MAKASSAR, BKM — Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman melantik pejabat eselon III dan IV, Senin (27/5) di Ruang Pola Kantor Gubernur Sulsel. Agenda tersebut merupakan pelantikan ulang yang dilakukan setelah sebelumnya. Pelantikan mereka dianulir karena SK-nya ditandatangani wakil gubernur.
Sebelumnya, sebanyak 193 pejabat eselon III dan IV dilantik pada posisi barunya pada 27 April lalu. Namun setelah menimbulkan kegaduhan karena tidak sesuai prosedur, dijadwalkan pelantikan ulang.
Namun bukan 193 pejabat yang dilantik kemarin. Hanya 188 pejabat masing-masing eselon III 82 orang dan eselon IV 106 orang. Artinya ada lima pejabat yang masuk dalam daftar pelantikan sebelumnya, namun kemarin batal dilantik. Lima orang itu merupakan ASN yang bertugas di sekretariat DPRD Sulsel. Di antaranyaSurya, Abidin, Amir, Ahmad, dan Darusman.
Pada 27 April lalu, kelimanya dimutasi ke OPD lain. Namun, kemarin, mereka tetap pada posisi masing-masing di DPRD Sulsel.
“Kami tidak terima undangan. Sebagai ASN, tentu kami mengikuti arahan dan perintah pimpinan mau ditempatkan dimana saja,” kata seorang sumber di DPRD Sulsel.
Batalnya kelima pejabat tersebut dilantik ada yang menguntungkan, namun ada juga yang tidak. Seperti informasi yang diperoleh, ada satu ASN di lingkup DPRD Sulsel yang batal promosi untuk jabatan eselon IV.
Seluruh pejabat yang dilantik kemarin tetap pada posisi masing-masing seperti waktu pelantikan 27 April lalu. Tak ada yang berubah. Padahal, ada yang menjadi sorotan. Karena ada yang menempati posisi tidak sesuai syarat. Misalnya, karena ada pengawas sekolah dari Kabupaten Soppeng yang tiba-tiba dilantik sebagai kepala Bidang Pendidikan SMA pada Disdik. Ada juga doktor perikanan yang ditempatkan di Biro Pemerintahan.
Beberapa pejabat dari luar juga menempati sejumlah posisi sebagai kepala bidang maupun kepala seksi.
Dalam sambutannya, Wagub Andi Sudirman Sulaiman meminta kepada para pejabat eselon III dan IV yang dilantik agar mampu bekerja ekstra.
“Bekerja seperti yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Harus bekerja lima kali lipat. Harus bekerja ekstra,” katanya.
Lebih lanjut Andi Sudirman Sulaiman mengharapkan seluruh lingkup Pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan agar mampu mensinergikan visi dan misi, serta arah kebijakan sesuai dengan koridornya. Juga dengan ukuran kuantitas dan kualitas yang jelas.
“Kita harus move on. Tidak berputar-putar di masalah yang sama. Visi misi harus dituangkan dalam bentuk detail disertai dengan target,” kata Andi Sudirman.
Tidak lupa Wagub Andi Sudirman mengingatkan tentang empat poin penting yang harus selalu dijaga dalam melaksanakan tugas, yaitu teamwork, profesional, loyalitas, dan amanah.
Sekretaris Provinsi Sulsel Abd Hayat Gani menyampaikan kepada pejabat yang dilantik untuk konsentrasi pada pekerjaan yang telah menunggu, dan memperhatikan arahan pimpinan masing-masing.
“Semua harus konsentrasi ke pekerjaan dulu dan memperhatikan arahan dari pimpinan masing-masing,” kata Abdul Hayat.
Soal pelantikan kemarin, Kepala BKD Sulsel Asri Syahrun Said terkesan tertutup. Beberapa kali, pejabat pindahan dari Kabupaten Bantaeng tersebut menghindar untuk wawancara dengan wartawan.
Bahkan kepada Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani pun, Asri berusaha untuk menghindar. Sejak Minggu, sekprov yang ingin mengonfirmasi dan meminta penjelasan tidak digubris. Telepon sekprov pun tidak diangkat.
“Saya belum dapat informasi tadi (soal pelantikan). Tadi (kemarin) di DPRD saya mau coba bicara dengan Asri, tapi berjauhan dengan saya,” tandas Abd Hayat. (rhm/)
Terkait Mutasi, Kepala BKD Hindari Sekprov
×

