MAKASSAR, BKM — Di awal pemerintahannya, Gubernur Sulsel Prof Nurdin Abdullah menggagas kehadiran ruang untuk menerima tamu yang eksklusif dan nyaman. Ruang tamu yang populer disebut lounge itu dikebut pekerjaan agar bisa cepat rampung dan dapat digunakan awal tahun ini.
Pemprov melalui Biro Umun Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran sebesar Rp1 miliar untuk pembangunannya. Setelah sempat molor sebulan lebih, akhirnya lounge tersebut rampung.
Rencananya, dalam waktu dekat ruangan yang menghabiskan anggaran cukup besar itu akan diresmikan.
Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Provinsi Sulsel Muhammad Hatta, mengatakan ruangan ini nantinya akan menjadi tempat gubernur menerima tamu. Juga menjadi lobi kantor gubernur Sulsel.
“Jadi kita sudah rapat terkait finalisasi lounge ini. Kita resmikan Januari ini, sekaligus penggunaan perdana lounge ini,” kata Hatta, Jumat (4/1).
Dikatakan Hatta, pembangunan lounge ini menghabiskan anggaran sebesar Rp1 miliar lebih. Ada banyak fasilitas tambahan yang ada di lounge tersebut.
“Jadi ini mengakomodir kebutuhan informasi kita. Kita siapkan layar di beberapa titik. Ada informasi investasi, potensi pariwisata, gambaran proses izin investasi, dan lainnya,” tambah Hatta.
Dijelaskan Hatta, proses pemesanan makan dan minum di lounge itu nanti menggunakan sistem self service. Makan dan minum yang ada, gratis bagi tamu.
“Yang masuk tergantung filter tamu di bagian depan. Kalau diarahkan ke sini, silakan masuk ke sini. Kalau untuk pelayannya, dari Biro Umum. Jadi tidak ada penambahan tenaga kerja atau personel,” jelasnya.
Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik, dan Persandian Sulsel Andi Hasdullah, menambahkan dalam lounge nantinya akan dipasang beberapa layar besar. Akan menampilkan beberapa informasi terkait Pemprov Sulsel.
“Pertama kita tampilkan RPJMD lima tahun, program unggulan gubernur, program dan DPA tahun 2019. Juga ada beberapa destinasi wisata andalan di Sulsel,” tambahnya.
Tak hanya itu, nantinya akan ada ruangan khusus bagi orang atau instansi yang ingin mendapatkan informasi atau data terkait pemprov Sulsel. Data yang diminta bisa diambil secara softcopy atau print out.
Sesuai Ekspektasi
Gubernur Prof Nurdin Abdullah untuk pertama kalinya mengunjungi lounge yang sudah selesai dikerjakan, kemarin. Dia mengaku, apa yang dilihatnya sesuai dengan ekspektasinya selama ini.
“Lounge sudah selesai. Sesuai ekspektasi. Kerjanya bagus, halus,” ungkapnya.
Orang nomor satu Sulsel itu mengaku kejadiran lounge itu merupakan hasil kerja dari TP2D. “Ini kemarin TP2D yang turun tangan dalam membuatnya,” ujarnya.
Rencananya, lounge itu mulai efektif digunakan 13 Januari mendatang. Namun sebelum tanggal itu, seluruh interior, termasuk perabot sudah harus selesai ditata. “Silakan dimanfaatkan,” imbuhnya.
Lounge itu nantinya akan menjadi salah satu tempat gubernur menerima tamu. Namun, NA memastikan tidak lagi menerima tamu setiap hari di ruangan.
”Nantinya tamu biar ketemu di lounge. Jadi satu urusan bisa selesai sepuluh. Banyak tamu yang mau ketemu di lounge,” ungkap dia.
Berbeda dengan bangunan yang ada di sekitarnya, lounge itu terkesan mencolok. Selain terlihat lebih eksklusif, dindingnya terbuat dari kaca. Jadi, jika tidak ada gorden, orang bisa melihat aktifitas yang dilakukan dalam lounge.
Nurdin mengaku memang sengaja dirancang seperti itu. “Kita mau semuanya transparan. Makanya banyak kaca tembus pandang. Apa yang dilakukan orang di dalam bisa terlihat,” jelasnya.
Di dalam lounge, sejumlah fasilitas disiapkan. Menurut Kepala Biro Umum Muh Hatta, ada tiga set komputer disiapkan. Komputer itu otomatis tersambung dengan internet.
Tamu yang membutuhkan data terkait Pemprov Sulsel bisa mengakses data melalui komputer tersebut. “Mau lihat data soal APBD, berapa belanja pegawai, belanja modal, dan lainnya, bisa diakses di sana,” ungkapnya.
Ada juga sofa untuk tempat duduk sebanyak 10 set yang akan ditempatkan di beberapa sudut. Ada juga TV monitor satu set, dan satu set model videotron yang akan menampilkan data pariwisata, maupun potensi investasi.
Fasilitas lain yang disiapkan dalam lounge adalah peralatan makan, hingga mesin meracik kopi. Tentu saja makan dan minuman yang tersedia selalu.
Di dalam lounge juga terdapat dua ruangan yang berfungsi untuk rapat yang dilengkapi meja dan kursi. Sementara ruangan yang lebih kecil lagi berisi sofa untuk pertemuan terbatas. (rhm/rus)

