BANTAENG, BKM — Keluarga Desi Ananda Kasih (25) binti Ulil Amri, ibu muda yang kematiannya menyimpan misteri, menunggu hasil visum et revertum dan otopsi dari pihak kepolisian.
Ditemui di rumah duka, Selasa (26/2), Ulil Amri mengaku masih lemas dan kecapean akibat kurang tidur sejak peristiwa kematian putrinya. Kata dia, hingga saat ini keluarga belum menerima pemberitahuan resmi dari kepolisian Jeneponto mengenai penyebab putrinya meninggal.
Menurut Ulil, tim forensik dari Polda Sulsel sudah melakukan otopsi di RSUD Prof Anwar Makkatutu Bantaeng, Senin malam (25/2). Usai diotopsi, jenazah Desi diterima kembali pihak keluarga dan langsung dimakamkan, Selasa dini hari (26/2) pukul 01.00 Wita.
Dikemukakan Ulil, setelah menyaksikan tanda-tanda luar di jasad putrinya, keluarga besarnya meragukan kalau ibu muda ini mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Apalagi, kata Ulil, sarung yang katanya digunakan gantung diri, ikatannya longgar.
Meski demikian, kata Ulil, pihaknya tetap menunggu hasil otopsi untuk memastikan kematian putrinya. “Kami taat hukum. Kami tidak mau serampangan menuduh. Jadi, kami menunggu hasil otopsi untuk memastikan kematiannya,” urainya.
Terpisah Dian, kakak kandung Desi, menyatakan pihaknya tidak pernah memberi keterangan kepada siapapun, bahwa hasil visum dan otopsi sudah ada. “Kami belum menerima hasilnya. Baik visum dari tim dokter Prof Anwar Makkatutu, apalagi hasil otopsinya,” tegas Dian.
Ulil mengungkapkan, terkait kematian putrinya, pihak polisi di Jeneponto sudah memeriksa beberapa orang. Bahkan, kata dia, dirinya mendapat kabar kalau sudah ada yang dijadikan tersangka dan kini mendekam di sel Mapolres Jeneponto. “Sudah ada yang ditahan pihak kepolisian Jeneponto”, akunya.
Ditambahkan Ulil, kalung emas milik Desi tidak ditemukan di leher putrinya. Sementara gawai milik Desi diamankan pihak kepolisian. “Kalungnya berupa emas, saya lupa berapa gram, tidak ada. Sedangkan HPnya diamankan polisi Jeneponto,” imbuhnya.
Kapolsek Batang, IPTU Kaharuddin yang berusaha dikonfirmasi via Whatsapp, tidak merespon.
Seperti diberitakan sebelumnya, Desi meninggal di Kampung Parambu, Kelurahan Togo-togo (bukan Desa Parambu), Kecamatan Batang, Jeneponto, Minggu (24/2). Dia dikabarkan meninggal karena bunuh diri.
Namun keluarga Desi menaruh curiga setelah menyaksikan beberapa luka lebam dan ada bekas seperti jeratan tali. Akhirnya, ayah Desi memutuskan agar mayat putrinya diotopsi. (wam/rus/c)
Kalung Emas Desi tak Ditemukan
×

