pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ada Wifi-CCTV Lorong, Jual Cabai untuk Paving Block

MAKASSAR, BKM — Festival RT/RW Caradde kini menjelang akhir. Tahapan 15 tengah bergulir. Sebanyak 15 ketua RT dan RW terbaik dari tiap kecamatan berebut menjadi jawara.
Bertempat di Ruang Sipakalebbi Balai Kota Makassar, Rabu (10/4), kandidat pemenang itu memaparkan makalahnya masing-masing. Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat Kota Makassar, Andi Rahmat Mappatoba hadir dalam acara ini. Sementara dari Harian Berita Kota Makassar, ada Pemimpin Redaksi Muh Arsan Fitri dan Amiruddin Nur selaku ketua panitia Festival RT/RW Caradde.
Dari pemaparan yang disampaikan, di antara para ketua RT dan RW ternyata telah memiliki inovasi program yang patut diacungi jempol. Ketua RT 05/RW 07 Kelurahan Daya, Kecamatan Biringkanaya, Andi Nurdin contohnya.
Mendapat amanah memimpin di wilayahnya, Nurdin terus mendorong masyarakatnya untuk menjadi sejahtera.Langkah tersebut dilakukan, karena sebagian warganya adalah pelaku UMKM (Usaha Menengah, Kecil dan Mikro). Tidak salah jika ia memiliki rencana untuk terus membentuk UMKM baru lagi demi peningkatan kesejahteraan.
“Kami siap untuk membina dan memfasilitasi masyarakat yang terlibat di UMKM untuk mendapat KUR,” kata ketua RT yang membawahi 265 jiwa ini.
Selain itu, berbagai lorong yang ada di RTnya, juga telah dipasangi Wifi dan CCTV. Sehingga kegiatan di lorong dikatakannya begitu aktif.
“Di lorong kami selalu kerja bakti terjadwal. Ada pengajian lorong.
Sehingga kerja sama terbangun. Begitu pula kekompakan warga. Senam lorong oleh lurah setempat juga kita laksanakan,” jelasnya.
Sementara itu, mengubah pola pikir masyarakat menjadi pokok utama yang dilakukan Andi Skrening, ketua RT 05/RW 03 Kelurahan Batua, Kecamatan Manggala.
Wilayahnya dulu dikenal sebagai tempat bermukimnya orang-orang dengan mental kriminal. Bahkan setahun lalu juga tercatat sebagai lingkungan terjorok dan terkumuh. Namun kini telah diubahnya menjadi lingkungan yang lebih indah dan asri.
“Kami mengatasi warga yang bermental kriminal. Memberi solusi lingkungan yang bersih, indah, dan asri. Dengan begitu bisa timbul rasa nyaman dan aman. Menciptakan lingkungan yang indah, aman, dan nyaman bisa mengubah pola pikir dan perilaku masyarakat saya,” jelasnya.
Andi Skrening juga mengungkap kerajinan enceng gondok di wilayahnya, karena sebagian adalah rawa. Enceng gomdok ini dijadikan menjadi barang yang berguna.
Pencak silat dan a’ngaru juga dilestarikan di sini. Ada pula kelompok tani lorong dengan menanam, memetik, dan menjual cabai untuk imfrastruktur. Hingga mengumpulkan uang receh yang belakangan tidak laku di kalangan masyarakat, untuk bisa ditukarkan.
“Dari penjualan cabai itu kita bisa ganti paving block di lorongta jadi lebih bagus. Dari hasil itu, Alhamdulillah kita pernah dikunjungi sama sembilan negara dari ADB,” ucapnya.
Ketua RW 05 Kelurahan Bontorannu, Kecamatan Mariso, Mallarangeng melakukan inovasi membentuk Kelompok Masyarakat Sadar Wisata di wilayahnya.
Kelompok ini akan dikaitkan ke semua aspek. Mulai dari kebersihan, keamanan, cinderamata, hingga kuliner. Mallarangeng menegaskan, wilayahnya siap dijadikan sebagai destinasi wisata baru di Makassar.
Kanal di wilayah kerja Mallarangeng, memang menjadi salah satu tujuan dibukanya destinasi wisata baru. Di sana akan dibangun panggung di atas kanal yang akan difungsikan untuk pagelaran budaya.
“Kita akan buat perjanjian untuk bisa bongkar pasang panggung itu. Acara-acara seni bisa dipentaskan di sana. Seperti tari-tari tradisional, orkes daerah. Masyarakat telah mendukungnya,” ujar Mallarangeng.
Di wilayahnya juga telah dibentuk kelompok untuk mengurusi pembuatan cinderamata. Seperti miniatur pinisi dan yang lainnya untuk dijual kepada para pelancong.
“Kita juga siapkan kuliner khas tradisional untuk para wisatawan yang berkunjung. Supaya lebih menikmati wilayah kami,” ungkapnya.
Ada juga tanaman mint yang hadir di RW 08 Kelurahan Karuwisi, Kecamatan Panakkukang. Andi Muh Ilham Humaedi selaku ketua RW, mengatakan tanaman mint ini berada di Kebun Mini Edukasi yang dibangun oleh masyarakatnya.
“Bukan cuma Pak Camat, tapi Pak Wali juga sempat mau minum minuman mint yang dibuat dari tanaman ini,” kata Ilham.
Selain mint, di kebun ini juga dihadirkan buah-buahan, tanaman hias, dan sayuran. Ke depannya Ilham juga akan menghadirkan jenis tanaman holtikultura, seperti anggur, pir, buah naga, hingga jeruk mandarin.
Selain kebun mini edukasi, seni daur ulang juga dimaksimalkan di wilayah ini. Pemgelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi kerajinan tangan ternyata sangat diminati ibu-ibu. Apalagi difokuskan untuk membuat souvenir, bross, toples, dan gelas.
“Kita juga biasa lakukan kegiatan menjahit, senam pagi, arisan bulanan, hingga kerja bakti,” ungkapnya.
Kepala Bagian Pemberdayaan Masyarakat Kota Makassar Andi Rahmat Mappatoba, mengaku sangat bersyukur karena ternyata para ketua RT/RW memiliki animo yang sangat besar dalam mengikuti RT/RW Caradde ini. Baginya, hal ini tentu merupakan gambaran awal bahwa RT/RW bisa saling membahu untuk jadi yang lebih baik.
“Animo mereka ternyata sangat besar. Ini gambaran awal bahwa RT/RW bisa saling bahu-membahu untuk menjadi yang lebih baik,” katanya.
Inovasi yang dihasilkan mereka, dinilai Rahmat sangat luar biasa. Hal ini diharapkan bisa memotivasi bagi RT/RW lain supaya wilayahnya menjadi semakin produktif.
“Apa yang dipaparkan ketua RT/RW ini akan dibuktikan dengan verifikasi faktual yang akan dilaksanakan besok (hari ini),” tandasnya. (nug/rus/b)




×


Ada Wifi-CCTV Lorong, Jual Cabai untuk Paving Block

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar