pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Danny Serukan Pentingnya Kenal Budaya Secara Dini

MAKASSAR, BKM — Hari Kebudayaan Kota Makassar telah resmi dicanangkan pada 1 April. Ditandai penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) oleh Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, bersama Pejabat Sementara (Pjs) Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan Ashari Radjamilo di Benteng Fort Rotterdam, Senin (1/4).
Sejak pagi, berbagai elemen masyarakat di Makassar telah terlihat turut merayakan. Berbagai sekolah dan kantor dinas di Makassar yang menjadi paling utama mempromosikan pencanangan ini. Para siswa hingga seluruh staf Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memakai baju adat guna menunjukkan kecintaannya kepada budaya tradisional.
Di pagi hari, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto menyempatkan untuk berkunjung ke berbagai sekolah yang ada di Makassar. Antara lain di SDN Kompleks Mangkura dan SMPN 6 Makassar.
Wali kota yang akrab disapa Danny ini, juga memantau langsung aktivitas penyambutan pencanangan hari kebudayaan di berbagai sekolah tersebut. Dirinya menyerukan pentingnya memperkenalkan budaya lebih dini kepada para siswa.
Dalam kunjungannya, Danny juga disuguhi berbagai makanan tradisional khas Sulawesi Selatan. Ada onde-onde, taripang, barongko, katirisalak, dan sebagainya.
Semua materi pelajaran juga tentang budaya. Baik budaya Makassar maupun Indonesia secara umum.
Kepala Sekolah SDN Mangkura I Syahrir Malle mengatakan, pencanangan hari kebudayaan ini merupakan salah satu apresiasi terhadap budaya-budaya lokal yang ada di Indonesia, khususnya Sulsel dan Makassar.
“Pengenalan ini tidak hanya peringatan pada Hari Kebudayaan hari ini saja. Melainkan dimasukkan dalam pembelajaran ekstrakurikuler. Hal ini juga sejalan dengan program 18 Revolusi Pendidikan Kota Makassar, yaitu poinnya satu anak satu bakat,” jelas Syahrir.
Benteng Fort Rotterdam tempat berlangsungnya pencanangan, telah ramai oleh masyarakat sejak siang hari. Berbagai baju adat dari berbagai daerah dikenakan. Mereka tumpah ruah di tempat bersejarah ini.
Mulai dari baju adat Bugis, Makassar, Mandar, Toraja, Mamasa, dan Kajang. Bahkan baju adat di luar Sulawesi pun ada yang mengenakannya. Mulai dari adat Betawi, Minang, hingga adat Jawa.
Danny mengatakan, kebudayaan adalah identitas bangsa. Budaya juga merupakan kekayaan bangsa. ”Budaya membedakan kita dengan yang lain. Budayalah yang membuat kita menjadi Indonesia. Maka hari ini kita ingin menanamkan dan mengenali untuk anak-anak kita tentang budayanya semua. Bukan hanya Bugis, Makassar Mandar, dan Toraja. Tapi seluruh budaya Indonesia,” kata Danny.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Makassar Sittiara Kinang menjelaskan, Hari Kebudayaan Kota Makassar tidak hanya berlangsung 1 April 2019. Tapi ada berbagai rangkaian prosesi yang mengikutinya.
Antara lain seremoni Hari Kebudayaan Kota Makassar. Prosesi upacara pemerintahan dan adat 1 April 2019 di Benteng Fort Rotterdam. Parade budaya 1000 penari. Meliputi parade budaya etnis nusantara, pataka kerajaan, dan permainan rakyat.
Kemudian dilanjutkan pertunjukkan seni budaya Dance at The Museum, yang berlangsung 4-20 April 2019 di Museum Kota Makassar. Juga dirangkaikan Forum Discussion (Ethnic Acitivites).
“Pada 6 April 2019 mendatang akan ada malam festival seni budaya (maestro menari, theatre of Makassar, Makassar Ma’lipa),” tandasnya Ira sapaan karibnya.
Lebih lanjut Ira menuturkan, Hari Kebudayaan Kota Makassar akan dirangkaikan Festival Kuliner Tradisional 13 April 2019 di Museum Kota Makassar. Kemudian dilanjutkan 27 April 2019 di Benteng Fort Rotterdam.
Pjs Sekprov Sulsel Ashari Radjamilo, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Makassar terkait pencanangan ini. Menurutnya, Hari Kebudayaan akan sangat bermanfaat untuk pelestarian kebudayaan, khususnya di Sulsel.
Untuk itu, di setiap 1 April nantinya, pihaknya akan mengundang berbagai pegiat budaya untuk turut serta meramaikan hari bersejarah ini.
“Nantinya kami akan mengundang para pegiat budaya, komunitas budaya, dan menggelar berbagai pertunjukan budaya di 1 April,” kata Ashari.
Pencanangan ini ditandai pula dengan dilaksanakannya Parade Budaya 1000 Penari. Parade Budaya ini berkeliling mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Sulsel. Dari Anjungan Pantai Losari, kemudian berjalan ke Benteng Somba Opu, dan kemudian finish di Benteng Fort Rotterdam Makassar.
Pelayanan administrasi hingga teknis semua menggunakan pakaian adat Susel. Camat Tallo Ruly Nurdin mengatakan, seluruh pegawai kecamatan dan kelurahan mengenakan pakaian adat saat memberikan pelayanan.
”Ini sebegai bentuk kecintaan kita terhadap warisan leluhur di Sulsel. Dengan ditetapkannya sebagai Hari Kebudayaan Kota Makassar, kita patut mendukungnya,” ujar Ruly Nurdin. (nug-jun/rus)



×


Danny Serukan Pentingnya Kenal Budaya Secara Dini

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar