pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

NA Soal Sekprov: Demi Allah Saya tidak Tahu

MAKASSAR, BKM — Hingga saat ini, hasil lelang jabatan tinggi pratama sekretaris provinsi (Sekprov) Sulsel belum ada kejelasan. Terakhir, informasinya hasil lelang ini sudah di meja presiden sebagai Tim Penilai Akhir (TPA).
Sejak dikirim ke pusat awal bulan lalu, sampai saat ini penggodokan tiga nama dengan nilai assessment tertinggi tak jelas. Tak ada yang tahu pasti apa penyebab keterlambatan penetapan itu.
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) mengaku hal itu terjadi lantaran presiden Joko Widodo masih sibuk dengan urusan pribadinya yang mencalonkan diri sebagai petahana pemilihan presiden (pilpres) tahun ini.
“Ini kan pada sibuk semua. Saya kira menjelang pilpres, kan butuh rapat mengumpulkan semua. Presiden, wapres, mendagri, mensesneg. Kan itu timnya,” kata NA, Senin (11/3).
Dia bahkan mengaku tidak begitu serius mengikuti perkembangan lelang sekprov secara pasti. Terlebih soal kapan akan ditetapkan.
“Belum tahu saya. Demi Allah saya tidak mengikuti perkembangan. Nggak paling kan udah final kita pasti ditanyain sama usernya, siapa yang mau digunakan,” lanjutnya.
Selanjutnya, NA tinggal menanti undangan penetapan langsung dari Mensesneg. “Sampai sekarang belum dipanggil. Bagi saya katanya akan dipanggil, ya udah. Saya sudah bilang, kalau dipanggil jangan hanya gubernur. Wagub juga hadir. Minta pandangan,” terangnya.
Sementara itu, untuk tambahan masa jabatan penjabat sekprov yang diduduki oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Desa Ashari Fakhsirie Radjamilo, akan berakhir pada 11 April mendatang.
“Semuanya mungkin saja bisa terjadi, apakah sebelum pilpres atau sesudah pilpres kita tidak tahu. Soal mengerucut satu nama, terus terang saya bilang, demi Allah tidak tahu. Tidak mengikuti persoalan itu. Saya mau itu lahir alamiah. Nggak usah kita urus-urus, nanti jadi stres,” ucapnya.
Tiga besar nama calon sekprov yang diusulkan ke pusat, merupakan hasil seleksi berdasarkan total akumulasi nilai dari assesmen, wawancara, rekam jejak, dan penulisan makalah.
Nilai tertinggi diraih oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulsel Jufri Rahman, dengan angka 85,99. Setelah itu Direktur Penanggulangan Masyarakat Miskin Kemensos Abdul Hayat Gani dengan nilai 81,77. Terakhir, dosen IPDN Muh Zubakhrum Baharuddin Tjenreng yang mendapat nilai 81,50.
Nama Abdul Hayat Gani santer disebut akan menduduki jabatan strategis itu. Saat dikonfirmasi, Hayat mengaku bersyukur jika hal itu menjadi kenyataan. “Alhamdulillah, semoga kenyataan,” singkatnya. (rhm/rus)




×


NA Soal Sekprov: Demi Allah Saya tidak Tahu

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar