pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Blak-blakan Wali Kota Danny di Mempoki ri BKM

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menjadi narasumber dalam sesi diskusi Mempo (Membahas Problematika Kota) ri BKM, Kamis (27/12). Ia pun berbicara secara blak-blakan.
Pencapaian yang telah diraih selama empat tahun lebih kepemimpinannya, tidak terlalu banyak diulas di ruang rapat Harian BKM, kemarin. Melainkan membahas tentang kelemahan yang ditemukan dan perlu untuk diperbaiki ke depan.
Di depan Direktur Utama Harian BKM Mustawa Nur, dan Direktur Fachruddin Palapa, Pemimpin Redaksi Muh Arsan Fitri, Kepala Redakdi Ansi Rustan, serta para redaktur, Danny pertama-tama mengatakan bahwa baginya Berita Kota Makassar lebih dari sekadar partner. Media ini menjadi bagian dari sejarah untuk Pemerintah Kota Makassar.
Orang nomor satu Makassar yang karib disapa Danny itu punya alasan dengan penyataannya. Kata dia, salah satu program pemerintah dalam pengembangan lorong di Makassar, pertama kali diusulkan oleh BKM, yang kemudian diaplikasikan oleh pemerintah.
“Berkat BKM, kita menyentuh lorong yang selama ini tak pernah disentuh. Karena BKM, ide-ide mengenai lorong didapatkan,” kata Danny.
Selama memimpin kota ini, Danny telah banyak menorehkan prestasi. Baik pada skala regional, nasional, maupun internasional. Namun di baliknya, ada beberapa kendala yang jarang diketahui banyak orang.
Mengacu pada hasil survei terhadap pelaksanaan pemerintahan di Kota Makassar, Danny mengatakan harapan dan kenyataan tahun ini tak sebelumnya. Apalagi saat dirinya cuti untuk pelaksanaan pilawali, Danny mengatakan saat itu terjadi penurunan yang luar biasa.
Setidaknya ada tiga kekurangan yang dikatakan Danny, sehingga bisa menurunkan kinerja pemerintah, terutama di tahun 2018 ini. Pertama, menyangkut sikap birokrat yang berpolitik internal demi sebuah jabatan. Kendala seperti ini sempat terjadi di SKPD dalam pemerintahannya.
”Sangat berbahaya jika birokrat berpolitik praktis. Karena bisa merusak beberapa orang di antaranya. Sebab hanya dirinya sendiri yang terlibat. Saling menjatuhkan hanya demi suatu jabatan tentu akan menurunkan kinerja. Dan inilah yang sempat terjadi ketika saya cuti,” beber Danny.
Kendala lainnya, menurut Danny, pejabat yang telah masuk pada zona nyaman juga mempengaruhi kinerja di pemerintahannya. Baginya, sebaik apapun pejabat tersebut, jika sudah masuk pada zona nyamannya, maka performanya cenderung menurun.
Dan yang terakhir adalah praktik adu domba dalam suatu struktur pemerintahan oleh beberapa oknum. Tindakan para pejabat yang sering melakukan praktik seperti ini dalam hal apapun, bukan hanya akan mempengaruhi kinerjanya sendiri, namun juga yang lainnya.
“Makanya, para jajaran pimpinan di pemerintahan ini harus selalu dibuatkan game agar selalu bergairah. Ini juga yang membuat kenapa rotasi di badan pemerintahan itu perlu kita lakukan,” kata Danny.
Selain berbagai problem tersebut, Danny pun mengatakan, saat ini dirinya juga sudah memikirkan bagaimana Makassar ke depannya jika dirinya tak menjabat lagi. Pasalnya, dalam waktu sekitar lima bulan lagi, dirinya akan mengakhiri masa pengabdiannya sebagai wali kota.
Untuk itu, Danny mengatakan jika dirinya selalu menguji kinerja dan integritas lurah dan camatnya. Lurah dan camat yang selama ini hanya terima tugas, kini selalu dilibatkan juga untuk berpikir menggagas programnya. Hal ini bertujuan supaya mereka bisa terus melanjutkan kinerjanya walaupun tanpa Danny.
Selain itu, dirinya yang menargetkan PAD (Pendapatan Asli Daerah) hingga Rp3 triliun. Karenanya, Pemkot Makassar telah bekerja sama dengan beberapa pihak untuk turut mengawal target ini.
“Saya sudah memikirkan Makassar tanpa DP. Salah satunya kami bekerjasama dengan KPK untuk mengawal PAD Rp3 triiun. Termasuk dengan BPKP. KPK nanti yang menggiring kabinet sekarang tanpa saya. Kapan kinerja mereka mundur, KPK ada di belakangnya,” jelas Danny.
Mutasi besar-besaran yang dilakukannya di kawasan Centrepoint of Indonesia (CoI) beberapa waktu lalu, disebutkannya menjadi bagian dari membenahi birokrasi yang sempat mundur. Mereka yang dimasukkan dalam kabinet baru Danny merupakan orang-orang pilihan dan telah terseleksi. Sehingga diyakini bisa melaksanakan program yang telah disusun. (nug/rus/b)

2020 Masih Jauh

BANYAK yang kini mulai bertanya, apakah Danny akan maju dalam pilwali 2020 mendatang? Ada pula pertanyaan, apa yang akan dilakukan olehnya setelah tak lagi menjabat sebagai wali kota.
Redaktur yang hadir dalam diskusi juga mempertanyakan hal itu. Sang wali kota yang hadir didampingi sejumlah pejabatanya, pun memberikan jawaban diplomatis.
”Masih ada lima bulan saya menjabat. Waktu ini akan saya pergunakan untuk memperbaiki permasalahan yang timbul saat saya cuti. Kalau untuk maju di pilwali, tahun 2020 masih jauh,” ujarnya.
Ia juga mengulas tentang fenomena kotak kosong (koko) yang menang dalam pilwali lalu. Bagi Danny, fakta tersebut telah mengundang banyak perhatian. Tamu-tamu dari banyak penjuru di dunia berdatangan dan bertanya bagaimana itu bisa terjadi.
”Hermawan Kertajaya pernah berbincang dengan saya hampir satu jam. Dia tanya bagaimana caranya memenej sehingga koko bisa menang di Pilwali Makassar. Saya sampaikan, itu tidak saya menej. Mengalir apa adanya. Warga Makassar sudah sangat dewasa dalam berpolitik,” tandasnya.
Di bagian lain penjelasannya, Danny juga menuturkan rencananya ke depan jika tak lagi duduk sebagai wali kota. Selain kembali menjadi seorang konsultan, ia juga ingin membuka sebuah institut terkait tata ruang.
”Saya sudah ada lahan di wilayah Maros. Di situ nanti akan saya benahi. Institut tata ruang ada di sana. Saya beri nama Diamaros. Kalau dibaca itu Spanyol. Mirip seperti Diamor. Padahal nama itu memang Diamaros. Bahasa Indonesia,” jelasnya. (nug/rus/c)



×


Blak-blakan Wali Kota Danny di Mempoki ri BKM

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar