MAKASSAR, BKM — Enam bulan kurang sehari menjabat sebagai gubernur dan wakil gubernur, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman mulai melakukan mutasi pejabat. Untuk tahap pertama, tiga pejabat eselon II mengalami pergeseran posisi.
Ashari Fakhsirie Radjamilo yang sebelumnya menjabat sebagai kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), dimutasi menjadi kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.
Sementara, Mustari Soba yang sebelumnya menempati posisi kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, dilantik sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan Sub Bidang Hukum.
Pejabat lain yang bergeser adalah Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tautoto Tana Ranggina. Ia bergeser jabatan menjadi asisten bidang administrasi.
Ketiga pejabat tersebut dilantik dan diambil sumpahnya oleh Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Senin (4/3) di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur.
Pergeseran pejabat tersebut tidak disaksikan langsung Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah, karena ia tengah melakukan kunjungan kerja ke Jepang.
Pergeseran tiga pejabat tersebut nyaris luput dari pantauan. Pasalnya, tidak ada undangan untuk menghadiri pelantikan. Informasi tersebut baru disampaikan beberapa jam sebelum prosesi dilaksanakan.
Ada yang menjadi tanda tanya dari pergeseran pejabat lingkup Pemprov Sulsel tersebut. Saat SK dibacakan oleh protokol, disebutkan jika surat keputusan tersebut disetujui dan ditandatangani oleh Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah pada Senin, 4 Maret. Namun pada saat yang bersamaan, Nurdin berada di Jepang.
Pergeseran pejabat yang dilakukan NA-ASS, berdasarkan informasi dari seorang sumber yang enggan disebut namanya, memang sudah disetting jauh hari sebelum pelantikan. Sejumlah posisi yang strategis sengaja dikosongkan untuk dilelang. Namun sebenarnya, sudah ada calon yang disiapkan mengisinya.
Indikasi ke arah itu dikuatkan dengan belum ditunjuknya pelaksana tugas (plt) untuk mengisi kekosongan jabatan di dua instansi yang ditinggalkan Tautoto dan Ashari.
Menurut Ashari yang saat ini juga menjabat sebagai Pj Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, pihaknya baru akan melakukan konsultasi dan meminta petunjuk kepada gubernur, siapa yang akan dipilih sebagai plt. Sebelum ada plt yang mengisi, sekretaris dua OPD tersebut akan menjadi pelaksana harian (plh). Kemal Redindho Syahrul Putra sebagai Plh Kepala Bapenda dan Lubis L sebagai Plh Kepala BKD Sulsel.
Usai pelantikan, Wagub Andi Sudirman Sulaiman menekankan pentingnya kerja efisien dan efektif untuk semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dia meminta ketiga pejabat yang baru saja dilantik untuk bersinergi dan fokus dalam bekerja. Ia pun mengimbau para pejabat untuk melihat jabatan sebagai amanah.
“Bagaimana kita berbuat baik terhadap seluruh rakyat. Bagaimana kita menimba ilmu dan menimba pahala. Semua harus sinergi. Format kita adalah bagaimana memaksimalkan OPD,” paparnya.
Pada kesempatan itu, Andi Sudirman mengaku belum sepenuhnya mengenal semua kepala OPD di lingkup Pemprov Sulsel. Termasuk Mustari Soba yang baru saja digeser sebagai staf ahli. “Terus terang saya baru tahu Pak Mustari Soba,” ungkapnya.
Pergeseran yang dilakukan kemarin baru tahap awal dari serangkaian pergeseran-pergeseran yang akan dilakukan Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman.
Informasi yang dirangkum BKM, beberapa pejabat menjadi target pada mutasi tahap kedua yang akan dilaksanakan beberapa waktu ke depan. Salah satunya adalah Irman Yasin Limpo yang saat ini menjabat sebagai kepala Dinas Pendidikan Sulsel. Irman yang akrab disapa None disebut-sebut akan dipersiapkan menduduki jabatan Asisten I Bidang Pemerintahan yang saat ini kosong.
Selain itu, ada beberapa jabatan strategis kembali akan dikosongkan untuk dilelang. Di antaranya kepala Bappeda, kepala BPKD, Disdik, Inspektorat, dan Biro Umum.
Selain itu, Nurdin dan Andi Sudirman juga punya tugas untuk mengisi sejumlah jabatan yang saat ini kosong dan diisi oleh pelaksana tugas. Di antaranya kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kepala Dinas Kesehatan, kepala Dinas Bina Marga, kepala Dinas Pariwisata, serta asisten I. (rhm/rus)
NA di Jepang, Tiga Pejabat Eselon II Dimutasi
×

