MAKASSAR, BKM — Sejumlah tokoh di Provinsi Sulawesi Selatan dipastikan tumbang atau tidak lolos ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Berdasarkan hasil rekap Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang ada di Sulawesi Selatan, ketiga tokoh tersebut adalah mantan gubernur Sulsel dua periode Syahrul Yasin Limpo (SYL). Mantan anggota DPD RI tiga periode Abdul Aziz Qahar Muzakkar. Serta mantan Wakil Gubernur Sulsel dua periode Agus Arifin Nu’mang.
SYL maju ke DPR RI mengendarai Partai Nasdem melalui daerah pemilihan (Dapil) Sulsel II. Raihan suaranya di bawah istri Bupati Barru Hasnah Syam dan istri Bupati Wajo Siti Maryam. Sementara Abdul Aziz Qahar Muzakkar, perolehan suaranya juga kalah tipis dari petahana Andi Yuliani Paris yang juga maju lewat dapil Sulsel II.
Tak hanya itu, politisi Partai Gerindra Agus Arifin Nu’mang yang juga mengadu nasib ke Senayan harus legowo. Sebab suaranya masih di bawah La Tinro La Tunrung dan dr Felicitas Tallulembang.
Tidak hanya itu, ada pula beberapa tokoh juga tidak masuk ke Senayan lantaran perolehan suaranya tertinggal dari sesama kader di internal partai masing-masing. Seperti politisi PAN Mukhtar Tompo dan Irwan Zulfikar yang kalah suara dari Ashabul Kahfi.
Ketua DPD Gerindra Sulsel Andi Idris Manggabarani juga peolehan suaranya kalah dari Azikin Solthan, serta istri Bupati Jeneponto Hj Hamsina Iksan Iskandar.
Di dapil Sulsel II, sejumlah tokoh juga gagal melenggang ke Senayan. Di antaranya petahana Akbar Faisal. Nasib Akbar Faisal juga sama yang dialami SYL.
Selain itu, juga anggota DPR RI dari Partai Demokrat Nasyit Umar. Bahkan di dapil Sulsel II, Demokrat tak meraih satu dari sembilan kursi yang tersedia. Nasyit Umar hampir pasti tidak terpilih lagi, lantaran akumulasi suara di partai berlambang bintang mercy ini jauh di bawah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
Di dapil Sulsel III, selain Agus yang tumbang, juga terdapat istri bupati Luwu. Sementara tiga petahana masing-masing Luthfi A Mutty dari Nasdem, Bahrun Daido dari Demokrat, serta Amran dari PAN masih mengumpulkan bukti perolehan suaranya agar bisa lolos kembali.
Meski banyak petahana yang tumbang, namun masih ada separuh yang tetap berharap agar perolehan suaranya masih teratas. Petahana yang berharap yakni Muktar Tompo dan Indira Chunda Tita Syahrul di dapil Sulsel I. Akbar Faisal, Syamsul Bachri, dan Nasyit Umar dari dapil Sulsel II. Bahrun Daido, Amran, Luthfi A Mutti serta Andi Fauziyah Pujiwatie Hatta dari dapil Sulsel III.
Sumber yang diterima di Bawaslu Sulsel, untuk dapil Sulsel II PKB meraih suara sebesar 102.505, tertinggi dimiliki Andi Muawiyah Ramli, yakni sebesar 34.479. Akumulasi Gerindra berjumlah 224.094. Andi Iwan Darmawan Aras yang masih teratas sebesar 84.682.
Sementara suara PDIP berjumlah 125.969 dengan mengunggulkan Samsu Niang dengan 48.392 suara. Golkar mengamankan dua kursi. Total suara yang dicapai Golkar, yakni 415.036. Andi Rio Padjalangi meraih 71.414 suara, sedang Supriansa 54.676 suara. Partai Nasdem mengumpulkan 221.199 suara dengan rincian teratas diraih oleh Drg Hasnah Syam sebesar 051.816.
Kursi berikutnya yakni PPP yang meraih 125.262 suara dengan meloloskan HM Aras dengan 39 854 suara. Sementara akumulasi suara PAN sebanyak 136.678. Andi Yuliani Paris mengunci 56.720 suara.
Terakhir yakni suara PKS yang berjumlah 105.800 dengan meloloskan kembali Andi Akmal Pasluddin dengan 66.626 suara.
Ketua DPW PPP Sulsel HM Aras mengklaim bila partainya sukses meraih kursi di dapil Sulsel II. “Kebetulan saya yang punya suara lebih tinggi di internal PPP,” ujar Aras.
Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel Muh Risman Pasigai mengakui bila partainya sudah mengunci dua kursi. Hanya saja, posisi suara milik Supriansa masih bisa dilampaui oleh suara milik istri bupati Pangkep.
“Bisa jadi ada pergeseran suara atau penambahan, karena barusan ada PSU di sejumlah daerah,” ujar Risman yang juga juru bicara Golkar Sulsel ini. (rif)
SYL, Agus, Aziz Akhirnya Tumbang
×

