MAKASSAR, BKM — Sebanyak 2.000 personel gabungan TNI dan Polri dikerahkan untuk melakukan pengamanan di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulsel Jalan AP Petta Rani. Langkah antisipasi tersebut dilakukan terkait rencana aksi demonstrasi yang akan berlangsung hari ini, Rabu (22/5).
”Ada 2.000 personel gabungan yang diturunkan. Terdiri dari 1.500 dari kepolisian dan 500 dari TNI,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, Selasa (21/5).
Khusus dari kepolisian, kata Dicky, Polda Sulsel akan menurunkan personel gabungan. Antara lain dari Satuan Brimob Polda Sulsel, penjinak bom (jibom), sabhara, dan satuan lainnya. Termasuk anjing pelacak (K-9) juga dikerahkan.
”Kita libatkan enam ekor anjing pelacak (K-9) dalam pengamanan di kantor KPU Sulsel dan KPU Kota Makassar besok (hari ini),” jelas Dicky.
Bukan hanya kantor KPU Sulsel saja yang dijaga ketat aparat kepolisian dan TNI. Tapi juga di Bawaslu Sulsel. Langkah tersebut bertunjuan untuk mengantisipasi terjadinya kericuhan.
”Jangan sampai ada tindakan-tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban, yang berujung pada tindakan anarkis atau pengrusakan di kantor KPU dan kantor Bawaslu Sulsel,” terangnya.
Brimob Dikirim ke Jakarta
Sebanyak satu Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob Polda Sulsel dikirim ke Jakarta untuk melakukan pengamanan di ibu kota. Mereka yang berjumlah 100 orang itu telah diberangkatkan sejak Jumat (17/5).
Menurut Dicky, jumlah yang dikirim itu baru sebagian. Masih ada lagi tiga SSK personel brimob yang disiagakan. Apabila diperlukan, mereka langsung diberangkatkan.
Satu SSK yang diberangkatkan itu dipimpin Komandan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Kompol Ichsan yang bertindak selaku Komandan Batalyon Tugas (Danyon Gas).
”Personel Brimob yang di-BKO-kan di Jakarta bukan hanya dari Sulsel. Ada namanya Brimob Nusantara. Di sini dikumpulkan seluruh anggota Brimob yang ada di daerah Indonesia dan diambil sebagiannya,” ujar Dicky.
Seluruh personel Brimob yang berada di Jakarta saat ini, lanjut Dicky, berjumlah 9.000 lebih personel. Mereka akan mengamankan ibu kota apabila terjadi sesuatu.
“Mereka akan berada di Jakarta sampai penugasan selesai dan hingga situasi benar-benar kondusif. Kalau sudah kondusif mereka akan dikembalikan ke satuannya masing-masing,” imbuhnya. (mat/rus)

