UPAYA untuk membantu warga korban tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Gowa, terus dilakukan. Menembus wilayah terisolir melibatkan banyak pihak. Tak terkecuali perempuan bernama Hj Mussadiyah Rauf.
HJ MUSSAIDIYAH adalah istri Wakil Bupati Gowa Abdul Rauf. Ia juga wakil ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa.
Wanita yang akrab disapa Aji Ati ini berjibaku dengan medan berat untuk mendistribusikan bantuan kepada para korban. Melalui perjuangan berat, dia berhasil menembus dua dusun di Desa Bontomanai, Kecamatan Bungaya.
Wilayah ini sempat terisolir sejak terjadi tanah longsor, Selasa (22/1). Setelah akses berhasil dibuka demi sedikit usai poros jalan tertimbun material longsor, desa ini pun bisa dijangkau.
Ada dua dusun di Desa Bontomanai yang tak terjangkau logistik, kendati tidak mengalami bencana longsor. Namun terdampak lantaran akses jalan penghubung dari desa ke desa lain terputus.
“Alhamdulilah, saya bisa tembus hari ini (kemarin). Rombongan saya merupakan yang pertama bertemu dengan ratusan warga terisolir,” jelas Mussadiyah yang langsung disambut isak tangis warga setempat.
Perjalanan yang ditempuh istri orang kedua di Gowa ini cukup jauh dan berat. Mussadiyah butuh waktu selama kurang lebih empat jam, disertai Kepala Desa Bontomanai Muh Idrus. Bahkan ia sesekali harus dari kendaraan yang ditumpanginya dan berjalan di atas lumpur material bekas longsoran.
Selain letaknya yang jauh, kondisi perjalanan cukup berat lantaran material lumpur masih sangat tebal. “Betul-betul medan yang cukup berat. Kasihan warga di Dusun Botong dan Moncong yang sejak longsor terjadi harus terisolir. Sebab semua akses jalan tertutup,” terang Aji Ati melalui sambungan telepon selular, Senin (28/1).
Beruntung, lanjut dia, jaringan untuk komunikasi bisa tembus. ”Saat ini saya dan rombongan hanya membawa dua mobil logistik. Itu pun pendistribusiannya sulit. Dua mobil pick up yang membawa logistik ini terjebak lumpur,” ujarnya.
Mussadiyah meminta kepada kepala Desa Bontomanai untuk mendata lebih detil berapa kepala keluarga (KK) yang berda di dua dusun terisolir ini. Tujuannya, untuk memudahkan tim logistik Kabupaten Gowa menyuplai bantuan.
Aji Ati juga menyemangati seluruh tim evakuasi yang telah dikerahkan dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Baik yang melakukan pencarian korban hilang, maupun untuk membuka akses jalan yang tertutupi material longsoran. (sar/rus)

