GUBERNUR Sulsel Nurdin Abdullah diagendakan melantik dua bupati/wakil bupati, Jumat besok (15/2). Mereka adalah bupati/wakil bupati Luwu Basmin Mattayang-Syukur Bijak, dan bupati/wakil bupati Wajo Amran Mahmud-H Amran (Pammase).
Sejumlah persiapan mulai dilakukan. Termasuk mempersiapkan Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel sebagai lokasi pelantikan.
Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sulsel Hasan Basri Ambarala mengatakan, sesuai instruksi gubernur, pelantikan dua bupati/wakil bupati terpilih ini dilaksanakan secara sederhana. Tidak jauh berbeda dengan proses pelantikan bupati/wakil bupati yang telah dilakukan sebelumnya.
Agar proses pelantikan pada hari H berjalan lancar, rencananya hari ini, Kamis (14/2) akan dilakukan gladi bersih di Ruang Pola. Menurut Ambarala, undangan yang disebarkan cukup terbatas, mengingat kapasitas ruang pola yang cukup terbatas. Setiap daerah diberi kuota 200 undangan.
“Total undangan yang disiapkan 500 eksemplar. 200 untuk setiap daerah. Sementara 100 eksemplarnya untuk undangan provinsi,” kata Ambarala.
Mantan Kabag Humas Pemprov Sulsel itu mengemukakan, tidak ada pilihan lain sehingga diputuskan pasangan kepala daerah tersebut dilantik 15 Februari. Pelantikan tidak bisa lagi diundur. Kecuali jika gubernur menyetujui ada pelaksana harian di dua kabupaten tersebut. Sementara jika dimajukan, waktu persiapan cukup mepet.
Ambarala mengatakan, akhir masa jabatan (AMJ) untuk bupati/wakil bupati Luwu saat ini terhitung 14 Februari. Sementara untuk bupati/wakil bupati Wajo 15 Februari.
Sebelum bupati/wakil bupati Luwu terpilih dilantik, sekkab Luwu menjabat sebagai pelaksana harian (Plh). “Jadi, diputuskan harus dilantik pada 15 Februari,” katanya.
Berbeda dengan pelantikan Bupati Jeneponto yang dilantik belum lama ini, yang meminta disiapkan lokasi untuk acara makan-makan, menurut Ambarala, tidak ada pesanan khusus kali ini.
Malah, kata dia, bupati/wakil bupati Wajo terpilih membatasi undangan untuk menghadiri pelantikan. “Karena informasi yang saya dengar, mereka mau buat pesta rakyat di daerahnya. Kalau tidak salah mereka mau undang grup band tanah air, yakni Padi,” terangnya.
Sebelumnya, pelantikan kepala daerah di dua kabupaten tersebut pernah diagendakan akhir Desember, atau dimajukan dengan alasan tidak ada pelantikan menjelang pilpres dan pileg. Namun ternyata rencana tersebut tidak jadi dilaksanakan. Pelantikan kedua pasangan kepala daerah ini merupakan yang terakhir dari hasil pilkada Juni 2018 lalu. (rhm/rus)

