MAKASSAR, BKM — Pejabat dari beberapa kabupaten beramai-ramai pindah ke Pemprov Sulsel. Fenomena itu berlangsung pascadilantiknya Nurdin Abdullah sebagai Gubernur Sulsel dan Andi Sudirman Sulaiman sebagai wakil gubernur.
Di awal-awal pemerintahan keduanya, seorang pejabat eselon III Bantaeng, Idham Kadir melakukan proses mutasi cukup kilat. Tidak sampai seminggu, mantan kepala Bagian Humas dan Protokol Bantaeng itu sudah berstatus sebagai ASN Pemprov Sulsel.
Belum cukup 100 hari Prof NA-ASS bertugas, dua pejabat di kabupaten yang berjuluk Butta Toa itu kembali hijrah ke Pemprov Sulsel. Mereka adalah mantan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Asri Sahrun, dan mantan Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD)Abdul Rasyid.
Informasi lain, seorang pejabat yang menduduki Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bone Andi Sumardi Sulaiman, juga disebut-sebut sementara mengurus kepindahannya ke Pemprov Sulsel. Andi Sumardi merupakan kakak kandung dari Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman.
Kepala Bidang Mutasi BKD Sulsel Nurhadji membenarkan kepindahan dua pejabat dari Banateng tersebut. “Iya. Kalau dari Bantaeng, yang pejabatnya baru dua yang pindah. Sudah jadi ASN Pemprov Sulsel,” ungkapnya, Senin (17/12).
Namun, dia mengatakan, untuk usulan perpindahan pejabat dari Pemkab Bone ke Provinsi Sulsel, sejauh ini belum ada. “Kalau dari Bone belum,” ungkapnya.
Karena merupakan ASN baru di lingkup Pemprov Sulsel, pejabat Bantaeng yang pindah saat ini masih berstatus non job. Mereka itu dipersiapkan untuk mengikuti lelang jabatan pejabat eselon II.
Bukan hanya pejabat setingkat kepala dinas, beberapa pejabat eselon IV Bantaeng juga mengajukan permohonan pindah ke Pemprov Sulsel.
Diantaranya Sekretaris BPKD Junaedi, Kabid PPPA Bantaeng Syamsuniar Malik (dulu sekretaris PKK Bantaeng), Kabid Mutasi BKPSDM Bustanul Arifin, dan Kasubag Protokol Andi Arif Budiawan Pawiloi.
Saat ini, NA-ASS sementara menggodok hasil assesment yang digelar untuk pejabat eselon II Pemprov Sulsel beberapa waktu lalu.
Hasil assesment itu akan menjadi rujukan pasangan berjuluk Prof Andalan itu untuk melakukan pergeseran pejabat atau mutasi.
Setelah itu, NA-ASS juga punya tugas untuk mengisi beberapa posisi lowong yang saat ini diduduki pelaksana tugas.
Di antaranya, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Kesehatan, Biro Pembangunan, Asisten I, dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah.
Termasuk mempersiapkan orang-orang yang mampu menduduki posisi yang akan ditinggalkan pejabat yang memasuki masa pensiun. Seperti Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Sulsel Andi Musaffar Syah yang memasuki masa pensiun Januari mendatang.
Selain pejabat dari Bantaeng dan Bone, informasi yang diperoleh, NA juga mempersiapkan pejabat dari instansi vertikal dan akademisi untuk beberapa posisi. Seperti yang dikatakan NA belum lama ini.
Sebelumnya, Nurdin menyebutkan jika salah seorang anggota Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) yang juga alumni Fakultas Teknik Unhas akan menjadi Kepala Bappeda.
Dia menyebutkan, calon Kepala Inspektorat Pemprov Sulsel akan diambil dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Nurdin mengemukakan, posisi Inspektur Inspektorat sangat penting. Sehingga dibutuhkan orang-orang yang punya kapasitas, serta pengalaman dalam bidang pengawasan.
“Posisi Inspektorat itu sangat penting. Kepala BPKP Pusat sudah datang ke rujab. Saya sudah minta supaya ada dari sana khusus Inspektorat. Seperti pengalaman saya waktu di Bantaeng,” ungkapnya.
Sementara untuk posisi kepala Bappeda, nama yang mencuat adalah Prof Dr Ir Rudy Jamaluddin. Guru besar Fakultas Teknik Unhas itu, saat ini juga dipercaya oleh gubernur untuk menjadi TP2D bidang infrastruktur.
Lebih jauh dia mengatakan, kemungkinan ada tiga orang akademisi yang akan dimintanya untuk membantu dalam ‘kabinetnya’ nanti.
Hampir dipastikan, sejumlah jabatan strategis atau penting akan ditempati orang baru.
Beredar informasi, yang akan menempati posisi Kepala Dinas Pendidikan Sulsel adalah Jayadi Nas. Sementara Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel adalah kakak Wakil Gubernur Andi Sudirman Sulaiman yang merupakan salah seorang pejabat di Kabupaten Bone. Untuk Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah, akan ditempati mantan Sekretaris Pengelola Keuangan Kabupaten Bantaeng.
Sisanya, akan diisi oleh Kepala OPD yang sudah mengikuti tahapan assesment selama dua hari, 20-21 Oktober di LAN Antang. (rhm/rus)
Pejabat Daerah Ramai-ramai Pindah ke Pemprov
×

