MAKASSAR, BKM — Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Kota Makassar berlangsung Rabu (1/5) besok. Kegiatannya dikemas tidak jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Berbagai aksi sosial mewarnainya. Mulai donor darah, kunjungan ke panti asuhan, sunnatan massal, jalan sehat, dialog, dan ramah tamah.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar Mario Said mengatakan, rangkaian kegiatan Hari Buruh Makassar sudah berlangsung sejak 29 April. Rencananya ditutup pada 2 Mei di Claro Hotel Makassar dengan malam ramah tamah.
“Dialog terkait ketenagakerjaan sudah dilaksanakan tadi (Senin kemarin). Tanggal 1 Mei itu dilaksanakan jalan sehat untuk semua buruh di Lapangan Karebosi Makassar. Sekaligus pembukaan pasar murah. Kegiatan ini ditutup 2 Mei dengan ramah tamah di Claro Hotel Makassar,” jelas Mario Said, Senin (29/4).
Adapun rencana aksi menyampaikan aspirasi dari kaum buruh di beberapa titik-titik di kota, dilaksanakan usai mengikuti giat di Lapangan Karebosi Makassar di pagi hari. Rencananya, Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto akan tampil menyampaikan orasi.
“Kami mendukung kegiatan yang dilakukan di Hari Buruh nanti. Serikat buruh sudah memberikan sinyal kalau usai giat di Lapangan Karebosi Makassar, mungkin akan ada dilakukan giat mandiri dengan orasi. Ini yang diminta Pak Kapolrestabes agar menyampaikan ke mana-mana, dan siapa yang terlibat dalam aksi nanti. Supaya bisa dikawal betul jalannya aksi. Kami sudah koordinasi juga dengan pihak kepolisian soal ini,” terangnya.
Kalaupun aksi dilakukan serikat buruh di May Day, lanjut Mario, tentu tidak terlepas tuntutan terkait kesejahteraan. Mulai dari upah sampai jam kerja. Termasuk persoalan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
“Dari dialog yang sudah kami lakukan, serikat buruh tidak merincikan apa-apa saja permasalahannya. Tapi kemungkinan masalah upah, jam kerja, dan hal normatif lain. Persoalan ini sudah kami sampaikan ke pihak provinsi untuk menyikapi. Karena kewenangan pengawasan sudah masuk di provinsi. Apalagi kalau sudah terjadi PHK. Kalau kami hanya sebatas mediasi, antara pihak buruh dan perusahaan bila terjadi masalah. Jika terjadi permasalahan kami buatkan surat kesepakatan. Kalau tidak terjadi kesepakatan, kami keluarkan anjuran ke perusahaan untuk memperhatikan pekerja. Atau laporkan ke PHI,” tutupnya.
Dihubungi terpisah, Koordinator Wilayah Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Sulawesi Selatan Andi Mallanti menjelaskan, pada peringatan Hari Buruh di Makassar, berbagai rangkaian acara akan dilakukan. Termasuk kegiatan sosial.
“Untuk kegiatan sosial yang siap kita lakukan adalah gerak jalan santai, donor darah, nikah massal, dan pasar murah yang melibatkan para buruh di Makassar,” ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk kegiatan sosial ini akan dipusatkan di Lapangan Karebosi. Rencananya dihadiri ribuan buruh dari berbagai konfederasi. Untuk donor darah diharapkan bisa diikuti ratusan anggota organisasi buruh.
“Kita targetkan bisa mengumpulkan hingga ratusan kantong darah pada aksi sosial May Day ini. Kami juga mengajak masyarakat sekitar yang mau bergabung dalam aksi sosial ini,” imbuhnya.
Setelah melaksanakan kegiatan sosial pada pagi harinya, selanjutnya akan ada aksi turun ke jalan untuk memperjuangkan hak-hak pekerja yang belum terpenuhi.
“Di hari May Day, akan dilaksanakan dialog ketenagakerjaan. Pesertanya 300 dari konfederasi, bekerja sama dengan Disnaker Kota Makassar. Pasar murah bagi buruh yang punya kupon dan berseragam buruh, jalan satai, setelah itu aksi menuntut untuk mencabut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 03/2018 dan putusan MK Nomor 07/2018 tentang Serikat Buruh,” kata Andi Mallanti. (jun-arf/rus)
Aksi Sosial Warnai Hari Buruh
×

