pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Latihan Secaba Berujung Maut

GOWA, BKM — Petir dan kilat berlangsung cukup intens di wilayah Kabupaten Gowa, Senin sore (14/1) pukul 17.25 Wita. Ternyata, peristiwa ini menyebabkan empat personel TNI AD menjadi korban.
Kala itu mereka tengah bertugas melatih anggota Secaba PK 2019 Kompi B. Satu di antaranya meninggal dunia. Dia adalah Peltu Onik yang menjabat selaku Tumir Juyar Kima Secaba. Onik mengembuskan nafas terakhir di lokasi kejadian.
Tiga korban lainnya adalah Pelda Andi Safri, Turmudi Ambulans Urkes Secaba. Serka Basri, Baurpam Urum Secaba. Dan Koptu Saiful, Tamtama Provost Kima Secaba. Dua nama terakhir mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Pelamonia Makassar.
Sebelum kejadian nahas tersebut, para Secaba (Sekolah Calon Bintara) PK 2019 Kompi B tengah melaksanakan latihan luar dengan menuju ketinggian 83 di atas gunung Moncongtanah di Desa Nirannuang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Dan saat itu para peserta menerima materi HTF.
Camat Bontomarannu Muh Sabir Bangsawan yang dihubungi,
Selasa pagi (15/1) membenarkan adanya kejadian tersebut. ”Iya, sudah ada penyampaiannya dari pemerintah desa setempat. Ada empat orang anggota TNI AD yang merupakan pelatih secaba terkena kena musibah sambaran petir,” terangnya.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Alamsyah, juga membenarkan peristiwa itu. ”Iya, memang ada kejadiannya. Empat pelatih Secaba Rindam tersambar petir. Satu orang meninggal dunia,” ujarnya yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon, kemarin.
Disebutkan, korban terkena sambaran petir di lokasi latihan yang berada pada ketinggian 83 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Tepatnya di Desa Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.
”Untuk tiga korban lainnya kondisinya sudah membaik semua. Saat ini masih dalam proses perawatan dan pemulihan,” ujarnya.
Menyusul peristiwa yang terjadi di wilayahnya, Camat Bontomarannu meminta seluruh masyarakat di wilayahnya agar berhati-hati dan waspada terhadap kondisi cuaca yang sewaktu-waktu bisa saja ekstrem.
“Saya imbau masyarakat Bontomarannu agar tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem, baik ancaman banjir maupun angin kencang dan petir. Destana (desa tanggap bencana) Bilibili dan seluruh desa dan kelurahan untuk tetap mengadakan posko bencana seperti tahun-tahun sebelumnya,” imbuh Sabir.
Pada hari Senin (14/1) sekitar pukul 11.00 Wita, puluhan anggota Secaba tengah dilatih oleh empat pelatih tersebut. Latihan ini berakhir pukul 16.00 Wita. Selanjutnya para siswa Secaba kembali ke Rindam. Sementara keempat orang pelatih melaksanakan cek akhir di lokasi latihan sebelum pulang.
Tiba-tiba hujan deras turun. Keempatnya berteduh di gubuk sawah untuk menunggu hujan reda. Pada saat duduk berlindung di gubuk itulah suara guntur menggelegar. Tak lama kemudian petir menyambar tempat mereka berteduh.
Usai kejadian, Peltu Onik yang meninggal dunia kemudian dievakusi ke RS Pelamonia. Sementara korban lainnya dibawa ke KSA Rindam XIV/Hasanuddin.

Potensi Cukup Besar

Kepala Sub Bagian Pelayanan Jasa Badan Metereologi,Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) IV Makassar Siswanto menjelaskan, frekuensi petir memang paling banyak di Kabupaten Gowa. Hal itu berdasarkan pengamatan pada 2017 lalu. Ditemukan jika potensi petir cukup besar di kabupaten tersebut.
Petir itu, kata Siswanto, disebabkan oleh pembentukan awan comulonimbus (CB). “Memang penyebabnya awan CB sebetulnya,” kata Siswanto.
Dia mengimbau, dalam kondisi seperti itu, di mana banyak petir, masyarakat sebaiknya tidak beraktifitas di luar ruangan (outdoor). Jangan juga berteduh di daerah terbuka. Termasuk gubuk-gubuk yang ada di tengah sawah.
“Kalau kondisi banyak petir, sebaiknya jangan beraktifitas outdoor. Paling tidak berhenti dulu. Kemudian berteduh jangan di daerah terbuka dan gubuk. Kembali ke rumah saja supaya aman,” pungkasnya. (sar-mat-rhm/rus)



×


Latihan Secaba Berujung Maut

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar