lalu (20/11). Mereka adalah aparat dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel.
Mereka yang mendatangi rumah milik H Hasan Husain, orang tua almarhum H Sabri (35) tengah melakukan pengembangan kasus narkoba yang diungkap di wilayah Makassar sebelumnya. Yakni kepemilikan sabu seberat 500 gram.
Saat itu, sejumlah nama terkait kasus yang diungkap itu menyebut Lantaming alias Paccie, Laonggo dan Ibu Yaya. Kesemuanya berdomisili di Desa Allakuang, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap.
Namun, dalam penggerebekan dan penggeledahan salah satu warga setempat bernama H Sabri meninggal dunia secara mendadak. Ia kaget didatangi polisi berpakaian preman. Almarhum Sabri diketahui memiliki riwayat penyakit jantung.
Setelah mengetahui identitas mereka yang datang melakukan penggerebekan, pihak keluarga Sabri pun pasrah. Meski awalnya tidak menerima penggerebekan yang berakibat meninggalnya salah seorang anggota keluarga mereka.
“Kami sudah tahu aparat yang datang menggeledah rumah anak kami. Mereka BNNP Sulsel dan sudah datang meminta maaf. Kami sudah menerima kematian anak saya ini karena sudah takdirnya dari Yang di Atas,” tutur H Hasan Husain di rumah duka, Kamis (22/11).
H Jama yang juga keluarga almarhum sekaligus tokoh masyarakat setempat, membenarkan jika petugas dari BNNP Sulsel yang turun melakukan pengembangan kasus narkoba.
“Sudah ada pihak BNNP yang turun menemui keluarga dan meminta maaf. Kami sudah tidak keberatan lagi, karena sudah diketahui siapa yang turun ke rumah keluarga menggerebek,” ucap H Jama, kemarin.
Pihak Polres Sidrap dibantu Polsek Maritengngae yang turun memfasilitasi BNNP dan keluarga almarhum, sudah menemui titik sepakat tidak mempermasalahkan lagi kasus kematian almarhum.
“Semua manusia sudah digariskan takdirnya. Begitu juga kita, punya kekurangan dan kelebihan sehingga ini menjadi musibah. Alhamdulillah, rekan-rekan polsek sudah turun menfasilitasi. Sudah tidak masalah lagi,”ucap Kapolres Sidrap AKBP Ade Indrawan di ruang kerjanya, kemarin.
Dihubungi terpisah, Kepala BNNP Sulsel Brigadir Jenderal Pol Idris Kadir, mengatakan bahwa meninggalnya H Sabri bukan karena penggerebekan yang dilakukan di Allakuang. ”Personel BNNP Sulsel tidak pernah bersentuhan ataupun melakukan interogasi terhadap almarhum H Sabri,” ujarnya, Kamis (22/11).
Ia menegaskan, meninggalnya almarhum bukan karena adanya tekanan, baik fisik maupun psikis yang dilakukan oleh personel BNNP Sulsel.
Idris Kadir mengungkap, bahwa pada Selasa (20/11) pukul 23.00 Wita, memang dilakukan penggerebekan di Dusun Allakuang. Tak lama kemudian diperoleh informasi bahwa ada seorang warga di lokasi penggerebekan yang meninggal dunia.
Personel BNNP kembali ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Ternyata, rumah yang digerebek atas nama Tamming, berada jauh dari rumah H Sabir. Jaraknya kurang lebih 400 meter.
“Jadi tidak benar kalau meninggalnya warga tersebut akibat penggerebekan yang dilakukan personel BNNP Sulsel,” tandas Idris.
Idris menerangkan, pihaknya melakukan penggerebekan terhadap jaringan sabu di wilayah itu, karena dari informasi yang diperoleh, bahwa sebuah mobil Toyota Agya warna kuning merupakan kendaraan yang diduga terkait jaringan Wajo (Keera), yakni lelaki berinisial HBB.
“Kaki tangan jaringan tersebut sudah diamankan oleh BNNP Sulsel di Jalan Tinumbu, Kota Makassar. Barang bukti yang disita adalah sabu seberat 500 gram,” pungkasnya.
Adapun pelaku yang berhasil telah diamankan di Jalan Tinumbu, yakni YS dan AD. (ady-mat/rus/b)
BNNP Akui Menggerebek, Tapi tak Picu Kematian
×

