pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ada Calon Sekprov tak Bisa Operasikan Laptop

MAKASSAR, BKM — Tahapan lelang jabatan calon sekretaris provinsi (Sekprov) Sulsel memasuki proses assesment. Selama dua hari, 18-19 Desember, sebanyak 10 peserta harus mengikuti tes tertulis.
Disiapkan satu laptop untuk setiap peserta. Soal-soal disajikan dan dijawab langsung di laptop. Namun ternyata, ujian yang dilewati tidak mudah. Khususnya bagi yang tidak tahu cara mengoperasikan alat elektronik tersebut.
Informasi yang diperoleh, ada calon yang memang tidak bisa menjalankan komputer. Tim penguji terpaksa menyiapkan kertas bagi calon yang bersangkutan.
Di sesi awal ujian, sejumlah laptop sempat bermasalah. Lima laptop tidak bisa diakses peserta seleksi. Ketika memasukkan nomor kode, ternyata tidak bisa tersimpan.
LAN kemudian menindaklanjuti dengan memperbaiki laptop tersebut. Sementara calon yang laptopnya rusak, diberi kertas kosong untuk mengerjakan soal yang telah disiapkan.
Salah seorang peserta seleksi Iqbal Suhaeb yang saat ini menjabat Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Sulsel, mengatakan tim penguji memang menyiapkan laptop dan kertas untuk mengerjakan soal.
“Yang lebih nyaman pakai kertas dipersilahkan oleh assesor. Tapi saya tidak perhatikan siapa saja yang pakai tulis tangan karena sibuk mengetik,” jelas Iqbal, kemarin.
Ketua Pansel lelang sekprov Prof Gagaring Pagalung mengatakan, pansel menyerahkan sepenuhnya kepada tim penguji untuk melaksanakan proses assesment. Usai proses assesment dan penulisan makalah, hasilnya akan digodok di LAN Jatinangor.
“Nanti digodok di sana. Hasilnya diserahkan ke pansel pada tanggal 25 Desember,” terangnya.
Selain tes tertulis, hari ini, Rabu (19/12) akan dilaksanakan penulisan makalah. Namun persoalannya, penulisan makalah akan dibuat di laptop. Itu akan menjadi persoalan serius bagi calon yang tidak bisa mengoperasikannya.
Prof Gagaring mengaku cukup miris mendengar jika ada calon yang tidak mampu mengoperasikan komputer. “Jadi bagaimanami mau buat makalah? Di zaman millenia, seorang sekprov harus bisa mengoperasikan komputer. Itu salah satu penilaian,” tandasnya.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekpro Sulsel, Ashari Fakhsirie Radjamilo mengaku cukup kelabakan dengan kesibukannya saat ini. Di satu sisi, dia harus mengikuti proses seleksi, sementara tugas-tugasnya sebagai sekprov tak boleh tertinggal.
Di sela-sela sesi istirahat kemarin, Ashari tidak bisa bersantai. Beberapa stafnya dari Pemprov Sulsel membawa tumpukan berkas yang harus ditandatangani.
Hari ini, rencananya Ashari juga akan menjadi tim penguji seleksi sekkot Makassar. Karena waktunya bersamaan dengan proses assesment yang harus diikuti, Ashari terpaksa memundurkan jadwal untuk sekkot Makassar.

Semua Lulus Assesment

Terpisah, Sekretaris BKD Kota Makassar, Basri Rakhman mengatakan bahwa tak ada pengguguran di asesment lelang sekkot Makassar. Hasil asesment baru diserahkan ke pansel pada 19 Desember ini.
“Tanggal 19 baru diserahkan ke pansel. Intinya, tidak ada yang tidak lulus dari assesment kemarin,” kata Basri, kemarin.
Setelah dilakukan penyerahan ke pansel, barulah akan didalami selanjutnya oleh pansel. Kemudian akan dilakukan wawancara peserta lelang pada 20 Desember.
Setelah proses wawancara, pada 21 Desember akan diumumkan tiga besar peserta lelang yang lolos kemudian. Hasil tiga besar inilah yang akan disampaikan ke wali kota Makassar, yang akan menentukan siapa yang yang akan menjadi sekkot.
Namun Basri menambahkan, walaupun telah ada tiga besar nanti, tetap saja ketiga orang ini bisa gagal menjadi sekkot. Hal itu bisa terjadi ketika wali kota tak menyetujui.
“Kalau Pak Wali tidak menyetujui, misalnya ada kesalahan dalam proses lelangnya, bisa saja ketiga orang ini dibatalkan. Kalau memang dibatalkan, maka bisa melakukan pengajuan kembali,” jelas Basri. (rhm-nug/rus/c)



×


Ada Calon Sekprov tak Bisa Operasikan Laptop

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar